Majukan Koperasi Pasar dengan Kebersamaan
Padang - Pengurus Koperasi Pasar mencurahkan isi hatinyaa pada rapat koordinasi pengembangan usaha koperasi pasar (Koppas). Namun Rahmi dari Universitas Andalas meminta pengurus koppas itu untuk mengubah cara pandang terhadap koperasi mereka.
“Bayangkan koperasi kita itu sebuah perusahaan besar. Banggalah dengan koperasi karena kita pemiliknya, kita yang mengawasi. Maka bersungguh-sungguhlah mengembangkannya,” ujar dosen Fakultas Ekonomi Unand, Rahmi Fahmi, Kamis (19/11) di Padang.
Dalam berkoperasi harus dibangun kebersamaan. Pengurus harus membangun jiwa wirausaha agar bisa meningkatkan kinerja koperasinya.
Rahmi mengingatkan pengurus harus optimis. Jangan bermimpi lagi ada bantuan dana seperti dulu. Kini seluruh usaha harus optimis berkompetisi. Harus memikirkan efektifitas dan efisiensi.
“Pengurus koperasi harus membuka pemikirannya. Berpikiran maju, bersungguh-sungguhlah dan disiplin mengelola. Risiko memang ada tapi yakinlah risiko bisa diminimalkan, dikelola malah bisa dipindahkan,” tegas Rahmi.
Rahmi mencontohkan satu-satunya acara di kampusnya yang menyatukan banyak orang adalah koperasi. Bisa seperti itu karena rasa memiliki dan adanya kebersamaan. Bisa juga digagas pembentukan pusat koperasi pasar di Sumbar. (404)
Diterbitkan di Harian Singgalang Edisi Jumat 20 November 2015 Halaman A-2
“Bayangkan koperasi kita itu sebuah perusahaan besar. Banggalah dengan koperasi karena kita pemiliknya, kita yang mengawasi. Maka bersungguh-sungguhlah mengembangkannya,” ujar dosen Fakultas Ekonomi Unand, Rahmi Fahmi, Kamis (19/11) di Padang.
Dalam berkoperasi harus dibangun kebersamaan. Pengurus harus membangun jiwa wirausaha agar bisa meningkatkan kinerja koperasinya.
Rahmi mengingatkan pengurus harus optimis. Jangan bermimpi lagi ada bantuan dana seperti dulu. Kini seluruh usaha harus optimis berkompetisi. Harus memikirkan efektifitas dan efisiensi.
“Pengurus koperasi harus membuka pemikirannya. Berpikiran maju, bersungguh-sungguhlah dan disiplin mengelola. Risiko memang ada tapi yakinlah risiko bisa diminimalkan, dikelola malah bisa dipindahkan,” tegas Rahmi.
Rahmi mencontohkan satu-satunya acara di kampusnya yang menyatukan banyak orang adalah koperasi. Bisa seperti itu karena rasa memiliki dan adanya kebersamaan. Bisa juga digagas pembentukan pusat koperasi pasar di Sumbar. (404)
Diterbitkan di Harian Singgalang Edisi Jumat 20 November 2015 Halaman A-2