Header Ads

  • Breaking News

    Pasar Rakyat Ramadhan untuk Stabilisasi Harga

     Gubernur membuka pasar rakyat ramadhan di halaman Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar.


    Padang - Tingginya permintaan terhadap produk tertentu terutama sembako dalam bulan Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri bisa memicu inflasi di Kota Padang. Permintaan meningkat, harga melambung tinggi, menyebabkan daya beli menurun drastis.

    Untuk itu pemerintah harus menstabilkan harga. Salah satu jalannya adalah dengan mengadakan operasi pasar atau memperbanyak pasar murah. 

    "Pasar Rakyat Ramadhan yang diadakan Dinas Koperasi adalah bagian upaya Pemprov untuk menstabilkan harga di pasar-pasar. Dengan memperbanyak pasar murah yang menyediakan barang kebutuhan masyarakat yang telah disubsidi diharapkan dapat menghambat harga tak terkendali, menghambat inflasi," ujar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno usai membuka pasar rakyat di halaman Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Senin (20/6).

    Dikatakan Irwan, pasar murah memungkinkan warga bisa mendapatkan harga murah. Warga akan lebih memilih berbelanja di tempat yang murah. Dengan demikian di pasar-pasar yang menyediakan barang-barang lebih mahal bakal sepi pembeli. Tentu tiada cara lain kecuali ikut menurunkan harga. Akibatnya para spekulan tidak bisa menerapkan harga seenaknya. Artinya harga lebih terkendali.

    Lagipula, di pasar murah, Pemprov memfasilitasi pertemuan langsung antara produsen dan pembeli. Pasti harga lebih murah karena biasanya salah satu prasyarat bisa promosi sekaligus bertransaksi di pasar murah haruslah mampu menekan harga jual di bawah harga pasar. Dan makin murah dengan subsidi yang diberikan pemerintah.

    Gubernur juga menghimbau para konsumen terutama kaum ibu agar mampu menahan diri baik membeli kebutuhan berbuka maupun kebutuhan lebaran. Sederhanalah dalam menikmati perbukaan dan berhari raya Idul Fitri. Kesederhanaan tersebut pasti berdampak pada stabilnya permintaan dan pada akhirnya harga tak melonjak tinggi. 

    Sembako bersubsidi
    Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Zirma Yusri menyebutkan ada lima item barang diberi
    subsidi. Kelimanya meliputi daging, ayam potong, telur, gula dan minyak goreng. Subsidinya berkisar antara Rp3.000 hingga 10.000.

    Subsidi paling besar diberikan untuk daging. Dengan subsidi Rp10.000, harga daging bisa dibawa pulang oleh konsumen dengan harga Rp105.000. Alokasi 500 kg.

    Lalu ayam potong disubsidi Rp5.000. Ayam yang di pasaran perekor Rp36.000, di pasar rakyat hanya Rp31.000. Tersedia 300 ekor per hari.

    Telur mendapat subsidi Rp3.000 per lapiak, sehingga bisa dibeli dengan harga Rp33.000. Dialokasikan 900 lapiak per hari.

    Minyak goreng disubsidi Rp3.000 per dua liter. Jadi harga di pasarannya Rp24.000, di pasar rakyat cukup membayar Rp21.000. Dialokasikan 522 kilogram.

    Sedangkan untuk gula, ada subsidi Rp3.000 per kilogram. Dengan demikian gula yang di luar berharga Rp16.000. Di bazar bisa ditebus dengan Rp13.000.

    Ditambahkan Zirma, pasar murah juga dimaksudkan untuk memotivasi pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Sumbar. Jika produknya laku, pelaku UMKM tentu semakin semangat berroduksi.

    Pada tahun ini.pasar rakyat yang berlangsung hingga 23 Juni 2016, diikuti 150 pelaku usaha. Banyak yang ditolak keikutsertaannya karena telah memenuhi kuota. Apalagi diantara mereka yang pesan tempat sejak tiga bulan lalu. Kebutuhan harian dan persiapan lebaran tersedia.

     "Kue lebaran dari berbagai jenis banyak dijual oleh UMKM  binaan kami. Ibu-ibu tinggal datang, pilih yang disuka, beli dan sesampainya di rumah bisa menikmati ibadah malam bulan Ramadhan," pungkas Zirma. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728