Header Ads

  • Breaking News

    Suarakan Gema Nagari, Diskop Padang Sosialisasikan Koperasi pada MUI dan LKAAM

    Padang - Pemangku adat dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Padang diajak untuk lebih memberi
    dorongan bagi tumbuh kembangnya koperasi. Peran mereka dinilai sangat strategis karena penyampaian mereka lebih dimengerti dan didengar masyarakatnya.

     “Kita ingin agar koperasi mampu mensejahterakan masyarakat.  Kini ada 724 koperasi dan 146 di antaranya berpola syariah, diharapkan jumlahnya bertambah agar makin banyak masyarakat terlayani,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Padang, Yunisman, didampingi Kasi Penyuluhan Dinad Koperasi dan UMKM Sumbar Edwar,  Rabu (6/10).

     Yunisman menegaskan pihaknya menyadari orang Minangkabau ini beragama Islam dan punya suku. Mereka mempunyai hubungan tak terpisahkan dengan pemuka agama dan penghulu kaumnya. Makanya dinas mensosialisasikan ini kepada ulama dan tokoh adat. Kali ini sosialisasi perkoperasian diberikan pada 30 anggota MUI Padang, LKAAM Padang dan pembina koperasi.

    Yunisman menampik, pemuka agama dan pemuka adat diajak lantaran kurangnya pertumbuhan koperasi di Padang. Dinas hanya ingin perjuangan memajukan koperasi ini makin terasa maknanya setelah semua pemangku kepentingan turut serta dalam mensosia lisasikan perkoperasian.

     Para pemangku kepentingan mendorong dalam hal bersifat imbauan,  dorongan atau perintah. Sementara dinas melakukan perkuatan dari hal teknis dan dinas didukung oleh 104 tenaga pendamping koperasi dan UMKM di Padang.  Penekanan nilai-nilai koperasi dari sisi adat dikupas tuntas oleh M Sayuti Dt.  Rajo Pangulu dari LKAAM Sumbar.   Sayuti menjelaskan bagaimana peran orang Minangkabau dalam mendirikan dan upaya mensejah terakan masyarakat.

     Dia memaparkan sekelumit sejarah seputar peran tokoh Minangkabau dalam penetapan dasar negara dan proklamasi. Dan peran Bung Hatta dalam memperjuangkan prinsip gotong royong dan tolong-menolong dalam Islam yang dinamakannya koperasi. Banyak sentilan yang diberikannya.

     “Orang minangkabau harus ikut memperjuangkan koperasi. Jangan sampai koperasi hanya tinggal kebanggaan saja bagi kita. Sementara yang lain sejahtera berkat koperasi,” tegasnya sambil meng ingatkan ekonomi liberal, ekonomi pluralisme, kapitalisme dan sekularisme siap memangsa kita.

     Perkuatan dari sisi agama diberikan oleh Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar. Dia memaparkan keuta maan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan. Dia mengajak semua untuk meniru cara Nabi Muhammad membangun ekonomi ummat

     Gusrizal mengajak seluruh ulama untuk tidak apriori dengan keterlibatan dalam sosialisasi perkoperasian. Gunakan kesempatan ini untuk mengingatkan masyarakat meski koperasi dari anggota untuk anggota, selama masih menganut sistem bunga maka hukumnya haram.

     “Saya ikut mensosialisasikan koperasi yang diperkuat dengan Gerakan Lima Ribu Membangun Nagari, karena telah diyakinkan koperasi yang dikembangkan berbasis syariah. Orang Minang pasti akrab dengan siatem syariah.  Jadi saya tidak menyalahi fatwa ulama yang menegaskan keharaman bunga,” tegasnya. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728