Header Ads

  • Breaking News

    Forum Asia Pasifik Bahas Pentingnya 1.000 HPK

    Jakarta - Indonesia menjadi tuan rumah ‘3rd Asia Pacific Maternal & Child Health Nutrition Research Forum’. Pemerintahan Indonesia melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Southeast Asian Minister of Education Organization-Regional Centre for Food & Nutrition (SEAMEO-RECFON) menyelenggarakan pertemuan yang dimulai di Singapura (2010) dan dilanjutkan di Bangkok (2013)

    Forum itu menghadirkan pembicara dari negara-negara di Asia Pasifik termasuk Indonesia, Malaysia, Australia, New Zealand, dan Thailand. Mereka menunjukkan atensi tinggi mengenai pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

    Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Indonesia Profesor Tjandra Yoga Aditama menyatakan komitmen pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui perbaikan dan pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan.

    “Kami bangga dapat menjadi tuan rumah forum internasional ini untuk pertama kalinya. Forum ini merupakan kesempatan bagi pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, peneliti, akademisi, dan swasta untuk berbagi pengalaman dan penemuan terkini, studi kasus, dan rekomendasi solusi berdasarkan fakta untuk misi utama yaitu mempromosikan kesehatan terbaik bagi ibu dan anak,’’ katanya di Jakarta, Sabtu (12/9).

    Pemerintah, menurutnya, juga senantiasa melakukan kajian dan mengumpulkan data mengenai pentingnya gizi selama masa itu bagi kesehatan ibu dan anak dari berbagai Negara di Asia Pasifik. Badan Litbangkes juga melakukan studi seputar tumbuh kembang anak di Bogor Jawa Barat. Melalui foum ini diharapkan bisa berbagi ilmu dan praktik nyata dari berbagai negara dengan pengalaman unik terkait program perbaikan gizi 1000 HPK.

    Hal senada juga diungkapkan Direktur Jenderal Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak  Kemenkes Dr. Anung Sugihantono yang menyatakan bahwa pentingnya kemitraan dengan berbagi pihak atau pemangku kepentingan untuk mengatasi masalah gizi dalam Gerakan 1000 HPK.

    Dr Drupadi HS Dillon, Direktur SEAMEO Regional Center for Food and Nutrition Indonesia, menjelaskan, gizi ibu dan anak masih menjadi masalah kesehatan utama di Asia terutama Asia Tenggara. Kekurangan gizi dan defisiensi mikronutrien dapat mempengaruhi ibu hamil dan balita, yang dapat menyebabkan perawatan berbiaya tinggi.

    Sementara, Profesor Susan L Prescott dari School of Pediatrics and Child Health, University of Western Australia, membahas tentang pentingnya gizi pada awal kehidupan untuk membentuk masa depan terutama di kawasan Asia Pasifik.

    Dr Rocio Martin, Senior Team Leader, Gut Microbiology Team, Nutricia Research, Singapore, menambahkan, fakta terbaru menunjukkan bahwa faktor-faktor lain seperti maternal microbiota, diet dan status kesehatan relevan dan perlu dipertimbangkan dalam merancang strategi intervensi awal kehidupan untuk mencegah penyakit di kemudian hari.

    Di Indonesia, peningkatan kesehatan ibu dan anak yang mencakup isu perbaikan gizi telah ditetapkan sebagai salah satu Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) 2015 dan pemerintah mendukung sepenuhnya melalui Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dan meluncurkan ‘Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan’ (Gerakan 1000 HPK). (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728