Valdo, Mahasiswa Sumatera Pertama Lolos ke Kansai
Padang - Perjuangan Valdo Rauf Parameshwara untuk bertahan di Jurusan Sastra Jepang akhirnya berbuah manis. Mahasiswa semester VII ini, berkesempatan mendapatkan beasiswa dari Japan Foundation berupa program pelatihan Japaneese Languange Education Capasity Building Southeast Asian Teaching Training College Course in Japan. Dia akan berada 45 hari ke depan di Negara Sakura itu.
Meski kurang dari dua bulan, bungsu dari dua bersaudara tersebut yakin ini kesempatan berharga dalam menata masa depannya. Ini kesempatan emas. Kesempatan emas untuk lebih leluasa mempraktekkan kemampuan Bahasa Jepang, kesempatan untuk berkenalan langsung dengan budaya mereka yang suka kerja keras, disiplin, dan begitu menghargai waktu.
"Alhamdulillah, Do akhirnya bisa berangkat ke Jepang dalam program Japan Foundation. Di sana kami bisa praktek Bahasa Jepang, capacity building, dan teaching learning. Siapa tahu Do dapat ide buat tugas akhir di sana," ujarnya jelang boarding di Bandara International Minangkabau, Rabu, (4/1).
Diakui mahasiswa angkatan 2013, hingga saat ini belum ada ide untuk penulisan tugas akhirnya. Dia berharap semoga sepulang dari Jepang dia bisa memantapkan pilihan untuk penulisan tugas akhirnya nanti. Valdo bercerita penuh semangat, kesempatan pertukaran mahasiswa ini memberikan kebahagiaan tersendiri. Di awal memilih jurusan ini, dia harus mampu meyakinkan pilihannya pada papa dan bunda.
Papa dan bunda sama menginginkan dia memilih kedokteran atau biokimia. Papa dan bunda dengan berat hati menyetujui pilihan Valdo. "Kesempatan ke Jepang ini bisa jadi salah satu cara membuat keduanya bangga. Terima kasih atas peluang dan dukungan pihak jurusan, dekanat dan universitas hingga bisa seperti ini," ungkapnya. Agustus lalu Valdo ikutan seleksi bersama 11 mahasiswa Bung Hatta lainnya. Mereka harus bersaing dengan Universitas Andalas dan lainnya.
"Alhamdulillah, Do mahasiswa satu-satunya yang lolos ke Jepang dan berwngkat awal tahun ini. Hanya dua dari Padang. Satunya lagi dosen dari Universitas Andalas," katanya.
Dikatakan Valdo, selama di Jepang dia akan belajar lebih giat. Waktu yang relatif singkat akan dimanfaatkan sebaik mungkin. Ini peluang berharga yang harus dimanfaatkan. "Ingin kuliah S2 di Jepang. Bekerja di sana seperti tiga senior yang difasilitasi kampus pun oke juga tuh," ujarnya.
Dia pun akan menjaga nama Universitas Bung Hatta sesuai pesan rektor Prof Dr Niki Lukviarman yang melepasnya bersama ketua jurusan, dekan dan wakil rektor III Dr. Diana Kartika sebelum berangkat menuju bandara. Valdo pun akan berupaya tetap berbahasa Jepang kendati ketemu dengan senior-seniornya yang lebih dulu tiba di Jepang.
Satu-satunya dari Sumatera
Ketua Jurusan Sastra Jepang Universitas Bung Hatta Dewi Kania Izmayanti menyebutkan kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pengajar Bahasa Jepang serta membangun kapasitas pendidikan bahasa Jepang yang lebih efisien dan efektif di kawasan Asia Tenggara yang akan dilaksanakan di Japan Foundation Japanese Language Institute, Kansai Jepang bagi mahasiswa dan dosen dari jurusan Sastra Jepang atau Pendidikan Sastra Jepang di Indonesia.
“26 peguruan tinggi di Indonesia diundang untuk mengirimkan satu dosen dan mahasiswa. Dari hasil seleksi adminstrasi dan menulis esai dipilih 30 orang terdiri dari 16 mahasiswa dan 14 dosen. Dari Universitas Bung Hatta, Valdo satu-satunya mahasiswa di Sumatra yang lolos mengikuti kegiatan ini,” sebutnya.
Dewi mengatakan dengan mengikuti kegiatan ini dapat memperdalam pemahaman seputar bahasa dan budaya Jepang serta memperluas pengetahuan tentang pengajaran bahasa Jepang.
