Perempuan Koto Tangah Diajak Tambah Penghasilan dari Sampah
Padang - Pelecehan, diskriminasi, kekerasan terhadap perempuan terus meningkat. Selain mengupayakan perlindungan, perlu ditingkatkan harkat, martabat dan kualitas hidup perempuan supaya hal itu tak terjadi lagi. Peran perempuan dalam pembangunan harus pula meningkat.
“Perempuan bila diberikan kepercayaan, dia bisa melakukannya dengan lebih baik. Buktinya Lurah Bandar Buat, Nurmis Yakub menjadi Lurah Berprestasi Tingkat Nasional. Mari kita buktikan agar perempuan mendapat peran yang lebih besar dalam pembangunan,” ujar Sekretaris BPMPKB Padang, Mardanis, didampingi Kabid PP dan PA Dewi Ria dan stafnya Zulnimar Koto Tangah Padang, Senin (21/3).
Dikatakannya, kesempatan untuk itu kian besar seiring Padang sudah punya Perda No.2 Tahun 2014. Kini pemko pun menggiatkan upaya peningkatan kapasitas perempuan berbasis kelurahan.
Pemko lewat Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Padang melaksanakan sosialisasi hingga pelatihan. Di Koto Tangah, ibu lurah, anggota PKK, dasa wisma, kader dan kaum ibu dari berbagai kelurahan di kecamatan itu diberikan pelatihan pengolahan sampah menjadi aneka asesoris.
BPMPKB menghadirkan Dewi Astuti dari Rumah Hijau Aliyana untuk melatih para ibu rumah tangga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari lumbah rumah tangga mereka. Dewi mengajarkan kaumnya untuk memilah sampah organik dan anorganik.
Jika sampah telah terpilah dengan baik menurut jenis, maka lebih mahal harganya. “ Rumah hijau bersedia membeli sampah, asalkan telah terpilah,” ujar wanita yang pernah mengajar di Solsel ini.
Bahkan menurut dia, harga makin berlipat jika telah diolah menjadi asesoris rumah tangga. Begitu mendengar harga beli produk asesoris di Rumah Hijau, kaum ibu tersebut makin bersemangat belajar membuat tempat tisu dari koran bekas. (zul)
