280 Wirausahawab Baru Dilatih, Cara Pikir Pelaku Usaha Diubah
“Tunjukkanlah keinginan bapak dan ibu untuk punya usaha yang bisa menopang perekonomian keluarga. Patut diketahui cukup besar biaya untuk pelatihan ini dan harus dipertanggungjawabkan,” ujar Staf Ahli Walikota Bidang Politik dan Hukum Dian Fakhri, Selasa (12/9).
Dian menegaskan bentuk pertanggungjawaban kegiatan di antaranya adalah sejauh mana efektivitas dan manfaat kegiatan tersebut. Jika bagus, maka berkemungkinan pelatihan akan diperbanyak tahun berikutnya.
Dian mengingatkan jangan pelatihan terhenti gara-gara peserta asal-asalan mengikuti kegiatan. Di antara keseriusan tersebut terlihat dari disiplin waktu dan kemauan untuk fokus mengikutinya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Yunisman menyebutkan pemko mempercepat penumbuhan wirausaha baru yang dicanangkannya pada saat kampanye dulu. Kini telah 7.000 lebih wirausaha baru yang berhasil dibentuk.
Yunisman menyebutkan pelatihan hingga 20 hari ini diharapkan dapat melahirkan 280 wirausaha lagi. “Kita berharap pemko bisa mewujudkan target ini. Dengan dukungan semua lini dan kerja cerdas 104 tenaga pendamping di tiap kelurahan mampu memotivasi warga untuk punya usaha sendiri dan mengelolanya menjadi usaha yang lebih bagus perkembangannya,” ungkapnya didampingi Kabid Pemberdayaan UKM Guswenni.
Pelatihan ini meliputi 7 unit kegiatan dan masing-masingnya melatih 40 orang. Ada tujuh bidang usaha yakni bordiran, sulaman, tampuruang barendo, asesoris, rajutan, pembuatan sendal dan pembuatan tas sachet.
The great motivator, Dedi Vitra Johor yang diminta memotivasi peserta pelatihan pemberdayaan wirausaha baru tersebut memandang bagus komitmen pemko terhadap UKM di kota ini. Keberanian menghadirkan tenaga pendamping di tiap kelurahan patut diapresiasi lebih.
Dedi ingin mencoba mengubah mindset pewirausaha baru agar berpikiran jauh ke depan. “Modal uang bukan segalanya, yang penting berani buka mulut dan mau berwirausaha. Cuma 2M, mulut dan mau. Itu saja,” pungkasnya. (404)