Header Ads

  • Breaking News

    Unes-AAI Percepat Kesiapan SDM Menyongsong Ekonomi Global


    Padang - Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan profesional merupakan tuntutan utama di dunia global. Bahkan bisa dikatakan kunci sukses memenangkan persaingan di era global.
    Hal ini menjadi perhatian segenap civitas akademika Universitas Ekasakti-AAI. Bahkan universitas yang dipimpin Prof. DR. H. Andi Mustari Pide ini telah berupaya mengembangkan sumberdaya dosen dan mahasiswa serta lulusannya. Jauh sebelum didengung-dengungkannya ASEAN Economic Community (AEC) atau masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).

    Langkah-langkah yang ditempuh institusi pendidikan ini mendapat acungan jempol dari Prof. Dr. Muhammad Hussein dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Dia menyatakan upaya kerjasama yang digagas Universitas Ekasakti ini merupakan bentuk nyata kepedulian seorang Andi Mustari Pide untuk menghasilkan lulusan yang umumnya SDM berwawasan global.

    "Kerjasama ini tak hanya melambungkan Universitas Ekasakti. Universiti Kebangsaan Malaysia pun ikut mendapat nama. Apalagi di konferensi internasional on global education III ini, Thailand ikut berpartisipasi. Bahkan juga ada Prof Anan Tiparayat dari Thailand dan Dr. Ali Unsal dari Turki," ujar Muhammad Husein di hadapan peserta konferensi di auditorium Universitas Ekasakti-AAI.

    Artinya, terjadi peningkatan kepedulian terhadap perlunya persiapan SDM yang  punya wawasan

    ekonomi global. Dengan cara ini, negara-negara ASEAN dapat saling bekerjasama, saling dukung dalam upaya mempercepat perkembangan SDM mereka. Kertas kerja (paper) yang dipersembahkan oleh ratusan ahli dari berbagai universitas di Indonesia, Malaysia, Thailand dan Turki mampu memberikan rekomendasi bagi pemerintah dan stake holder lainnya sekaitan pemberdayaan SDM
    "Pemerintah seharusnya menambah dukungan pendanaan terhadap pendidikan. Ini keharusan jika ingin SDM berkualitas dan profesional," tegas Husein.

    Gubernur Sumbar, Prof. Dr.Irwan Prayitno, Psi, M.Si, pun memuji Universitas Ekasakti yang mampu menjalin kerjasama dengan universitas di Indonesia dan negara tetangga. Terbukti dengan hadirnya ratusan tenga ahli yang siap memaparkan hasil penelitiannya tentang pemberdayaan SDM.
    "Ini kegiatan yang bagus sekali. Terlebih yang menjalankan Universitas Ekasakti-AAI mampu menghadirkan 122 pemakalah yang berbicara tentang perlunya SDM handal dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN," ujar Irwan Prayitno.

    Kerjasama bukan semata berguna bagi institusi pendidikan yang hampir seluruh program studinya terakreditasi A. Gubernur juga menilai efeknya bagi Sumbar. Pemerintah pasti mendapatkan sejumlah rekomendasi yang dihasilkan dari konferensi internasional ketiga ini. Belum lagi efeknya dari segi ekonomi dan pariwisata Sumbar.

    Ketua Kopertis Wilayah X juga memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan kegiatan itu oleh Universitas Ekasakti-AAI. Dia pun ikut jadi pembicara di konferensi itu.

    Rektor Universitas Ekasakti-AAI, Prof. DR. H. Andi Mustari Pide tentu saja gembira dengan terlaksananya konferensi internasional ketiga ini. Suami Dra. Hj. Erawati Toelis, MM, Ph.D, pu  menceritakan sekelumit perjalanan konferensi ini yang dilaksanakan pertama kali di tahun 2013. Tepatnya 28-29 Januari 2013.

    Konferensi internaisonal I itu bertajuk Pendidikan ke Arah Pendapatan Tinggi Menghadapi Tantangan Baru (Educations Toward High Income). Konferensi dilaksanakan di Universitas Ekasakti-AAI.

    Sementara konferensi kedua dilaksanakan di Universiti Kebangsaan Malaysia pada 24-25 Februari 2014. Tema yang dibicarakan 'Transformasi Pendidikan Guna menuju Negara Maju' (Education Transformation Towards a Developed Nation).

    Dijelaskannya, kesiapan SDM guna menyongsong ekonomi global merupakan tantangan yang harus segera dijawab. "Kita jauh hari telah berupaya meningkatkan kualitas sumberdaya pengajar kita hingga banyak yang kini jadi doktoral. Merekapun telah menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat dan sekaligus memberdayakan para mahasiswanya menjadi peneliti atau ilmuwan di masa yang akan datang," ujar Rektor Universitas Ekasakti-AAI, Prof Andi Mustari Pide kepada Singgalang, Senin (25/5).

    Rektor menilai, MEA atau AEC ini merupakan 'wahana berlatih bersama' bagi negara ASEAN untuk menghadapi persaingan ekonomi global. Pada 2020 nanti, pasar bebas bakal diikuti 130 negara anggota world trade organization (WTO).

    Konferensi internasional III, Ketua Panitia Seminar, Dr. Erawati Toelis, MM, Ph.D, dihadiri 312 peserta dan pemakalah. Sebanyak 104 diantaranya berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selebihnya, 198 peserta dan pemakalah dari Malaysia, Thailand dan Turki. Konferensi berlangsung 25-26 Mei 2015.

    "Tema kali ini dipilih dengan maksud pembangunan sumber daya manusia merupakan prasyarat bagi kesiapan menyongsong ekonomi global. Hal ini tentu disepakati semua pihak, semua pemerintahan negara, terlebih kita di kalangan perguruan tinggi," ujar Erawati Toelis. (*)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728