Header Ads

  • Breaking News

    AHY Bakal Motivasi 1.500 Bung Hatta Muda

    Padang - Tiga keunggulan yang harus diberikan Universitas Bung Hatta dalam rangka
    mempersiapkan Bung Hatta Muda kepada mahasiswa angkatan 2017 dan visi menjadikan kampus proklamator itu menjadi world class university (WCU, universitas berkelas dunia) ternyata berjalin berkelindan dengan impian Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Anak mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu juga ingin generasi penerus bangsa ini mampu menjadi pemimpin yang baik bagi bangsa ini.

    UBH dan AHY ingin generasi muda sekarang menjadi generasi emas bangsa ini pada 2045. Mereka dipersiapkan untuk momen satu abad kemerdekaan Indonesia, memberikan keunggulan bagi bangsa ini. Ketika itu Indonesia telah diprediksi mendapatkan bonus demografi, berkat banyaknya angkatan produktif saat ini.

    Bonus demografi harus dimanfaatkan sebaik mungkin bagi kemajuan bangsa. Mereka harus dipersiapkan untuk membawa Indonesia kepada kejayaannya. Semua yang mungkin menghalangi, semua yang merusak impian tersebut harus dihadapi oleh segenap komponen bangsa.

    “Sifat Bung Hatta yang jujur, santun, disiplin dan sederhana sangat mungkin matching dengan pemikiran yang akan disampaikan oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Beliau telah 16 tahun berkarir di militer, beliau pun lulusan magister terbaik di Harvard. Kami memerlukan pemikiran, pandangan, pengalaman dan motivasi beliau untuk memotivasi mahasiswa baru kami,” ujar Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Azwar Ananda, Jumat (22/9).

    Saat press conference kuliah umum AHY di kampus itu pada Senin (25/9) mengungkapkan kegiatan itu merupakan tahapan membawa kampus yang dipimpinnya ke level nasional dan go internasional. Tokoh-tokoh nasional akan didatangkan secara periodik ke kampus Bung Hatta. Ini diharapkan bakal membawa tenaga pengajar, tenaga non kependidikan, mahasiswa dan keluarga besar universitas itu termotivasi untuk move on secara alami.

    Dipertegas Azwar Ananda, Indonesia emas itu menurut mantan Mendiknas Mohammad Nuh ditandai dengan empat hal. Keempatnya adalah kreatif, inovatif, berfikir orde tinggi dan membangun peradaban-peradaban baru. Inilah yang diharapkan bakal dijabarkan oleh AHY dalam kuliah umum nantinya.

    “Kita sambut Pak AHY dengan tarian dan sejumlah kebesaran, karena beliau baru pertama ke Ranah Minang dan Bung Hatta kunjungan pertama beliau. Kami ingin memberi kesan mendalam kepada AHY, inilah Ranah Minang yang sangat menghormati orang yang ingin membawa perubahan,” ungkap Guru Besar UNP yang saat press conference itu didampingi Wakil Rektor II Susi Herawati, Kepala BAAK Hendra Kusuma, Kepala Biro Administrasi Umum Riswandi.

    Dijelaskan Azwar Ananda, dalam kuliah umum itu mengambil tema Generasi Muda Minangkabau Menjemput Indonesia Emas Tahun 2045. Tema yang sangat sejalan dengan upaya kampus itu untuk memberikan kebanggaan kepada mahasiswanya dan mempersiapkan Bung Hatta Muda dengan kompetensi IT (berijazah microsoft, kompetensi bahasa Inggris (setara TOEFL 450) dan akhlak mulia. Tiga kompetensi tambahan yang diberikan gratis ini diyakini makin membuat lulusan UBH makin berkualitas dan berkarakter karena dibekali dengan kebunghattaan.

    Koordinator Pelaksana Kunjungan AHY ke Sumbar, Rezka Oktoberia menyatakan kegembiraannya atas sambutan antusias dari Rektor Univeristas Bung Hatta dan jajarannya. Rezka sangat menghargai kemeriahan yang diberikan keluarga besar Bung Hatta pada penyambutan AHY.

    “Jujur saya akui, ada beberapa perguruan tinggi di Sumbar yang berencana mengadakan kuliah umum bersama AHY. Beberapa diantaranya gagal karena sinkronisasi waktu dengan jadwal AHY yang cukup padat hingga akhir tahun. Saat diajukan jadwal Bung Hatta yang paling awal dikunjungi pada kedatangan perdana beliau ke Sumbar, AHY tak banyak pertimbangan. Karena nama Bung Hatta dan reputasi universitasnya juga sudah beliau kenal,” ungkap Rezka.

