Padang Jadi Model Puskesmas Ramah Anak
![]() |
| Sekdako Padang Nasir Ahmad mewakili walikota menyatakan kesiapan penerapan model puskesmas ramah anak di Padang, Selasa( 31/5). (zulfadli) |
Padang - Padang telah tiga tahun menyandang predikat Kota Layak Anak (KLA). Kini jadi model puskesmas ramah anak yang dicanangkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP dan PA).
"Padang termasuk bagus dalam capaian kota layak anak. Lansung meraih level madya pada 2012 dan berhasil mempertahankannya dua tahun hingga 2015," ujar Deputi Tumbuh Kembang Anak KPP dan PA, Lenny Rosalin di hadapan SKPD dan KepalaPuskesmas se Kota Padang, Selasa (31/5).
Pencapaian ini sudah membanggakan, karena kota lain ada yang turun peringkatnya. Padang termasuk pada 77 kota yang diinisiasi dan mendapat award. Kota ini juga bagian dari 24 daerah yang berhasil meraih level madya.
Dalam advokasi penerapan Puskesmas ramah anak itu, Lenny menegaskan kota sehat yang juga diraih Padang sangat menunjang pencapaian KLA. Sektor kesehatan menyumbang sembilan dari 31 indikator KLA.
Satu diantaranya, pelayanan ramah anak di rumah sakit dan puskesmas yang cukup stategis dilakukan. Dari puskesmas inilah,ditingkatkan delapan indikator lain.
Lewat puskesmas dapat ditingkatkan akses kesehatan keluarga miskin, layanan kesehatan reproduksi remaja, prevzlensi angka gizi, asi ekslusif, imunisasi lengkap, kawasan tanpa rokok, pentingnya penggunaan zir bersih, peningkatan kesehatan anak keluarga miskin. Angka kemagian bayi dzpat pula diturunkan. "Semua harus bersinergi. Padang tinggal selangkah lagi untuk level nindya dan utama. Jangan hanya puas sebagai kota layak anak berkategori madya. Himpun semua potensi," ujarnya.
Walikota yang diwakili Sekdako Nasir Ahmad menyatakan kesiapan pemko
untuk memotivasi dan memfasilitasi penerapan puskesmas ramah anak. Dia
memerintshkan Bappeda sebagai motor penggeraknya. Dia pun mengharapkan
para dokter, tenaga medis, paramedisdi 22 puskesmas dan 62 puskesmas
pembantu dapat memunculkan haraoan sehat saat warga ada yang bermasalah
dengan kesehatannya. Jangan sampai setelah di puskesmas, penyakit malah
bertambah hanya karena mendapat layanan yang kurang baik.Padang serius untuk upaya itu. Padang harus meningkatkan predikst kota layak anak, mempertahankan reputasi kota sehat dan tengah berupaya meningkatkan sejumlah puskesmas menjadi rumah sakit umum daerah tipe D.
"Puskesmas adalah fasilitas layanan kesehatan terdepan dalam memberikan layanan pemenuhan hak anak atas peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan dan pemulihan. Juga pusat informasi kesehatan bagi keluarga tetumatam ibu dan anak," ujar Nasir Ahmad didampingi Kepala BPMPKB, Muji Susilawati.
Anggota Komisi D DPRD Kota Padang, Zulhardi Z. Latief malah ingin di tiap puskesmas ada arena bermain anak. Diberikan pula makanan tambahan sebagaimana yang diterima anak saat berada di Posyandu. "Dengan kebersamaan, apapu bisa kita lakukan. Program yang mendukung kota layak anak ini harus kita dukung bersama," pungkasnya. (404)
