Sastra Inggris UBH Kini Makin Handal
Padang - Untuk menguasai Bahasa Inggris memang bisa lewat kursus yang kini
menjamur. Namun sungguh beda hasilnya jika berada dalam lingkungan
Sastra Inggris di selenggarakan berbagai kampus. Akan lebih baik lagi
hasilnya jika kuliah di Jurusan Sastra Inggris Universitas Bung Hatta
(UBH).
Di Sastra Inggris UBH, mahasiswa dilatih berbagai aspek
yang memudahkan mereka mendapatkan pekerjaan nantinya. Mahasiswanya
dilatih menjadi pembicara handal dalam konteks apapun, penerjemah
mumpuni, peneliti pemula, penulis kreatif.
Mahasiswa ditangani oleh para native speaker berkaliber
internasional. Banyak dosen tamu. Bahkan pengajar-pengajar di sana sudah
berpredikat doktor.
"Kami telah melakukan tracer study sehingga kurikulum
perkuliahan Sastra Inggris benar-benar menjawab kebutuhan dunia kerja.
Terutama di era masyarakat ekonomi ASEAN. Makanya lulusan Sastra Inggris
kami mudah mendapatkan pekerjaan," ujar dosen Sastra Inggris, Dr.
Yusrita Yanti, Senin (25/7).
Diungkapkan Yusrita dari survey mereka, seluruh lulusan
Sastra Inggris UBH diterima di semua lapangan pekerjaan. Perbankan,
BUMN, guru, media cetak dan elektronik, penerbitan, peneliti, dosen, Max
Planck Evolutionary Anthropology Institute Jerman dan lainnya. Mereka
pun sukses membuka lapangan kerja sendiri.
Untuk jadi pembicara, mahasiswa dibekali dengan public
speaking dan public relation. Keterampilan berbicara mereka diasah lewat
debat dan english club. Mereka berpestawi hingga nasional bersaing
dengan perguruan tinggi terkemuka.
Di kelas mereka juga dilatih mengungkapkan hasil kerja
kelompok mereka dan tiap kelompok bergantian memimpin pembahasan seputar
tugas mereka. Mereka dimotivasi lewat kuliah lapangan, iven english
creative, buletin dan lain-lain. Ini memungkinkan mereka jadi public
relation di perusahaan terkemuka. Banyak alumni yang memperoleh berkah
ini.
Sebagai peneliti, mahasiswa dibekali dengan kajian budaya
lokal dan kajian budaya tiga negara penutur Bahasa Inggris seperti
Inggris, Amerika dan Australia. Mereka diikutkan dalam penelitian dosen
sehingga banyak yang jadi asisten penelitimdi LIPI dan perguruan tinggi
lainnya.
Bahkan yang membanggakan Yusrita, dalam International
Symposium on Malay-Indonesia Linguistic (ISMIL) ke-20 di Melbourne
beberapa waktu lalu, bekas mahasiswanya sama-sama jadi penyaji dalam
kegiatan itu. Dia pun sudah tingkat doktoral. Namanya Dr Diana Rozelin
Saat ini, diperkuat kerjasama dengan Sidney University dan
universitas dunia lainnya. Di Sastra Inggris pun ada program beasiswa,
baik berupa bidik misi maupun program beasiswa pemerintah dan institusi
lainnya. Yayasan Pendidikan Bung Hatta pun ada meberikan beasiswa.