    Rezka mewanti-wanti, kedatangan AHY ke Sumbar dalam rangka tekad dan perhatiannya terhadap dunia pendidikan. Pengalamannya 16 tahun malang-melintang di militer yang notabene kental dengan penyiapan kepemimpinan selanjutnya, bakal dicobakannya pada penyiapan pemimpin sipil. Dia berharap, di negeri kelahiran Bung Hatta bakal lahir pemimpin dan tokoh masa depan Indonesia.

    Sangat beralasan jika dalam kuliah umumnya di Sumbar yang juga perdana di Sumatera ini, AHY memaparkan pandanganya tentang generasi muda minangkabau dalam persiapan menuju Indonesia emas 2045, di mana saat itu Satu Abad Indonesia negara kita mendapat berkah demografi jika dipersiapkan dari sekarang.

    Diikuti 1.500 mahasiswa

    Kuliah umum yang diberikan AHY di Aula Gedung 6 Blok B Kampus Proklamator bakal diikuti 1.500 mahasiswa baru Universitas Bung Hatta. Ikut bergabung beberapa mahasiswa angkatan 2016 dan perwakilan unit kegiatan mahasiswa yang ada di universitas tersebut.

    Keberadaan aula di lantai IV tersebut menjadi perhatian Tim AHY. Tim Advance AHY mengharapkan kerjasama yang harmonis antara mereka dengan tim pengamanan dari Polda hingga Polsek Koto Tangah dan Satuan Pengamanan Kampus. “Kami menilai posisi lokasi kegiatan harus menjadi perhatian bersama lantaran berada di lantai empat. Kita khawatir, mahasiswa yang ingin foto dengan Pak AHY kurang memperhatikan kondisi. Di tangga pun mereka mau asalkan bisa berfoto dengan idola anak muda hingga kaum ibu itu,” ujarnya.

    Rezka meyakinkan, meski punya jadwal padat, AHY bakal berusaha memberikan kenangan dan kebanggaan indah bagi Bung Hatta Muda. “Lihat saja saat beliau ngomong nanti. Saya saja yang sudah beberapa kali mendengarkan ceramah maupun motivasi dari beliau tetap terpesona melihatnya bicara,” urai Rezka sambil tersenyum malu.

    Pada kesempatan itu, Rezka juga menguraikan rencana kegiatan AHY selama di Padang. Pertama sekali mengunjungi Universitas Bung Hatta, lalu silaturahim dengan Gubernur Sumbar Prof Dr. Irwan Prayitno yang juga sangat mendukung kegiatan AHY.

    Usai pertemuan itu, AHY bertolak menuju Kelok Sembilan. AHY bersama Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi bakal  erada di sana hingga pukul 17.30. Terus menuju Payakumbuh. Di Kota Batiah itu, 500 orang Sersan bersama AHY di Gor Muhammad Yamin hingga pukul 21.00. “Sersan itu, serius tapi santai lho,” ujar dara kelahiran Payakumbuh itu.

    Rezka yang juga aktif di Indo Jalito memaparkan pada hari kedua, AHY memberikan kukiah umum di STIKES Fort de Kock Bukittinggi, sorenya live dan silaturahim dengan media di Padang TV.

    Di hari terakhir (27/9), AHY memberi kuliah umum pula di Unes. Siangnya silaturahim dengan sejumlah kepala daerah. Pukul 17.00, AHY dan rombongan menuju BIM.


    The Yudhoyono Institute
    Kedatangan AHY ke Sumbar atas nama The Institute Yudhoyono. Lembaga kajian ini fokus kepada pendidikan dan penyiapan kepemimpinan Indonesia ke depan.

    Rezka menjelaskan The Institute Yudhoyono memang baru terbentuk sepekan menjelang Kemerdekaan RI ke-72. “Lembaga ini konsen terhadap dunia pendidikan. Sekali lagi dunia pendidikan,” tegasnya.

    Dengan demikian kedatangan AHY ke Sumbar tanpa embel-embel partai. Di Payakumbuh, Rezka telah mengingatkan internal  partai boleh ikut meramaikan acara AHY dengan syarat tanpa membawa nama partai.

    Bahkan Anggota DPR dari Partai Demokrat yang daerah pemilihannya Sumbar seperti Mulyadi dan Darizal Basir datang ke kuliah umum pun tanpa membawa partai. Mereka datang atas nama anggota DPR. Begitu juga dengan Wakil Ketua DPRD Sumbar Arkadius.

    “Tak heran, jika kepala daerah yang bukan berasal dari partai yang sama dengan orang tua AHY, sangat welcome dengan kedatangan  beliau,” pungkasnya. (ryn)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728