Header Ads

  • Breaking News

    Kecelakaan Kerja Tinggi, Indonesia Butuh Banyak Tenaga Ahli K3

    Padang - Angka kecelakaan kerja di Indonesia masih tinggi. Menurut data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, pada 2015 telah terjadi kecelakaan kerja 105.182 kasus dan 2.375 kasus diantaranya mengakibatkan kematian. Sektor penyumbang kecelakaan kerja yang paling tinggi adalah konstruksi.

    Berlatar hal itu Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi Indonesia (A2K4I) kian menggencarkan bimbingan teknis seputar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bidang konstruksi. Tenaga ahli di bidang K3 Konstruksi ini diperbanyak. Berbagai kerjasama dengan instansi terkait pun terus diikat, termasuk dengan perguruan tinggi.

    Kerjasama yang terbaru adalah dengan Universitas Bung Hatta. Ketua Umum A2K4I, Lazuardi Nurdin, CSP dengan Rektor Universitas Bung Hatta menandatangani nota kesepahaman tentang pendidikan, pelatihan, dan pengembangan SDM serta sertifikasi K3 di bidang konstruksi.

    “Sertifikat keahlian di bidang konstruksi ini sangat jarang sekali. Pada tahun ini dan 2017 nanti adalah tahun konstruksi yang ditandai dengan banyaknya pembangunan infrastruktur, Indonesia membangun. Jadi peluangnya sangat besar,” ujarnya usai

    Dia berharap banyak dari kerjasama yang dijalin dengan Universitas Bung Hatta akan menambah deretan tenaga ahli K3 di Sumbar khususnya dan Indonesia umumnya. Mahasiswa tahun akhir dipersiapkan menjadi tenaga ahli K3

    Peluang besar ini disebabkan para jebolan fakultas teknik lebih mengejar sisi keteknikan. Padahal saat pembangunan yang mensyaratkan keselamatan kerja, kehadiran ahli K3 jadi salah satu prasyarat. Pada proyek yang mempekerjakan lebih dari 100 orang dan berisiko tinggi kini harus ada tenaga ahli K3 ini.

    “Kita ingin menjalin kerjasama dengan lebih banyak lagi perguruan tinggi. Kami bermimpi para lulusan perguruan tinggi bisa mengantongi keahlian keteknikan dan sertifikat K3 ini,” ujarnya sembagi menyatakan rasa terima kasihnya atas fasilitasi yang diberikan Balai Konstruksi Wilayah I dan Dinas Prasarana Jalan Sumbar.

    Rektor Universitas Bung Hatta, Niki Lukviarman menyatakan nota kesepahaman ini sesuai dengan roadmap pengembangan Universitas Bung Hatta ke depan. Kerjasama dengan A2K4-Indonesia sangat bermanfaat bagi para lulusan kampus yang mengabadikan nama proklamator Indonesia tersebut.

    Dikatakan Niki, mahasiswa semester akhir di lembaga yang dia pimpin sudah bisa mengikuti melengkapi dirinya dengan sertifikat keterangan ahli (SKA). SKA ini sangat memberi nilai tambah kepada lulusan kita untuk mendapatkan kerja di jalur profesional. Kerjasama ini juga tinggi nilainya bagi akreditasi institusi lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bung Hatta.

    Alumni Universitas Bung Hatta yang sudah mengantongi keahlian K3, Prof Nasfryzal Carlo menyatakan bahagia almamater bisa menjembatani peningkatan kompetensi mahasiswanya.

    Ditegaskan Carlo, Tenaga Ahli K3 ini sangat berpeluang besar dalam dunia konstruksi. Kini ada aturan yang mewajibkan pengusaha konstruksi harus menyertakan tenaga ahli K3 untuk proyek konstruksi mereka yang memiliki risiko tinggi.

    “Ini peluang besar bagi para alumni Universitas Bung Hatta. Sebab K3 ini sudah integrasikan dengan mata kuliah baik di S1 maupun S2. Mahasiswa saya yang lulus mata kuliah K3 bisa langsung mengikuti ujian menjadi tenaga ahli K3,” ungkapnya gembira atas keberhasilan A2K4-Indonesia Cabang Sumbar yang dipimpin Nasirman Chan melaksanakan kegiatan tersebut.

    Nasirman Chan menambahkan, para awak media yang mempunyai latar belakang keteknikan juga bisa menjadi tenaga ahli K3 ini. Minimal mereka ikut bimbingan teknis agar bisa mensosialisasikan arti penting keselamatan dan kesehatan kerja kepada masayarakat luas.

    Kini di Sumbar baru ada 160 orang tenaga ahli K3. Hanya dua orang saja yang ada di level madya. “Jadi peluangnya sangat besar untuk berkiprah sebagai ahli K3 ini. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728