BPMPKB Giatkan Mitigasi di Empat Kelurahan
Padang - Kelompok siaga bencana (KSB), badan atau lembaga keswadayaan masyarakat, fasilitator dan penanggung jawab operasional kegiatan, para lurah makin dipersiapkan dalam penanggulangan risiko bencana berbasis komunitas (PRBBK).
Para pihak dari empat kelurahan seperti Lolong Belanti, Batang Arau, Lubuk Buaya, Bungo Pasang terus dilatih agar makin siap menghadapi risiko bencana.
“Pemko menilai program PRBBK ini perlu dilanjutkan. Jadi keempat kelurahan yang jadi pilot project kementerian pada tahun lalu difasilitasi untuk meneruskan kegiatan pelatihannya,” ujar Kepala BPMPKB diwakili Kabid Penanggulangan Kemiskinan Yuherdi, Rabu (24/8).
Dikatakan Yuherdi, tahun lalu, Padang mendapat pilot project PRBBK bersama Lampung. Keempatnya dipersiapkan pemerintah pusat untuk menghadapi potensi gempa dan tsunami di Padang.
Terbukti, pada saat bencana terjadi di Padang, para anggota KSB, LKM dan BKM dan lainnya bahu membahu. Makanya pemko berupaya meneruskan program tersebut. “Kami dari BPMPKB berupaya memfasilitasinya. Para pihak yang terlibat dalam penanggulangan bencana terus dilatih,” tegasnya.
Ketua Korkot I Padang F. Ar Razi bersama timnya menyelenggarakan pelatihan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam PRBBK. Para pihak ini diingatkan lagi seputar rencana kontigensi (renkon), penilaian risiko dan dampak, dan lainnya.
Dijelaskan, peserta diberi pemahaman tentang rencana penanggulangan bencana (RPB), rencana kontigensi dan rencana operasi.
RPB ini berisikan perkiraan-perkiraan apa saja yang timbul ketika suatu bencana terjadi.
Peserta diharapkan mampu mengidentifikasi bencana yang mungkin terjadi. Setelah itu harus mampu membuat probalitas bencana dan dampaknya. Harus bisa menentukan skoring masing bencana dan menentukan dampaknya.
“Hal ini penting agar KSB dan kelompok masyarakat yang terlibat dalam penanggulangan bencana tidak salah menetapkan mitigasi bencana dan mendatangkan sumberdaya yang aungguh terkibat untuk menangani bencana,” ujar pria yang akrab disapa Ari ini. (zul)
(Diterbitkan Harian Singgalang Edisi Kamis 25 Agustus 2016 di Halaman B-13)
Para pihak dari empat kelurahan seperti Lolong Belanti, Batang Arau, Lubuk Buaya, Bungo Pasang terus dilatih agar makin siap menghadapi risiko bencana.
“Pemko menilai program PRBBK ini perlu dilanjutkan. Jadi keempat kelurahan yang jadi pilot project kementerian pada tahun lalu difasilitasi untuk meneruskan kegiatan pelatihannya,” ujar Kepala BPMPKB diwakili Kabid Penanggulangan Kemiskinan Yuherdi, Rabu (24/8).
Dikatakan Yuherdi, tahun lalu, Padang mendapat pilot project PRBBK bersama Lampung. Keempatnya dipersiapkan pemerintah pusat untuk menghadapi potensi gempa dan tsunami di Padang.
Terbukti, pada saat bencana terjadi di Padang, para anggota KSB, LKM dan BKM dan lainnya bahu membahu. Makanya pemko berupaya meneruskan program tersebut. “Kami dari BPMPKB berupaya memfasilitasinya. Para pihak yang terlibat dalam penanggulangan bencana terus dilatih,” tegasnya.
Ketua Korkot I Padang F. Ar Razi bersama timnya menyelenggarakan pelatihan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam PRBBK. Para pihak ini diingatkan lagi seputar rencana kontigensi (renkon), penilaian risiko dan dampak, dan lainnya.
Dijelaskan, peserta diberi pemahaman tentang rencana penanggulangan bencana (RPB), rencana kontigensi dan rencana operasi.
RPB ini berisikan perkiraan-perkiraan apa saja yang timbul ketika suatu bencana terjadi.
Peserta diharapkan mampu mengidentifikasi bencana yang mungkin terjadi. Setelah itu harus mampu membuat probalitas bencana dan dampaknya. Harus bisa menentukan skoring masing bencana dan menentukan dampaknya.
“Hal ini penting agar KSB dan kelompok masyarakat yang terlibat dalam penanggulangan bencana tidak salah menetapkan mitigasi bencana dan mendatangkan sumberdaya yang aungguh terkibat untuk menangani bencana,” ujar pria yang akrab disapa Ari ini. (zul)
(Diterbitkan Harian Singgalang Edisi Kamis 25 Agustus 2016 di Halaman B-13)