Reformasi di UBH, Branding Kian Kuat
Reformasi di Universitas Bung Hatta (UBH itu diusung Rektor Prof. Dr. Azwar Ananda dan mendapat dukungan semua elemen di kampus proklamator itu.
UBH kini hadir dengan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, anggaran dan fasilitas pendukung yang representatif. Aset pun harus terkelola dengan baik, terencana, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Kegiatan kemahasiswaan pun diarahkan untuk meningkatkan kompetensi lulusan baik secara akademik maupun non akademik.
Hal itu ditegaskan Rektor Prof. Dr. Azwar Ananda dan jajarannya saat bincang sore di Rattan Room, lantai III Harian Singgalang, Selasa (8/8). “Kami mencanangkan reformasi untuk mengembalikan kejayaan Universitas Bung Hatta di tengah maraknya persaingan penyelenggara pendidikan tinggi di Indonesia. UBH ada di peringkat 119 dari 4.000 perguruan tinggi di negara kita. Agar makin unggul, kita hadir dengan layanan prima, tiga kompetensi dasar, dan tentu saja dengan sarana prasarana serta SDM berkualitas,” ujar Prof. Dr. Azwar Ananda yang hadir bersama Wakil Rektor II Susi Herawati, Kepala Biro Administrasi Umum Riswandi, Kepala BAAK Hendra Kusuma, Dekan Fakultas Sastra Khairul Harha, Wakil Dekan FTI/Ketua Tim Promosi Yusrizal Bakar dan Humas Indrawadi Mantari.
Dikatakan Profesor yang juga putra asli Sijunjung itu dari segi SDM, Universitas Bung Hatta kini punya 70 orang doktor dan 3 profesor. Kini ada lagi 10 orang yang ikut program percepatan menjadi guru besar.
“Kehadiran SDM berkualitas memang telah menjadi prioritas kami dan itu akan terus ditingkatkan seiring reformasi yang telah dicanangkan pada 2017 ini,” ujar dia.
Ke depan, lulusan UBH dilengkapi dengan tiga keahlian dasar yang harus mereka miliki.
Kemampuan Bahasa Inggris setara 450 TOEFL, kompetensi IT dan akhlakul karimah. “Ketiganya ada sertifikat sendiri. Ada kuliah tambahan tanpa dipungut biaya alias gratis. Untuk IT ini kita bekerja sama dengan Microsoft. Dimulai dengan mahasiswa 2017 ini,” kata Azwar Ananda.
UBH pun menyiapkan unggulan di Teknik Sipil yang bakal mendapat akreditasi internasional. Lalu perikanan yang memang telah menjadi unggulan sejak lama dan sebentar lagi dicanangkan untuk membuka program S3. UBH juga tampil dengan prodi vokasional, bisa pariwisata atau jurnalistik.
Pihak yayasan pun siap dengan anggaran yang dibutuhkan. Termasuk untuk perbaikan, pemeliharaan dan pengembangan fasilitas penunjang labor dan fasilitas pembelajaran, terutama mendukung tiga program unggulan yang dicanangkan Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Bung Hatta, Zuiyen Rais.
“Cukup besar anggaran yang disediakan yayasan untuk reformasi ini. Dukungan IT, perbaikan labor, peningkatan SDM dan pengelolaan asset. Tujuannya guna merealisasikan layanan prima ini,” ujar Wakil Rektor II, Susi Herawati menambahkan
Menurut Susi, jumlah guru besar ini tentu bakal berdampak pada kualitas pengajaran, bimbingan dan penelitian mahasiswa. Rangking perguruan tinggi pun bakal terdongkrak naik karena ini ada dalam penilaian Kemenristekdikti.
Mulai 2018, reakreditasi sejumlah program studi dari B dan diupayakan mendapat akreditasi A. Semakin banyak program studi yang terakreditasi A, institusi pun bisa mendapat akreditasi A. Targetnya pada 2020 institusi sudah memperoleh akreditasi A yang makin membantu lulusan.
Dari segi tenaga kependidikan pun ditingkatkan pula kualitas mereka. Disiplin kerja jadi sangat prioritas. Mereka bakal dimotivasi untuk bekerja keras, cerdas, dan tuntas. Ini didukung dengan absensi berbasis IT.
Wakil Pemimpin Redaksi Singgalang, Sawir Pribadi menyambut gembira optimisme rektor beserta jajarannya. “Saya optimis reformasi di bawah kepemimpinan Pak Azwar bisa direalisasikan. Saya kenal dekat dengan beliau. Bukan hanya layanan prima, namun jadikan UBH sebagai kampus yang penuh inovasi,” ujarnya.
Inovasi yang lahir dari segenap elemen di Universitas Bung Hatta terutama para doktor dan profesornya hendaknya dihadiahkan juga kepada masyarakat. Bisa lewat tulisan di koran maupun buku yang ditulis oleh para dosen Bung Hatta.
“Ini cara efektif menghadirkan Bung Hatta secara lebih riil kepada masyarakat. Rajin hadir di seminar dan menjadi narasumber handal bagi media,” tegas alumni IKIP Padang ini.
Dua redaktur Singgalang yang hadir dan merupakan alumni UBH, menegaskan kebanggaannya dengan Bung Hatta jika bisa kembali jaya seperti dahulu. Mereka siap mendukung. Bahkan sebagai penarik mahasiswa berprestasi, Lenggogeni menawarkan siapapun yang berprestasi bisa menghiasi halaman remaja di Singgalang, Minggu yang digawanginya.
Disebutkan juga, isu yang berkembang di luar, akan mengubah UBH menjadi Universitas Hatta, adalah tidak benar. “UBH brandingnya sudah kuat, kita perkuat terus, nama hebat itu takkan diubah-ubah,” kata Ananda. (zul)