Muhammadiyah Fasiitasi Sunat Gratis 100 Anak
Padang - Jelang lebaran, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar
menyelenggarakan sunatan gratis bagi 100 anak. Mereka didata oleh 15
Pimpinan Cabang di Padang. bersama Pengurus Masjid Taqwa
"Ini bakti Muhammadiyah terhadap umat, karena Muhammadiyah
adalah milik umat. Kehadirannya untuk kepentingan bangsa. Hari ini kita
memberikan kesempatan sunat gratis kepada anak-anak warga Padang yang
kurang mampu," ujar Wakil Ketua PWM, Nurman Agus
Menurut Nurman, terlaksananya kegiatan atas peran Pengurus
Masjid Taqwa Muhammadiyah, Lazismu, Badan Wakaf Uang, Klinik Pratama dan
Aisyiyah Sumbar. Semuanya ingin menghadirkan Muhammadiyah ke masyarakat
luas.
Diungkapkan Nurman Agus, di Muhammadiyah ada majelis
pelayanan sosial dan majelis pembina kesejahteraan umat. Majelis-majelis
itu diarahkan untuk memenuhi kebutuhan umat, bukan untuk warga
Muhammadiyah saja, termasuk di dalamnya KlinikPratama Kyai Haji Ahmad
Dahlan yang jadi tempat pelaksanaan sunatan massal itu.
Ditegaskannya, waktu penyunatan yang jelang lebaran ini tak
usah dikhawatirkan. Insya Allah sebelum lebaran mereka sudah bebas
bergerak lagi. Apalagi sistem laser yang digunakan tim kesehatan dari RS
Aisyiyah memungkinkan anak sembuh cepat. Dalam dua hari mereka bisa
pakai celana lagi.
Ketua Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumbar,
Abdurrahman S Chan menyebutkan sunatan massal ini merupakan agenda rutin
tahunan mereka. Tahun ini peserta lebih ramai dan merata hingga
pinggiran kota. Berarti kegiatan ktu mendapat sambitan positif dari
masyarakat.
"Kita ingin menjadikan masjid ini pusat peribadatan
sekaligus pensejahteraan umat melalui berbagai pelayanan sosial yang
dilakukannya bagi masyarakat Kami didukung 15 Pimpinan Cabang Aisyiyah
di Padang, Lazismu dan Badan Wakaf Uang hingga bisa melaksanakannya dan
memberikan paket sarung, uang dan obat-obatan," ujarnya didampingi
Pimpinan Klinik Pratama Kyai Haji Ahmad Dahlan, Rustam.
Resmayanti yang datang dari Gaung, mengantar anaknya Iqbal
untuk ikut sunatan itu menyatakan kegembiraannya atas kesempatan yang
diberikan pengurus Aisyiyah dan Muhamadiyah. Ini sangat membantu bagi
mereka yang perekonomiannya pas-pasan, terutama di saat masuk sekolah
dan jelang lebaran ini.
Di luar, bisa ratusan ribu rupiah. Malah kalau pakai laser bisa jutaan rupiah. Makanya dia berupaya membujuk anaknya yang tiba-tiba berontak dan tak mau disunat. Iqbal terpengaruh oleh temannya yang begitu dipanggil namanya bersikukuh untuk tidak mau naik meja operasi. Dia yang sudah yatim itu pun dibujuk mamaknya. (zul)
