Tumbuhkan Kebanggaan pada UBH, Fasilitasi Hingga Memandirikan Mahasiswa
Padang - Reformasi Universitas Bung Hatta yang diusung oleh Rektor Prof. Dr. Azwar Ananda dan didukung Dewan Pembina Yayasan Pembina Bung Hatta Zuiyen Rais jelas menjadi prioritas bagi seluruh elemen di kampus proklamator tersebut. Tugas berat di bidang kemahasiswaan, kerjasama dan unit-unit pendukungnya untuk menjadikan lulusan punya kepercayaan diri, kompetensi dan kemudahan mendapatkan pekerjaan yang didambakannya, menjadi tantangan tersendiri bagi Wakil Rektor III Dr. Diana Kartika.
Perempuan yang sudah mampu menyalurkan mahasiswanya untuk magang kerja dan kerja di jaringan hotel bintang lima di Jepang ini menyatakan siap untuk menyukseskan amanah reformasi di bidang yang menjadi tanggungjawabnya. Diana optimis, dia dan tim mampu merealisasikan cita-cita bersama yang kembali dicanangkan rektor guna mencapai komitmen pendiri lembaga pendidikan tinggi tersebut pada 1981 lalu.
“Kami terus berupaya semaksimal mungkin agar mahasiswa Universitas Bung Hatta ini mampu menumbuhkembangkan bakat dan potensinya, berprestasi dan membanggakan orang tua mereka. Baik dengan bekerja di tempat yang mereka impikan atau mereka membuka lapangan kerja sendiri yang mampu mensejahterakan orang lain,” ungkap Diana Kartika, Senin (24/7).
Istri Weno Aulia itu mengungkapkan beberapa cara yang bakal dia terapkan untuk menjadikan lulusan Bung Hatta sesuai dengan cita-cita reformasi kampus itu. Pertama, kebanggaan berkuliah di kampus proklamator harus ditumbuhkan. Jangan lagi ada mahasiswa merasa salah masuk bahkan lebih parahnya pilih jurusan dari pada enggak kuliah.
“Ini harus jadi perhatian hingga tak jadi bumerang bagi kampus. Kiatnya pada saat pengenalan kampus pada tahun ajaran 2016/2017 lalu, mereka dibuat bangga dan percaya diri terhadap diri dan kampus pilihan mereka,” ujarnya tegas.
Berbekal itu, Diana dan tim menggagas ajang pengenalan kampus yang beda dari tahun sebelumnya. Rangkaiannya harus terintegrasi dan menyeluruh di bawah tagline Be Proud and Be Confident.
Setelah berbagai kegiatan pun digulirkan untuk memupuknya. Para mahasiswa pun dimotivasi untuk berkreasi dan berprestasi. Mereka yang berprestasi akan mendapat apresiasi.
Selain apresiasi dalam bentuk materi atau hadiah kecil, mereka menjadi duta untuk publikasi kampus. Wajah-wajahnya menghiasi baliho dan halaman-halaman media cetak dan elektronik.
Hal terpenting lainnya, mahasiswa dimotivasi untuk tidak hanya terpaku mencari pekerjaan. Mereka diarahkan untuk mampu membuka lapangan kerja bagi rekan atau masyarakat luas.
Bagi yang ingin kukuh untuk mencari pekerjaan, kini ada Career Developmen Center (CDC). Lembaga yang diinisiasi lewat program hibah dikti tersebut telah dua kali mengadakan job fair. Perkembangannya sangat menggembirakan.
Bahkan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Padang, telah memberikan arahan dan siap membantu agar job fair yang diselenggarakan CDC lebih kepada rekrutmen kerja. Pasti sangat membantu mahasiswa mendapatkan kerja pertama mereka lebih cepat.
Kerjasama dengan berbagai perusahaan pun makin ditingkatkan. Baik untuk menjembatani link and match antara perguruan tinggi dan dunia kerja, kampus ingin alumni punya akses untuk mendapatkan kerja di perusahaan tersebut. Baru-baru ini berhasil mendapatkan kepercayaan dari Holcim.
Jaringan Hotel Plan Do di Jepang pun telah melakukan rekrutmen kerja di kampus Bung Hatta. Telah tiga lulusan yang bekerja di jaringan hotel itu. Mereka dikontrak tiga tahun dan bergaji Rp20 juta per bulan.
Untuk magang kerja saja di jaringan hotel bintang lima itu, mahasiswa Bung Hatta punya peluang besar. Telah 17 orang yang magang di sana dan umumnya mereka rela melepas masa satu tahun perkuliahan mereka demi bisa mendapatkan pengalaman di negeri Sakura itu. Meski magang, mereka mendapatkan uang lelah Rp7-8 juta per bulan.
Banyak hal yang akan dilakukan Diana dan timnya terkait kerjasama dengan Jepang ini. Universitas Bung Hatta bisa saja mempunyai program penyaluran tenaga kerja terdidik ke Jepang. Minimal, Universitas Bung Hatta dipercaya sebagai tempat sertifikasi pekerja yang ingin bekerja di Jepang dengan biaya lebih murah dan proses yang lebih mudah. (zul)