Jalin Kebersamaan dengan Ortu dan Anak, PAUD Terpadu Hauriyah Halum Laksanakan Buka Bersama
Padang - PAUD Terpadu Hauriyah Halum tutup tahun ajaran 2016 ini dengan memperkuat silaturrahmi dengan para orangtua muridnya. Buka bersama juga menandai penutupan kegiatan Pesantren Ramadhan di PAUD tersebut.
“Silaturrahmi sangat penting menurut kami. Kami paham, tanpa peran orangtua, sulit bagi kami membentuk karakter murid-murid kami. Sukar bagi kami menjadikan TK ini seperti sekarang dalam usia relatif muda,” ujar Ketua Yayasan Pendidikan Muwaffaqah Hauriyah Halum, M. Rozi, Minggu (18/6).
Rozi menjelaskan, acara buka bersama mereka adakan untuk menutup kegiatan Pesantren Ramadhan, membina silaturrahmi agar setiap keluarga besar Hauriyah Halum saling mengenal. Kebersamaan sangat diprioritaskan di lembaga yang menyelenggarakan kelompok bermain, PAUD dan tempat penitipan anak.
Kebersamaan itulah yang terlihat di momen buka bersama di rumah yang juga disulap Kepala PAUD Nina Ramayenda. Hal ini memang disegaja oleh perempuan yang mendedikasikan dirinya untuk pendidikan usia dini selama 25 tahun itu.
“Dengan cara ini, kami ingin menjadikan anak-anak seperti berada di rumah mereka sendiri. Mereka bermain, melaksanakan aktivitas seperti di rumahnya dan saat bermain itulah mereka dikenalkan dengan huruf, angka, termasuk huruf Alquran dan mengenalkan dengan nilai-nilai keagamaan,” ujar Nina Ramayenda.
Nina mengungkapkan kebersamaan yang senantiasa dibina inilah yang membuat Hauriyah Halum tetap diminati oleh para orang tua yang menginginkan pendidikan dini yang berkualitas bagi anak mereka.
Satu hal lagi, nuansa rumah menjadikan para orang tua begitu percaya melepas anak mereka mulai dari usia tiga tahun. Hingga memasuki SD anak-anak tersebut menjadi murid tetap Hauriyah Halum.
Nina juga mensyukuri para orang tua begitu bangga melihat kemandirian anaknya setelah berada di Hauriyah Halum. Padahal sang anak dulunya termasuk sulit berinteraksi dengan orang lain. “Kami melibatkan orangtua secara aktif dalam pembelajaran anak mereka. Ada pertemuan bulanan antara orangtua dengan pengelola,” ujar Nina.
Dari beberapa pengelola TK di Padang, yang merupakan teman-teman Nina pun mengapresiasi cara Kepala PAUD Terpadu Hauriyah Halum tersebut dalam mengembangkan TK-nya. Umumnya mereka mengatakan jam terbang Nina mulai dari guru hingga kepala PAUD seperti saat ini membuatnya punya nilai lebih. Kini mengembangkan pula pusat kegiatan belajar masyarakat Pelangi Nusa di Purus V Padang.
Nina pun berhasil memadukan pengalaman dengan ilmu pendidikan usia dini yang dipelajarinya. Tak heran jika Nina pada Juli nanti didaulat mewakili Sumbar untuk Penilaian Kepala PAUD Teladan tingkat nasional. Pada tahun sebelumnya, Nina telah berhasil mengantarkan tenaga pendidiknya menjadi guru TK teladan nasional. (zul)
“Silaturrahmi sangat penting menurut kami. Kami paham, tanpa peran orangtua, sulit bagi kami membentuk karakter murid-murid kami. Sukar bagi kami menjadikan TK ini seperti sekarang dalam usia relatif muda,” ujar Ketua Yayasan Pendidikan Muwaffaqah Hauriyah Halum, M. Rozi, Minggu (18/6).
Rozi menjelaskan, acara buka bersama mereka adakan untuk menutup kegiatan Pesantren Ramadhan, membina silaturrahmi agar setiap keluarga besar Hauriyah Halum saling mengenal. Kebersamaan sangat diprioritaskan di lembaga yang menyelenggarakan kelompok bermain, PAUD dan tempat penitipan anak.
Kebersamaan itulah yang terlihat di momen buka bersama di rumah yang juga disulap Kepala PAUD Nina Ramayenda. Hal ini memang disegaja oleh perempuan yang mendedikasikan dirinya untuk pendidikan usia dini selama 25 tahun itu.
“Dengan cara ini, kami ingin menjadikan anak-anak seperti berada di rumah mereka sendiri. Mereka bermain, melaksanakan aktivitas seperti di rumahnya dan saat bermain itulah mereka dikenalkan dengan huruf, angka, termasuk huruf Alquran dan mengenalkan dengan nilai-nilai keagamaan,” ujar Nina Ramayenda.
Nina mengungkapkan kebersamaan yang senantiasa dibina inilah yang membuat Hauriyah Halum tetap diminati oleh para orang tua yang menginginkan pendidikan dini yang berkualitas bagi anak mereka.
Satu hal lagi, nuansa rumah menjadikan para orang tua begitu percaya melepas anak mereka mulai dari usia tiga tahun. Hingga memasuki SD anak-anak tersebut menjadi murid tetap Hauriyah Halum.
Nina juga mensyukuri para orang tua begitu bangga melihat kemandirian anaknya setelah berada di Hauriyah Halum. Padahal sang anak dulunya termasuk sulit berinteraksi dengan orang lain. “Kami melibatkan orangtua secara aktif dalam pembelajaran anak mereka. Ada pertemuan bulanan antara orangtua dengan pengelola,” ujar Nina.
Dari beberapa pengelola TK di Padang, yang merupakan teman-teman Nina pun mengapresiasi cara Kepala PAUD Terpadu Hauriyah Halum tersebut dalam mengembangkan TK-nya. Umumnya mereka mengatakan jam terbang Nina mulai dari guru hingga kepala PAUD seperti saat ini membuatnya punya nilai lebih. Kini mengembangkan pula pusat kegiatan belajar masyarakat Pelangi Nusa di Purus V Padang.
Nina pun berhasil memadukan pengalaman dengan ilmu pendidikan usia dini yang dipelajarinya. Tak heran jika Nina pada Juli nanti didaulat mewakili Sumbar untuk Penilaian Kepala PAUD Teladan tingkat nasional. Pada tahun sebelumnya, Nina telah berhasil mengantarkan tenaga pendidiknya menjadi guru TK teladan nasional. (zul)