Sumbar Harus Bebas Kekerasan Seksual Terhadap Anak
![]() |
| Ketua HIMPAUDI Sumbar, Ny. Nevi Irwan Prayitno dan pengurus lainnya ikut senam massal bersama seribu anak PAUD di Padang, Jumat (28/7) |
Padang - Pemenuhan hak anak menjadi tuntutan yang harus dilakukan oleh setiap pemerintah kota dan kabupaten. Apalagi Sumbar telah ada 9 daerah yang menuju kota layak anak (KLA).
Anak di Sumbar yang jumlahnya sepertiga dari jumlah penduduk harus dijauhkan dari segala tindak kekerasan. Terutama kekerasan seksual.
"Kini pelaku kekerasan seksual minimal mendapat hukuman minimal 20 tahun. Dan keluar dari tahanan harus dikebiri. Ini tuntutan undang-undang No. 12/2016," tegas Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumbar, Ratna Wilis, Jumat (28/7).
Hukuman berat ini diharapkan bisa meminimalkan tindak kekerasan seksual terhadap anak ini. Terlebih jika keluarga, masyarakat dan pemerintah berupaya untuk mengentaskannya.
Presiden pun di peringatan Hari AnaknNasional 2017 di Pekanbaru menegaskannya. Kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa. Makanya harus dihukum luar biasa, dihukum berat dan dikebiri pula.
Ratna Wilis mengakui, kini bertambah banyak terungkap kekerasan terhadap anak. Namun dia berharap sekali naiknya jumlah kasus yang terungkap disebabkan tingginya kepedulian kita semua.
"Adukan saja jika ada tetangga yang melakukan kekerasan rumah tangga, terutama terhadap anak. Jangan khawatir, undangundang melindungi para pelapor ini," ujarnya.
Hak-hak anak harus dilindungi. Hindari mereka dari segala tindak kekerasan baik fisik, psikis, penelantaran maupun perdagangan anak. Ada 31 hak anak yang harus dipenuhi. Kini direvisi menjadi 24 hak yang harus dihormati.
Ratna Wilis berharap dengan hadirnya sembilan kabupaten/kota layak anak, diharapkan Sumbar bisa terbebas dari kekerasan seksual ini. Apalagi Gubernur Irwan Prayitno telah mewanti-wanti semua yang hadir di pembukaan rangkaian acara hari anak di Sumbar pada 2017 ini untuk menyayangi dan menghargai anak sebagai titipan Ilahi dan investasi daerah hingga negara di masa depan.
"Kini Sumbar sudah memiliki sembilan daerah yang sudah menuju layak anak. Provinsi pun dianggap sebagai penggerak kota layak anak. Ini harus menginspirasi tiap insan di Sumbar harus lebih berupaya untuk sayang terhadap anak," ujar Gubernur Irwan Prayitno usai melepas balon tanda dimulainya rangkaian peringatan hari anak di Sumbar.
Aturan
pendukung akan disiapkan, keberadaan taman bermain pun diusahakan
bertambah. Sinergi dengan semua pihak agar provinsi ini bebar-benar
layak anak akan terus ditingkatkan
Ketua Himpaudi Sumbar Nevi Irwan Prayitno pun berupaya menjadikan anak gembira di hari yang dikhususkan buat mereka. Ada senam anak yang diikuti oleh 1.000 anak dari PAUD di Padang. Nevi bersama anggota Himpaudi pun turut serta dalam senam itu.
Pada momen hari anak tersebut, sejumlah Forum Anak Sumbar membacakan tuntutan anak Indonesia yang dirumuskan di Pekanbaru pekan lalu. Fasilitator Forum Anak Padang, Jimas Ifandy Baskara yang ikut merumuskan tuntutan itu, didaulat untuk membacakannya di acara itu.
Tak lupa ditampilkan anak-anak hebat dari Sumbar. Mereka menampilkan kebolehannya. Bahkan anak sekolah luar biasa (SLB) Yayasan Pembina Pendidikan Luar Biasa (YPPLB) diberi tiga kesempatan, mulai wushu, pantomim dan solo song yang diiringi drummer anak SLB itu juga yang ingin berduet menabuh drum bersama gubernurnya, Irwan Prayitno. (zul)
Ketua Himpaudi Sumbar Nevi Irwan Prayitno pun berupaya menjadikan anak gembira di hari yang dikhususkan buat mereka. Ada senam anak yang diikuti oleh 1.000 anak dari PAUD di Padang. Nevi bersama anggota Himpaudi pun turut serta dalam senam itu.
Pada momen hari anak tersebut, sejumlah Forum Anak Sumbar membacakan tuntutan anak Indonesia yang dirumuskan di Pekanbaru pekan lalu. Fasilitator Forum Anak Padang, Jimas Ifandy Baskara yang ikut merumuskan tuntutan itu, didaulat untuk membacakannya di acara itu.
Tak lupa ditampilkan anak-anak hebat dari Sumbar. Mereka menampilkan kebolehannya. Bahkan anak sekolah luar biasa (SLB) Yayasan Pembina Pendidikan Luar Biasa (YPPLB) diberi tiga kesempatan, mulai wushu, pantomim dan solo song yang diiringi drummer anak SLB itu juga yang ingin berduet menabuh drum bersama gubernurnya, Irwan Prayitno. (zul)
