Siswi Adabiah Kandidat Paskibraka 2016
![]() |
| Ketua YSO Adabiah menyerahkan bantuan kepada Janatun Maqwa, Siswa SMA Adabiah yang akan mengikuti seleksi nasional Paskibraka 2016 di Jakarta. |
Padang - Keluarga besar Yayasan Syarikat Oesaha Adabiah bergembira. Seorang
siswinya berkesempatan menjadi bagian pasukan pengibar bendera pusaka
(paskibraka) yang akan bertugas menaik dan menurunkan duplikat bendera
pusaka di istana negara pada hari kemerdekaan tahun ini.
"Ini berkah bagi Adabiah. Siswi kita terpilih untuk menjadi
bagian dari pasukan pengibar bendera pusaka di Istana Negara pada 17
Agustus nanti," ujar Ketua Yayasan Syarikat Oesaha Adabiah, Dr. Ali
Asmar didampingi sekretaris dan para wakil ketua yayasan itu, Sabtu
(18/6).
Diungkapkannya, betapa Adabiah tak akan bangga. Siswi
bernama lengkap Janatun Maqwa itu menyisihkan ratusan siswa tingkat Kota
Padang dan ratusan lainnya di tingkat Sumbar.
Keberhasilan Nana menjadi bukti proses pembelajaran di
perguruan Adabiah menyeimbangkan antara kegiatan kurikuler dan ekstra
kurikuler. Dari sisi kurikuler, berhasilnya sejumlah siswa SMA Adabiah
dan SMA Adabiah 2 masuk ke perguruan tinggi favorit di Sumbar dan di
luar Sumbar. Bahkan mereka bisa menembus ITB lewat jalur SNMPTN.
Adapun dari ekstrakurikuler, kegiatan pramuka dan paskibra
mampu mengantar Nana melenggang ke tingkat nasional. Pada 21 Juli nanti,
dia berangkat ke Jakarta.
"Meski ada satu tahapan seleksi lagi di Jakarta, prestasi
siswa kita tersebut mesti disyukuri dan sangat kita apresiasi,"
tegasnya.
Dikatakannya, siswi yang akrab dipanggil Nana itu terpilih
mengikuti seleksi bersama tiga siswa-siswi Sumbar lainnya. Ada seorang
lagi siswi dari Padang dan dua putera Payakumbuh dan Tanah Datar.
Ali Asmar menyatakan keluarga besar Yayasan Syarikat Oesaha
Adabiah tentu menginginkan Nana yang terpilih menjadi bagian pasukan
pengibar bendera pusaka itu. Dia memotivasi Nana untuk melakukan upaya
terbaik. Nana diingatkannya untuk menjaga kesehatan dan melakukan olah
tubuh sehingga bisa menjalani seleksi dengan baik sebab seleksi di
tingkat pusat tentu lebih sulit. Buktikan bahwa Nana layak jadi bagian
dari tugas kenegaraan di Hari Kemerdekaan RI tahun ini.
Nana mendapat uang saku Rp2,5 juta dari yayasan. Motivasi
berbentuk uang itu diserahkan ketua yayasan kepada Nana. Tak hanya itu,
orang tua Nana pun akan dibiayai untuk mengantar perkengkapan puterinya
ke asrama saat Nana dinyatakan harus masuk asrama.
Mendapat apresiasi seperti itu, orang tua Nana, Ariosda
yang mengantar puetrinya beraudiensi dengan unsur pimpinan yayasan,
menyatakan sangat tersanjung dengan perhatian yayasan dan pihak sekolah.
Dia akan senantiasa memotivasi Nana untuk mengupayakan yang terbaik.
Keluarga akan memberi perhatian lebih untuk membuat si
bungsu tersebut nyaman mempersiapkan kemampuan intelektual, fisik dan
mentalnya. Keluarga pun ingin Nana bisa mengharumkan nama Sumbar, Padang
dan Adabiah di tingkat nasional. Terlebih, menurut sang mama, sudah
terbayang-bayang di mata Nana betapa membahagiakannya saat-saat bertugas
menaik dan menurunkan duplikat bendera pusaka
Nana juga mengakui keberhasilannya dalam seleksi yang dijalaninya tak lepas dari perhatian dan dukungan guru, teman-teman dan pihak yayasan. Meski serasa mimpi bisa terpilih ke Jakarta, Nana tetap bertekad mempersiapkan diri sebaik mungkin. Wejangan dari Ketua yayasan beserta unsur pimpinan dan pihak sekolah akan dipatri di hati, menggelorakan semangat meraih posisi terbaik dan mengenakan pakaian khas paskibraka. Nana pun menggantung asa, sukses di paskibraka memudahkan jalannya menggapai cita-cita sebagai Polwan. (zul)
