Header Ads

  • Breaking News

    Perempuan Pejuang Keluarga Diapresiasi Walikota



    Padang -  Pemerintah Kota Padang punya cara menghormati dan memotivasi para perempuan di daerahnya ingat perjuangan Raden Ajeng Kartini. Para perempuan yang menjalani peran ganda dan dinilai punya keberanian, kegigihan, kesabaran serta kepedulian dalam memperjuangkan kebahagiaan keluarganya diberi penghargaan.

    Pemko menamakan mereka Perempuan Tangguh Kota Padang. Penghargaan berupa cincin emas dan perkuatan dari Baznas Padang diberikan kepada mereka dalam puncak peringatan Hari Kartini di Aula Stikes Ranah Minang, Kamis (21/4).

    "Kita bangga, para wanita single parent yang karena beberapa hal terpaksa menjalani peran ganda, mampu bangkit dari kesulitan, keterpurukan dan mungkin putus asa. Namun mereka mampu membuat keluarganya bahagia. Ini sungguh menginspirasi dan diharap bisa memotivasi yang lain," ujar Walikota Mahyeldi Ansharullah didampingi Kepala dan Sekretaris BPMPK, Muji Susilawati dan Mardanis.

    Dikatakan Mahyeldi, proses perjuangan para perempuan pejuang keluarga ini telah berhasil didokumentasikan. Diharapkan bisa ditayangkan oleh televisi-televisi disebarkan di internet sehingga perempuan bisa mengambil hikmah dari perjuangan para ibu tangguh ini.

    Bisa disaksikan betapa terharunya mereka menerima sebentuk perhatian dari pemerintahnya. Mereka merasakan kehadiran pemerintah dan paham pemerintah bekerja melayani mereka, bukan mengintimidasi atau mengusir mereka.

    Sebelumnya, saat di hadapan organisasi-organisasi peremouan yang ada di Padang, Mahyeldi menegaskan agama tidak membatasi peran antara laki-laki dan perempuan dalam meraih kebahagiaan. Siapa yang berusaha dia akan memetik hasilnya. "Allah memandang manusia itu berdasarkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan mereka," ujarnya.

    Kepala BPMPKB, Muji Susilawati menyebutkan kegiatan yang pertama kali diusulkan walikota usai peringatan hari kartini tahun lalu adalah kegiatan kedua. Pada 2015 penghargaan wanita tangguh ini diberikan di puncak peringatan hari ibu. Dan tahun ini, penyerahannya dilaksanakan pada peringatan hari kartini.
    Dari pemilihan yang dilaksanakan secara berjenjang terpilihlah Zainur Anif dari Kecamatan Lubuk Begalung sebagai juara I, Darmiwati Kecamatan Padang Selatan sebagai juara II, dan Refriyati dari Nanggalo.

    Zainur yang suaminya meninggal pada 2007 terpaksa jadi tukang ojek. Dia berganti profesi hingga menjual sate. Uniknya, saat malam bulan Ramadhan sate biasanya laku, Zainur malah memilih tidak berjualan. Dia ingin mendekatkan diri pada sang pencipta.

    Dia pun beralih membuat kue lebaran serba mentega karena lebih mudah dan tak menganggu aktivitas beribadahnya. Kekuatan, kesabaran dan segala ikhtiarnya membuat lima anaknya sekolah semua.
    Darmiwati yang hanya petugas laundry hotel pun mampu mengantarkan cita-cita anaknya menjadi penjaga negeri ini dan pekerjaan bagus lainnya.

    Adapun Refriyati yang harus berjuang menghidupi empat anak sembari merawat suaminya yang terkena stroke tetap tegar menjalani kesulitan yang dihadapi. Ada sekira enam bersama suami berusaha membuat lontong dan aneka gorengan untuk dijual di depan rumahnya yang berhadapan dengan sekolah Muhammadiyah.

    Namun sejak 2011 dia harus berjuang sendiri. Karena suami yang selama ini menemani kerja telah tiada, Refriyati harus banting stir membuat bubur ketan hitam dan gorengan yang dititipkan di kedai dan penjual di Pasar Siteba.

    Upaya kader posyandu, ketua kelompok wanita tani Bukit Jaya, anggota majelis taklim ini akhirnya berbuah. Anak perempuan pertamanya sudah bekerja begitu tamat kuliah dan anak keduanya pun hampir wisuda. Sementara dua anak lelakinya masih menempuh pendidikan di SMK dan SMA. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728