Header Ads

  • Breaking News

    Talang Babungo Mendapat Sentuhan Astra Group



    Alahan Panjang - Jorong Tabek Nagari Talang Babungo berada jauh di pedalaman, sekira 12 kilometer
    dari Alahan Panjang. Penduduknya hidup bergantung pada tetesan tebu dan mayang. Tiap hari melintasi jalanan becek dan berlubang.

    Namun siapa sangka tabir kemajuan daerah itu terbuka berkat perjuangan tak kenal lelah dan pamrih dari guru pada sebuah madrasah yang didirikan di sana 16 tahun lalu. Madrasah ibtidaiyah yang setingkat sekolah dasar itu ditumbuhkan di rumah guru yang ada di Tabek.

    “Bagi sebahagian orang, mungkin Jorong Tabek tak berarti. Tapi bagi kami Jorong Tabek adalah segalanya. Darah kami berdesir, semangat kami berkobar jika nama Jorong Tabek disebut. Kami bangga hidup di jorong ini,” ungkap Dian Azizah dan Najla Agil Syahira dan kawan-kawannya di hadapan rombongan Astra Grup Indonesia, Bupati Solok, Muspika Kecamatan Hiliran Gumanti, tokoh masyarakat, ninik mamak dan alim ulama Nagari Talang Babungo, Sabtu (16/4).



    Cara mengungkapkannya pun elegan. Disampaikan dalam tiga bahasa. Najla menggunakan Bahasa Arab, Sementara Dian Azizah menggunakan Bahasa Jepang. Temannya yang lain menterjemahkannya dalam Bahasa Indonesia.
    Najla dan Dian barulah kelas III. Ini menunjukkan betapa madrasah itu telah membekali murid mereka dengan baik. Jauh sebelum masyarakat ekonomi Asean diberlakukan, dimana kemampuan berbahasa asing makin memudahkan kita memenangkan persaingan kerja dan mengembangkan usaha.

    Bahasa Arab memang diajarkan di MIS. Baik sebagai pelajaran wajib maupun ekstra bagi yang benar-benar ingin mempelajarinya. Sementara kemampuan berbahasa Jepang merupakan pilihan.

    Menurut data yang diperoleh Singgalang, ada 15 penduduk Jorong Tabek yang sudah kembali dari Jepang. Termasuk Guru PAUD Al Makmur yang mendapat kesempatan setahun berguru di negeri sakura itu. Dia belajar tentang bagaimana mendidik anak PAUD, belajar mengelola pos pelayanan terpadu, dan berbagai keterampilan menjahit dan lainnya.

    Anaknya, Dian Azizah mewarisi kepandaiannya berbahasa Jepang dan dengan percaya diri menceritakan keadaan nagarinya kepada tamu dari produsen/pabrikan mobil Jepang itu yang terkesima melihat kefasihan Dian.

    Tersebutlah Mukhtar dan Ainismar yang merintisnya. Menahan pahit getirnya perjuangan demi memberi wawasan keilmuan kepada generasi emas yang diharapkan bisa membangkitkan batang terandam daerah mereka.

    Waktu itu, Talang Babungo Kecamatan Hiliran Gumanti masih tergolong daerah tertinggal di Kabupaten Solok, terisolir pula. Ada dua rumah guru di jorong dalam Nagari Talang Babungo  itu yang disulap mereka menjadi madrasah.

    Tentu saja niat baik ini tidak berlangsung mulus begitu saja. Banyak rintangan yang mesti dihadapi. Bagi Mukhtar dan Ainismar, semua halangan dan rintangan menjadi pelecut semangat mereka. Mereka yakin Allah SWT bakal memberi kemudahan kepada hambanya yang berusaha sekuat tenaga diiringi doa.
    Bahkan Mukhtar mengambil risiko besar. Anaknya yang sudah bersekolah di SD negeri dimintakan izin untuk menuntut ilmu di madrasah yang baru saja dia rintis.

    Ini halangan pertama. Kepala sekolah dan guru di sana berusaha mencegah. Sang anak diupayakan tetap sekolah di SD itu dengan berbagai cara. Termasuk memberi ketegasan tak akan membolehkan anak Mukhtar kembali ke SD itu seandainya sekolah rintisan tersebut gagal.

    Mukhtar jelas termangu sejenak. Dia pun menimbang-nimbang segala kemungkinan.
    Setelah dapat menguasai diri, diungkapkanlah kesungguhan untuk memperjuangkan madrasah yang bakal mendidik generasi Jorong Tabek mewujudkan impian menjadikan Jorong Tabek indah berseri bagaikan taman istana yang sungainya jernih ikannya menari di bebatuan. Masyarakat di sana hidup sejahtera, damai, tenteram, selalu bersatu dalam suka dan duka.

