Univ Bung Hatta Tolak Calon Mahasiswa Terindikasi Narkoba
Padang - Universitas Bung Hatta menunjukkan keseriusannya untuk menjauhkan keluarga besar kampus yang mengabadikan nama proklamator itu dari narkoba dan bencana. Perguruan tinggi itu juga bertekad untuk menerapkan prinsip dan karakter Bung Hatta.
“Kita ingin mewarnai kampus ini dengan kebunghattaan sekaligus membebaskannya dari bencana dan narkoba,” tegas Rektor Universitas Bung Hatta, Prof Dr Niki Lukviarman, Kamis (18/8).
Bung Hatta itu kata Niki jujur, sabar, cerdas, dan penuh ide ini memegang teguh prinsip yang diyakininya serta selalu berkarya nyata. Hal ini diperkenalkan kepada para mahasiswa baru Universitas Bung Hatta lewat mata kuliah dasar umum kebunghattaan.
Untuk kesiagaan terhadap bencana, Bung Hatta membangun kampus II di Air Pacah, Bung Hatta juga mengembangkan program studi manajemen risiko bencana. Seminar, pelatihan kebencanaan ditingkatkan. Bahkan universitas itu punya daerah binaan siaga bencana.
Universitas yang didirikan pada 1981 itu juga bertekad membebaskan kampusnya dari narkoba. Calon mahasiswa yang terindikasi narkoba ditolak. “Tahun ini tiga calon mahasiswa kita tolak masuk kampus kita. Hal ini diketahui dari tes kesehatan yang dilakukan Klinik Rahmi Hatta,” ujar Niki yang diamini Wakil Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan Susi Herawati.
Diakui Niki, kampus yang dia pimpin pada 2013 mendengarkan permintaan BNN agar kampusnya berpartisipasi aktif membina pemakai narkoba. Setelah dievaluasi, ternyata kebijakan ini jadi bom waktu bagi universitas. “Makanya kita harus tegas. Mereka yang terindikasi memakai saja kami tolak masuk kampus kami. Tiap mahasiswa pun harus menandatangani pakta integritas, jika ketahuan memakai atau tertangkap, mereka bukan lagi bagian universitas Bung Hatta,” tegas Niki.
Bentuk sketsa wajah
Pada pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru pada tahun ini, universitas merancang kegiatan yang beda dari biasanya. 1.300-an mahasiswa baru diajak berkenalan dengan sosok Bung Hatta dengan membuat sketsa wajah Bung Hatta bersama-sama.
Di siang yang terik, mereka berlatih membuat sketsa tokoh proklamator itu dari ribuan caping. Caping-caping hitam dan putih yang telah disusun sedemikian rupa itu harus dikenakan mahasiswa Bung Hatta
Mereka dibagi atas 20 kelompok dan satu persatu dipersilakan masuk ke formasi dan mengenakan caping. Setelah semua caping dikenakan, maka tampaklah wajah Bung Hatta. Sketsa ini akan diabadikan lewat drone di puncak pengenalan kampus itu. Setelah semua mahasiswa merasa satu usai outbond.
“Ini bagian upaya kita memotivasi mahasiswa untuk saling bekerjasama dan punya kecintaan terhadap Bung Hatta,” ujar Wakil Rektor II, Dr. Diana Kartika. (zul)