Guru dan Pengawas SMP Adabiah Juara Kota Padang
Padang - Keluarga Besar SMP Adabiah Padang sangat bersuka cita atas prestasi yang
diraih guru dan pembina sekolah mereka. Ini kado indah di hari pendidikan nasional dan pemacu semangat menghadapi ujian nasional minggu depan.
"Alhamdulilah guru dan pembina sekolah kami terpilih sebagai guru berprestasi dan pembina sekolah berprestasi tingkat Kota Padang. Wiwid Suciati, guru Bahasa Indonesia kami jadi Juara I Guru Berprestasi tingkat SMP di Kota Padang dan Syafriadi yang pengawas SMP Adabiah mendapat juara II," ujar Kepala SMP Adabiah Padang, Prana Jaya, Selasa (3/5).
Dikatakan Prana Jaya, hal ini sangat membanggakan dan memberi harapan. Jika guru berprestasi, tentu para siswanya pun terpacu untuk berprestasi. Momen ini dinilainya sangat bagus untuk menyemangati anak didik yang akan mengikuti ujian nasional.
"Ini bisa jadi penambah semangat bagi mereka. Mereka tambah yakin bahwa sekolahnya tidak kalah dari yang lain asalkan mau dan terus mengasah kompetensi diri," ungkapnya.
Prana Jaya yang belum beberapa bulan ini jadi Kepsek definitif di SMP Adabiah optimis siswanya bisa mendapatkan sekolah-sekolah favorit sebagaimana yang mereka idamkan. Pihak sekolah bersama orang tua telah berupaya membantu persiapan untuk ujian nasional (UN) sejak Agustus 2015.
Selain pelajaran tambahan, anak-anak diberikan try out baik internal maupun eksternal. Bahkan try out dari eksternal mencapai sembilan kali. Terpenting dari semua usaha itu, Prana Jaya senantiasa menegaskan agar para siswa dan guru senantiasa mengutamakan kejujuran.
Diingatkannya para siswa untuk belajar semaksimal mungkin meski nilai UN tak lagi menentukan lukus atau tidaknya. Namu UN masih menentukan pilihan sekolah mereka. Jangan harap jawaban ujian bakal datang dari langit, dari lemparan jawaban rekan mereka atau pihak lainnya. Semua pihak telah berkomitmen untuk melaksanakan UN berintegritas.
"Dari hasil try out, sekolah kami berada pada posisi 35 dari 116 SMP di Kota Padang. Hasilnya cukup bagus, tapi anak-anak kami tetap intensif mengikuti pelajaran yang di-UN-kan. Siswa juga diajak bermuhasabah terutama saat terakhir sekolah," pungkasnya. (zul)