    Kesungguhan Mukhtar yang jadi Kepala MIS Tabek atau MIS Muallimin pertama akhirnya berbuah. “Alhamdulillah masyarakat memberikan dukungan penuh. Terbukti sejumlah orang mau mendedikasikan dirinya jadi guru. Nyaris tanpa gaji, malah mereka ikut iuran agar proses pembelajaran tetap berjalan,” ungkapnya.

    Hingga kini, iuran ini seolah wajib dilakukan. Serasa ada yang kurang jika ada sedikit rezeki tak disumbangkan. Tunjangan sertifikasi guru pun digunakan untuk pengembangan madrasah.

    Masyarakat turut mengulurkan bantuan yang mereka bisa. Tampak jelas saat mendapat bantuan Kemenag yang waktu itu dipimpin Darwas. Masyarakat goro pada malam hari. Hasilnya, bantuan yang dialokasikan untuk dua ruangan berhasil dibuatkan tiga ruangan kelas dengan kualitas sangat baik.

    Begitupun ketika mendapat bantuan setelahnya. Hingga madrasah yang dinamai Madrasah Ibtidaiyah Swasta Muallimin berdiri megah dan kini telah terakreditasi A.

    Muridnya pandai bersilat. Kesenian tradisional minangkabau pun mereka kuasai. Terlihat dari penyambutan yang mereka lakukan dan hiburan yang mereka sajikan mampu memukau tetamu dari unsur pimpinan 12 perusahaan Astra Grup dari berbagai daerah di Sumatera yang kebetulan akhir pekan itu hari terakhir pelatihan mereka di Padang.

    Empat pilar
    Kini jorong tersebut mendapat sentuhan dari Astra Group. Astra melakukan pembinaan pada empat pilar di sana. Mereka berupaya memajukan pendidikan, usaha mikro kecil menengah, lingkungan dan kesehatan.

    “Dari analisa potensi, empat pilar ini ada di Jorong Tabek Nagari Talang Babungo. Mungkin ini yang membuat tim dari Asra Grup memilih Talang Babungo sebagai salah satu Kampung Berseri Astra,” ujar Ketua Pelaksana Program Kampung Berseri di Sumbar, Rukiat Tasib didampingi Kepala Cabang Auto 2000 Nur Imansyah Tara, Kepala Cabang Asuransi Astra, Muliawansyah usai kick off Kampung Berseri Astra 2016 yang ditandai penyerahan 328 Alquran dan dua infocus kepada Kepala MIS Muallimin, Ainismar.

    Dijelaskan Rukiat, pelaksanaan program perdana pendampingan dari Astra Group di Sumbar berlangsung hingga Desember nanti. Astra akan menjajagi kerjasama dengan pihak universitas, non government organization (NGO) dan komunitas-komunitas yang ada dan mau bersinergi memajukan daerah itu.

    Astra akan melaksanakan pelatihan kesenian, biodigester, pendataan potensi wisata alam, mendukung pelaksanaan youth silek camp, penyuluhan pertanian, pelatihan kader pariwisata dan pemilihan duta wisata nagari, toilet bersih di sekolah swadaya.

    Pihak Astra juga mensosialisasikan pola hidup bersih, mendukung pemberian makanan tambahan untuk balita dan mem bina posyandu terintegrasi.

    Koperasi yang ada di sana akan diperkuat kelembagaannya. Petani tebu dan produsen gula merah (gulo saka) anggota koperasi tersebut juga dibantu dalam hal pemasaran. Ada kemungkinan dilakukan secara e-commerce.

    Karena surya kejayaan terbit madrasah yang diswadayakan masyarakat Jorong Tabek, maka di sanalah program ini dimulai. Usai kick offf, Nur Imansyah Tara menggandeng rekannya Budi Yulianto memberi pencerahan kepada guru madrasah dan PAUD di sana. Pencerahan bertema guruku inspirasiku ini dimaksudkan agar para guru makin termotivasi mewujudkan impian yang disampaikan murid mereka.

    Apalagi bupati yang diwakili Camat Hiliran Gumanti, Syafruddin mengapresiasi kepedulian Astra grup terhadap Talang Babungo. Pemerintah kabupaten siap bersinergi dan masyarakat di bawah koordinasi Walinagari Talang Babungo, Zulfatriadi diminta menyukseskan program CSR Astra Group agar bermanfaat bagi anak nagari. (*)




    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728