Uji Publik Untungkan Pelaksana Program Kotaku
Padang - Badan Keswadayaan Masyarakat /Lembaga Keswadayaan Masyarakat (BKM/LKM) setelah dibekali kemampuan mensosialisasikan dan strategi komunikasi program, kini dihadapkan pada uji publik terhadap program mereka. Dalam uji publik ini, beberapa LKM/BKM memaparkan program penanganan kumuh di kelurahan masing-masing.
"Uji publik ini kami maksudkan untuk mengetahui sejauh mana program yang dibuat BKM/LKM mengadopsi kebutuhan di daerahnya. Lewat kegiatan ini diharapkan masukan dan sinergisitas dari SKPD terkait," ujar Ketua Korkot I Padang, F. Ar Razi, Selasa (27/12).
Dikatakannya, saat ini di Padang masih ada 23 daerah kumuh dengan luasan 107,96 hektar. Ke-23 daerah ini masuk kategori lokasi penanganan dan 81 lagi terkategori pencegahan.
Dari 23 daerah kumuh itu, 15 diantaranya ditetapkan sebagai daerah prioritas. Program baseline kota tanpa kumuh (Kotaky) di 15 daerah prioritas inilah yang diuji publik. Kelurahan itu adalah Koto Panjang, Ikur Koto, Dadok Tunggul Hitam, Kalumbuk, Lubuk Lintah, Ampang, Alai Parak Kopi, Seberang Padang, Purus, Mata Air, Jati, Parak Gadang Timur, Kurao Padang, Batuang Taba, Kapalo Koto dan Teluk Kabung Utara.
Uji publik telah dilaksanakan pada 20 dan 21 Desember. Hari ini dan besok dilanjutkan dengan uji publik detailed engineering design (DED). Dan dari kegiatan itu umumnya BKM dan LKM mendapatkan pencerahan dari BKM/LKM lain. Mereka juga mendapat informasi dari SKPD terkait seputar program mereka yang bisa disinergikan.
Salah satunya BKM/LKM Kelurahan Ampang. Dari Dinas Kesehatan Kota Padang mereka dapat informasi ada kegiatan sanitasi permukiman berbasis masyarakat yang dilakukan dinas pada kelurahan itu pada 2017.
Dengan adanya kegiatan yang disinergikan antara Kotaku dengan program dinas kesehatan berarti ada peningkatan dari segi kuantitas dan kualitas program. Selain itu dapat dimanfaatkan kondisi eksisting yang ada dan meminimalkan efek negatif terhadap lingkungsn fisik dan sosial rencana pembangunan lingkungan permukiman.
"Kami berterima kasih sekali kesempatan uji publik ini. Banyak masukan yang makin membuat program kami lebih baik," ujar Syafril Ongga, BKM Kelurahan Ampang usai memaparkan program di Kelurahan Ampang. (zul)
"Uji publik ini kami maksudkan untuk mengetahui sejauh mana program yang dibuat BKM/LKM mengadopsi kebutuhan di daerahnya. Lewat kegiatan ini diharapkan masukan dan sinergisitas dari SKPD terkait," ujar Ketua Korkot I Padang, F. Ar Razi, Selasa (27/12).
Dikatakannya, saat ini di Padang masih ada 23 daerah kumuh dengan luasan 107,96 hektar. Ke-23 daerah ini masuk kategori lokasi penanganan dan 81 lagi terkategori pencegahan.
Dari 23 daerah kumuh itu, 15 diantaranya ditetapkan sebagai daerah prioritas. Program baseline kota tanpa kumuh (Kotaky) di 15 daerah prioritas inilah yang diuji publik. Kelurahan itu adalah Koto Panjang, Ikur Koto, Dadok Tunggul Hitam, Kalumbuk, Lubuk Lintah, Ampang, Alai Parak Kopi, Seberang Padang, Purus, Mata Air, Jati, Parak Gadang Timur, Kurao Padang, Batuang Taba, Kapalo Koto dan Teluk Kabung Utara.
Uji publik telah dilaksanakan pada 20 dan 21 Desember. Hari ini dan besok dilanjutkan dengan uji publik detailed engineering design (DED). Dan dari kegiatan itu umumnya BKM dan LKM mendapatkan pencerahan dari BKM/LKM lain. Mereka juga mendapat informasi dari SKPD terkait seputar program mereka yang bisa disinergikan.
Salah satunya BKM/LKM Kelurahan Ampang. Dari Dinas Kesehatan Kota Padang mereka dapat informasi ada kegiatan sanitasi permukiman berbasis masyarakat yang dilakukan dinas pada kelurahan itu pada 2017.
Dengan adanya kegiatan yang disinergikan antara Kotaku dengan program dinas kesehatan berarti ada peningkatan dari segi kuantitas dan kualitas program. Selain itu dapat dimanfaatkan kondisi eksisting yang ada dan meminimalkan efek negatif terhadap lingkungsn fisik dan sosial rencana pembangunan lingkungan permukiman.
"Kami berterima kasih sekali kesempatan uji publik ini. Banyak masukan yang makin membuat program kami lebih baik," ujar Syafril Ongga, BKM Kelurahan Ampang usai memaparkan program di Kelurahan Ampang. (zul)