Pilih Padang, Malindo Targetkan Transaksi US 3O Milyar Dolar
Padang - Malindo Bussiness Cultural Centre (MBCC) Asia berupaya meningkatkan kesepahaman antara Republik Indonesia dan Kerajaan Malaysia. Peningkatan kesepahaman ini didasari rendahnya transaksi perdagangan antara kedua negara.
Ada peluang besar diantara keduanya karena pada 2015 baru terjadi perdagangan antara keduanya senilai US 19 miliar dolar. Peluang itu cukup signifikan, lebih US 10 miliar dolar. Sementara targetnya 2016 ini sebesar US 30 miliar dolar.
"Melihat besarnya peluang ini, MBCC Asia memilih Padang sebagai tempat pelaksanaan festival Ekonomi, seni dan budaya anar bangsa (Feskon) ke-13. Kami membawa 200 tamu dan 35 usaha kecil menengah Malaysia hadir di acara ini," ujar Presiden MBCC Asia, Dato Seri Haji Abdul Rahman bin Bakar di Padang, Minggu (4/12).
Dato yang juga Penasihat Menteri Pertahanan Malaysia tersebut mengungkapkan ke-200 orang dalam rombongannya terdiri dari investor dan wisatawan. Melalui investor inilah kerjasama ekonomi antar kedua negara ditingkatkan. Akan terjadi kerjasama bisnis saling menguntungkan antara pengusaha dari kedua negara, dengan Padang khususnya sebagai tempat pelaksanaan acara. Ditandai dengan adanya nota kesepahaman antara pebisnis Indonesia dan Malaysia bersama Malindo.
Investor akan melihat peluang bisnis yang ada. Baik di Padang maupun sejumlah daerah yang diundang seperti Kabupaten Belitung, Bangka, Kabupaten Kerinci, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman dan Kota Pariaman. Para kepala daerah itu diberi kesempatan memaparkan potensi dan peluang investasi di daerahnya.
Dalam konferensi pers media internasional yang dihadiri Minister Counsellor Penerangan Sosial Budaya KBRI Kuala Lumpur Trigustono Supriyanto, para kepala daerah tersebut pun kembali memaparkan hal itu secara singkat.
"Saya mengapresiasi inisiasi dari Malindo untuk meningkatkan kerjasama antara kedua negara. Perkuatan ini perlu dilakukan dalam menghadapi Asean Economic Community," ujar Trigustono di hadapan undangan yang menghadiri acara pembukaan Feskon ke-13.
Melalui iven ini, Trigustono berharap dapat menggerakkan perantau Minang yang banyak di Malaysia makin memberikan perhatian lebih pada kampung halaman khususnya dan Indonesia secara umum
Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah berterimakasih terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Kedatangan investor disambut dengan tangan terbuka.
Berbagai kemudahan bakal diberikan, terutama yang berinvestasi di atas Rp2 triliun. Ini pun telah diatur dalam Peraturan Daerah Kota Padang hingga lebih memberikan jaminan jangja panjang terhadap investor.
"Kita berharap kerjasama ini segera diikuti tindakan nyata sebagaimana negara middle east. Ini kesempatan bagus apalagi Padang baru saja ditetapkan kementerian pariwisata sebagai destinasi wisata halal," ujar Mahyeldi Dt. Marajo.
Nyaman bersama MBCC
Kerinci telah bekerjasama dengan MBCC sejak 2015. "Banyak perkembangan signifikan dari Kabupaten itu setelah kerjasama yang erat terbentuk," ujar Bupati Kerinci Adirozal.
Kerinci telah bekerjasama dengan MBCC sejak 2015. "Banyak perkembangan signifikan dari Kabupaten itu setelah kerjasama yang erat terbentuk," ujar Bupati Kerinci Adirozal.
Dikatakannya, pariwisata Kerinci berkembang pesat. Tingkat kunjungan wisatawan tinggi. Kondisi ini terbantu oleh iklan daerah yang dia pimpin tampil di AirAsia. Berkat jasa Malindo, iklan tersebut gratis. Bahkan dalam waktu dekat, Malindo membantu hingga Lion, Sriwijaya mulai mendarat di Kerinci.
Pebisnis Malaysia, Abd Rahim pun merasakan manfaat bergabung dengan Malindo. Dia baru tiga tahun serius berusaha di bidang printing. Berkat gabung dengan Malindo/MBCC sejak dua tahun lalu, dia mengalami lompatan besar dalam bisnisnya.
Pengalaman pebisnis yang lebih senior di MBCC sangat bermanfaat bagi para juniornya. "Kini saya berkesempatan membina kemitraan dengan pebisnis di Indonesia, khususnya Padang," ujar pria 25 tahun itu. (zul)
