Header Ads

  • Breaking News

    RW17 Parupuak Tabing Dirancang Jadi Pusat Kuliner Berbasis Ikan

    Padang - Pasca dicanangkan sebagai Kampung KB, RW 17 Kelurahan Parupuak Tabing dirancang jadi pusat kuliner berbasis ikan.

    Ibu-ibu rumah tangga di sana dilatih BPMPKB bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Padang untuk membuat makanan berbahan ikan. Mereka semangat mengikutinya. Bahkan ada yang sudah membayangkan ada usaha yang dijalanlannya pasca pelatihan membuat kerupuk ikan dan samosa dari daging beku ikan tuna.

    Kepala BPMPKB, Muji Susilawati lebih bahagia lagi atas kesuksesan pelatihan untuk meningkatkan peranan wanita untuk kesejahteraan keluarganya. Para ibu rumah tangga itu diberikan keterampilan mengolah makanan berbasis ikan.

    BPMPKB menggandeng Dinas Perikanan dan Kelautan dan wirausaha sukses di bidang olahan ikan, Novi Zahira. Dan terbukti para ibu yang dibina lewat program P2WKSS tersebut sangat antusias.

    "Kita bisa pula merancang daerah ini jadi pusat kuliner olahan berbasis ikan. Indah sekali jika dengan bantuan SKPD terkait, ibu-ibu ini  mampu menggelar dagangan olahan ikan di depan rumah dan orang datang ke sana untuk berkunjung/berwisata," ungkapnya didampingi stafnya Zulnimar Rabu (23/3).

    Kabid P2HP Dinas Perikanan dan Kelautan, Entri Sofia yang jadi narasumber di acara itu, demi melihat semangat para ibu tersebut mengatakan dinas yang dipimpin Zalbadri itu akan memberikan pelatihan untuk 10 olahan berbasis ikan. Kepala dinas dan jajarannya siap mensukseskan kampung KB yang dikoordinatori BPMPKB.
    Perempuan yang akrab dipanggil En ini menyemangati dengan memberi peluang kaum ibu di Parupuak Tabing berpromosi produk olahan yang mereka pelajari di ajang Komodo Sail April nanti si Muaro Lasak.


    Ketua Kelompok I, Dewi Murni mengatakan, "Dengan keterampilan membuat kerupuk ikan dan samosa berbahan baku ikan ini, ada peluang usaha bagi anggota kelompok kami di RT5/RW17. Jadi kami tak hanya menunggu suami pulang melaut, berkumpul, merumpi dan lainnya.

    Dikatakannya mereka sangat bersyukur Pemko Padang mau memperhatikan kepada istri-istri nelayan di daerah itu.  Biasanya mereka aktif setelah suaminya pulang melaut. Mengolah ikan  yang tidak terjual karena hasil tangkapan sangat banyak.

    "Kami yakin, ada nilai tambah buat ikan yang ditangkap suami. Anak bisa menikmati olahan ikan dan bisa pula meningkatkan ekonomi keluarga," ujarnya tegas.

    Berbekal keyakinan itulah dewi dan rekannya antusias ikut pelatihan. Mereka melupakan sejenak kepiluan dan kesibukan setelah banjir menggenangi rumah sehari sebelumnya.

    Lurah Parupuak Tabing, Syahrul pun berterimakasih atas perhatian Pemko Padang lewat BPMPKB terhadap warganya. Diakuinya, dari 20 RW dan 82 RT di daerahnya, RW 17 termasuk paling rendah ekonomi dan pendidikannya.

    Hasil pelatihan sebagai kelanjutan pencanangan kampung KB di sana diharap dapat meningkatkan perekonomian, pendidikan dan harkat masyarakatnya. Syahrul bahagia melihat warganya bersemangat mengikuti pelatihan itu. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728