Bakorluh Siap Sukseskan Sumbar Kompeten
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bertekad menjadi contoh dan rujukan dalam mempersiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang kompeten. Apalagi di Sumbar, lembaga pendidikan yang bermutu dan terpercaya pula.Lembaga ini diandalkan untuk mempersiapkan sumberdaya manusia yang kompeten mulai dari Lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD), SDM SLTP, SLTA dan perguruan tinggi.
Gubernur Irwan Prayitno melalui Kepala Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Sumbar Yeflin Luandri, baru-baru ini di kampus I Universitas Bung Hatta (UBH), Padang, menyebutkan dalam menghadapi MEA dan pasar global, lembaga pendidikan dan latihan tidak hanya dituntut sebagai pelaksana proses pendidikan tapi juga diharuskan menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), minimal menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK).
Di hadapan peserta “Deklarasi Menuju Sumbar Kompeten”, gubernur menegaskan dunia global sekarang sudah sepakat, tenaga kompeten tidak hanya dibuktikan dengan ijazah dan nilai, tetapi harus dibuktikan dengan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pemprov Sumbar sendiri telah bermitra dengan UBH dalam gerakan optimalisasi penyuluhan 2014 yang diawali dengan MoU antara Bakorluh Sumbar bersama LPPM UBH. Kemudian telah berhasil pula dengan program kompetensi Penyuluh Perikanan dan Pelaku Utama/Usaha Perikanan Sumbar di TUK Fakultas Perikanan dan Imu Kelautan UBH.
Menurut Yeflin Luandri, acara ini lebih menggerakan kepada semangat berkompetensi terutama di wilayah binaan sumberdaya manusia kelautan dan perikanan. Saat ini 2.000 orang SDM Kelautan dan Perikanan baik penyuluh perikanan, pelaku utama/ usaha perikanan maupun lulusan sarjana dan SMK kelautan dan perikanan di Sumbar sudah disertifikasi.
“Diharapkan melalui sertifikasi kompetensi profesi dan teknis tersebut dapat menjadi bekal dalam menghadapi MEA dan persaingan bebas nantinya. Bahkan salah satu upaya pencegahan kematian ikan seperti di Danau Maninjau adalah melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja perikanan,” terangnya.
Sementara. Wakil Rektor III UBH Dr. Diana Kartika, M.Hum mendukung visi Sumbar Madani dan Sejahtera serta bersyukur atas penghargaan TUK Award yang berikan BNSP kepada Tempat Uji Kompetensi (TUK) FPIK-UBH Padang yang telah berhasil sebagai pelaku uji kompetensi yang terbaik dari 2.153 TUK di Indonesia.
TUK FPIK-UBH memiliki 24 asesor yang terdiri dari teknis, profesi dan penyuluh perikanan. Tahun ini akan hadir lagi lembaga sertifikasi dalam bidang lainnya di UBH yang sekarang dalam proses pendirian PTUK yang lebih luas lagi untuk berbagai jenis profesi dan berada di bawah BNSP.
Sedangkan Kepala BNSP yang disampaikan Ketua Komisi Sertifikasi BNSP Ir. Drs. Asrital Tatang, MT sangat mengapresiasi pencanangan Sumbar Kompeten dalam rangka mensukseskan Indonesia Kompeten Tahun 2025. Sumbar merupakan Provinsi pertama di Pulau Sumatera dan ketiga di Indonesia setelah Jawa Timur dan Bali yang sudah mencanangkannya.
“Diharapkan Sumbar memiliki banyak lagi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) baik yang sudah ada dalam bidang profesi pendidikan, kesehatan, perindustrian, dan lainnya, maupun yang akan dikembangkan lagi untuk berbagai jenis profesi di PTUK UBH Padang” katanya.
Anggota Komisi IV DPR-RI, Dr. Hermanto, SE, MM, mengatakan dalam uji kompetensi bukan sekadar sertifikasinya saja tapi lebih diutamakan pada kehandalan usahanya. Komisi IV DPR berharap munculnya uji kompetensi untuk sektor pertanian dan kehutanan agar dapat mengelola sumberdaya alam serta menjaga kelestarian lingkungan hidup yang dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan.
“Kepada BNSP diminta untuk lebih banyak mengalokasikan uji kompetensi di Sumbar dan daerah lainnya di Indonesia,” imbuhnya. (*)