Kemenkum HAM Berikan Pemdaftaran Merek Gratis
Padang - Pelaku UMKM yang berpameran di Pasar Rakyat Ramadhan di halaman Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar serasa mendapat berkah. Kemenkum dan HAM memberikan pendaftaran merek gratis kepada mereka. Ada peluang bagi 100 merek.
"Alhamdulilah Kemenkum dan HAM mau memberikan fasilitasi
untuk pendaftaran merek bagi UMKM binaan kita, terutama yang ikut
meramaikan pasar rakyat yang kita adakan. Teknisnya diserahkan kepada
kita. Ini benar-benar berkah Ramadhan bagi kita sebagai pembina," ujar
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Zirma Yusri, Selasa (21/6).
Dikatakan Zirma, apa yang dilakukan Kemenkum dan HAM
merupakan bentuk sinergi yang bagus antar lembaga pemerintahan. Mereka
punya program dan kegiatan, sementara dinas punya UMKM binaan. Dinas
diberi kesempatan memilih dan memverifikasi UMKM yang akan diusulkan
pendaftarkan mereknya ke Kemenkum HAM.
Dengan kepercayaan ini, hubungan antara pembina dengan UMKM
binaan tentu akan semakin erat. "Kesempatan ini diberikan saat kita
menyelenggarakan suatu iven. Tentu tingkat kepercayaan pada iven ini
makin baik. Belum lagi banyak dukungan dari peserta bazar yang
memberikan diskon terhadap produk mereka," ujarnya.
BNN pun memberi kesempatan kepada peserta pasar rakyat
untuk mengikuti bazar yang mereka ikuti pada 25 Juni nanti. Juga diberi
kesempatan bagi 100 UMKM dan akan mereka pilih yang akan mereka bawa ke
pameran di Gubernuran tersebut.
Hal ini memberikan kegembiraan bagi UMKM yang mendapatkan
stand di sana. Mereka berebutan untuk lebih awal melapor ke petugas yang
ditunjuk dinas.
Yeni Puteri, salah satu peserta bazar, langsung melapor
agar mereknya didaftarkan kepada petugas yang ditunjuk untuk itu. Kepada
Singgalang dia menyatakan kegembiraaannya atas kesempatan mendapatkan
pendaftaran mereknya, gratis pula. Dia menyadari pentingnya arti merek
dan legalitas lain bagi produknya. Terutama dalam era pasar bebas Asean
saat ini.
Hanya saja Yeni harus bersabar agar bisa punya merek yang
terdaftar. Dulu PIRT didapatkannya dari dinas, ditambah sederet
pelatihan yang dirasa sangat bermanfaat bagi usaha yang dirintisnya
sejak dua tahun lalu. Wanita paruh baya ini berharap dengan merek itu,
makin terbuka leluang pasar baginya.
Kini, kacang telor, stik kentang keju, kacang bawang
balado, kacang mete memang sudah dapat memasuki mini market dan toko kue
di Padang. Dia ingin produknya bisa masuk ke jaringan ritel moderen
atau dinikmati konsumen daerah lain bahkan negara lain. Banyak perantau
yang memesan produknya untuk oleh-oleh buat sanak saudara, rekan atau
mitra mereka di perantauan. (zul)