Program ini pertama kali diikuti oleh mahasiswa Universitas Bung Hatta dan diharapkan setelah lulus nantinya dapat menjadi pengajar bahasa Jepang. “Jurusan Sastra Jepang Universitas Bung Hatta membuka ksesempatan bagi mahasiswanya untuk mengembangkan potensi dirinya. Saat ini terdapat berbagai program beasiswa yang selalu ditawarkan kepada Jurusan Sastra Jepang Universitas Bung Hatta mulai dari student exchenge ke Sonoda Woman University Jepang, besiswa dari Japan Foundation ini hingga program magang perhotelan,” sebutnya kepada Rektor Niki Lukviarman pada pertemuan untuk melepas Valdo ini. (404)
Meski kurang dari dua bulan, bungsu dari dua bersaudara tersebut yakin ini kesempatan berharga dalam menata masa depannya. Ini kesempatan emas. Kesempatan emas untuk lebih leluasa mempraktekkan kemampuan Bahasa Jepang, kesempatan untuk berkenalan langsung dengan budaya mereka yang suka kerja keras, disiplin, dan begitu menghargai waktu.
"Alhamdulillah, Do akhirnya bisa berangkat ke Jepang dalam program Japan Foundation. Di sana kami bisa praktek Bahasa Jepang, capacity building, dan teaching learning. Siapa tahu Do dapat ide buat tugas akhir di sana," ujarnya jelang boarding di Bandara International Minangkabau, Rabu, (4/1).
Diakui mahasiswa angkatan 2013, hingga saat ini belum ada ide untuk penulisan tugas akhirnya. Dia berharap semoga sepulang dari Jepang dia bisa memantapkan pilihan untuk penulisan tugas akhirnya nanti. Valdo bercerita penuh semangat, kesempatan pertukaran mahasiswa ini memberikan kebahagiaan tersendiri. Di awal memilih jurusan ini, dia harus mampu meyakinkan pilihannya pada papa dan bunda.
Papa dan bunda sama menginginkan dia memilih kedokteran atau biokimia. Papa dan bunda dengan berat hati menyetujui pilihan Valdo. "Kesempatan ke Jepang ini bisa jadi salah satu cara membuat keduanya bangga. Terima kasih atas peluang dan dukungan pihak jurusan, dekanat dan universitas hingga bisa seperti ini," ungkapnya. Agustus lalu Valdo ikutan seleksi bersama 11 mahasiswa Bung Hatta lainnya. Mereka harus bersaing dengan Universitas Andalas dan lainnya.
"Alhamdulillah, Do mahasiswa satu-satunya yang lolos ke Jepang dan berwngkat awal tahun ini. Hanya dua dari Padang. Satunya lagi dosen dari Universitas Andalas," katanya.
Dikatakan Valdo, selama di Jepang dia akan belajar lebih giat. Waktu yang relatif singkat akan dimanfaatkan sebaik mungkin. Ini peluang berharga yang harus dimanfaatkan. "Ingin kuliah S2 di Jepang. Bekerja di sana seperti tiga senior yang difasilitasi kampus pun oke juga tuh," ujarnya.
Dia pun akan menjaga nama Universitas Bung Hatta sesuai pesan rektor Prof Dr Niki Lukviarman yang melepasnya bersama ketua jurusan, dekan dan wakil rektor III Dr. Diana Kartika sebelum berangkat menuju bandara. Valdo pun akan berupaya tetap berbahasa Jepang kendati ketemu dengan senior-seniornya yang lebih dulu tiba di Jepang.
Satu-satunya dari Sumatera
Ketua Jurusan Sastra Jepang Universitas Bung Hatta Dewi Kania Izmayanti menyebutkan kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pengajar Bahasa Jepang serta membangun kapasitas pendidikan bahasa Jepang yang lebih efisien dan efektif di kawasan Asia Tenggara yang akan dilaksanakan di Japan Foundation Japanese Language Institute, Kansai Jepang bagi mahasiswa dan dosen dari jurusan Sastra Jepang atau Pendidikan Sastra Jepang di Indonesia.
“26 peguruan tinggi di Indonesia diundang untuk mengirimkan satu dosen dan mahasiswa. Dari hasil seleksi adminstrasi dan menulis esai dipilih 30 orang terdiri dari 16 mahasiswa dan 14 dosen. Dari Universitas Bung Hatta, Valdo satu-satunya mahasiswa di Sumatra yang lolos mengikuti kegiatan ini,” sebutnya.
Dewi mengatakan dengan mengikuti kegiatan ini dapat memperdalam pemahaman seputar bahasa dan budaya Jepang serta memperluas pengetahuan tentang pengajaran bahasa Jepang.
Program ini pertama kali diikuti oleh mahasiswa Universitas Bung Hatta dan diharapkan setelah lulus nantinya dapat menjadi pengajar bahasa Jepang. “Jurusan Sastra Jepang Universitas Bung Hatta membuka ksesempatan bagi mahasiswanya untuk mengembangkan potensi dirinya. Saat ini terdapat berbagai program beasiswa yang selalu ditawarkan kepada Jurusan Sastra Jepang Universitas Bung Hatta mulai dari student exchenge ke Sonoda Woman University Jepang, besiswa dari Japan Foundation ini hingga program magang perhotelan,” sebutnya kepada Rektor Niki Lukviarman pada pertemuan untuk melepas Valdo ini. (404)