Adabiah Terus Perkuat SDM dan Infrastruktur
Padang - Makin menguatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah-sekolah Adabiah harus disikapi arif oleh Keluarga Besar Adabiah. Pengurus Yayasan bakal mempercepat pembangunan infrastruktur dan sarana penunjang yang diperlukan menurut skala prioritasnya.
“Yayasan tentu ingin membuat peserta didik merasa nyaman dan aman belajar di sekolah-sekolah milik yayasan. Fasilitas penunjang dan reward akan lebih diperhatikan. Kini kita akan segera memulai pembangunan gedung serbaguna yang direncanakan empat tingkat,” ujar Dr. Ali Asmar.
Alumni SMA Adabiah anggatan 1977 itu menegaskan bahwa yayasan jelang hari puncak HUT ke-102 telah memutuskan siapa yang bakal menangani pembangunan gedung yang jadi pusat kegiatan keunggulan Adabiah. STIA nantinya juga bakal menempati gedung tersebut agar bisa berkembang lebih baik ke depannya.
Hanya saja perbaikan sarana penunjang dan infrastruktur di Adabiah itu hendaknya diikuti dengan peningkatan kompetensi dan kinerja para guru dan karyawan. “Boleh tiap kelas minta infokus, silakan ajukan permintaan. Syaratnya harus terpakai. Jangan hanya buat gagah-gagahan ataupun pamer kelasnya punya infokus, tapi pembelajarannya tetap tradisionil,” ujar Ketua Pengawas YSO Adabiah, Sulthani Wirman.
Sulthani secara khusus meminta pengurus yayasan untuk memprioritaskan kelas yang siap untuk menggunakannya. Tentu pembelajarannya wajib didukung kemampuan presentasi dan kreasi multimedia para gurunya. (zul)
“Yayasan tentu ingin membuat peserta didik merasa nyaman dan aman belajar di sekolah-sekolah milik yayasan. Fasilitas penunjang dan reward akan lebih diperhatikan. Kini kita akan segera memulai pembangunan gedung serbaguna yang direncanakan empat tingkat,” ujar Dr. Ali Asmar.
Alumni SMA Adabiah anggatan 1977 itu menegaskan bahwa yayasan jelang hari puncak HUT ke-102 telah memutuskan siapa yang bakal menangani pembangunan gedung yang jadi pusat kegiatan keunggulan Adabiah. STIA nantinya juga bakal menempati gedung tersebut agar bisa berkembang lebih baik ke depannya.
Hanya saja perbaikan sarana penunjang dan infrastruktur di Adabiah itu hendaknya diikuti dengan peningkatan kompetensi dan kinerja para guru dan karyawan. “Boleh tiap kelas minta infokus, silakan ajukan permintaan. Syaratnya harus terpakai. Jangan hanya buat gagah-gagahan ataupun pamer kelasnya punya infokus, tapi pembelajarannya tetap tradisionil,” ujar Ketua Pengawas YSO Adabiah, Sulthani Wirman.
Sulthani secara khusus meminta pengurus yayasan untuk memprioritaskan kelas yang siap untuk menggunakannya. Tentu pembelajarannya wajib didukung kemampuan presentasi dan kreasi multimedia para gurunya. (zul)