Pemerintah Diharap Berikan Anggaran Lebih ke Pendidikan
Padang - Dua institusi pendidikan dari Indonesia (Unes-AAI) dan Malaysia (UKM) sukses mencapai kata sepakat dalam International Conference on Global Education III (ICGE III).
Kesepakatan itu tertuang dalam rekomendasi yang mereka sepakati sebagai Resolusi Padang untuk Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kawasan ASEAN.
Kesuksesan ini diapresiasi Ketua Kopertis Wilayah X, Prof. Ganefri. Begitu juga pengarah stratejik presisen UMNO, Dato Irmohizam bin Haji Ibrahim, Vice President Research and Development Thailand Prof. Anan Tiparayat, Director from Turkey Dr Ali Unsal yang juga jadi pemakalah utama dalam konferensi ini.
Kesuksesan ICGE III ini juga diuji Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadigoe. Sebagai alumni dia merasa bangga Unes-AAI peduli peningkatan SDM lewat dunia pendidikan yang dikerjasamakan dengan negara tetangga.
Rektor Universitas Ekasakti-AAI, Prof. Andi Mustari Pide sangat bangga atas kesiapan panitia yang diketuai Erawati Toelis. Dia mengucapkan terima kasih di hadapan peserta dan pemakalah konferensi internasional itu.
Diakuinya bukan perkara mudah mengkoordinasikan kepanitiaan dari dua negara. Namun berkat kebersamaan yang telah terjalin mampu mengatasi semua hal yang menghalangi.
Bahkan konferensi ini dapat menghasilkan rekomendasi bernas bagi pemerintah atau kerajaan asal peserta. Tak hanya itu keikutsertaan Thailand dan Turki sebagai pemakalah memberi secercah harapan, negara-negara ASEAN dengan dukungan Turki punya SDM yang mampu berbicara di ekonomi global.
Tujuh rekomendasi
Disampaikan Dr. Otong Rosadi, ada tujuh butir rekomendasi yang didapat dari empat sub tema konferensi (kebijakan pendidikan, pembangunan pendidikan, pendidikan SDM dan pendidikan ekonomi global).
Ketujuhnya adalah SDM adalah investasi paling penting sebagai prasyarat tumbuh menjadi negara maju. Untuk itu, pemerintah/kerajaan hendaknya memberi prioritas dalam anggaran belanja negara untuk bidang pendidikan.
Kedua, sistem pendidikan harus memberi penekanan kepada pembangunan nilai-nilai yang berkualitas sejak pendidikan; dasar. Ketiga, pendidikan tinggi harus merumuskan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan SDM yang mampu menjawab tantangan ekonomi global.
Keempat, pendidikan harus berorientasi membangun keahlian berpikir tingkat tinggi. Kelima menyediakan pendidikan yang memenuhi keperluan pasaran kerja yang bersesuaian dengan tuntutan industri. Latihan dan kemahiran harus jadi prioritas.
Keenam, pemerintah (kerajaan) harua berani mengubah sistem pendidikan agar sesuai dengan kebutuhan kini dan di masa depan. Dan pemerintah hendaknya mendorong pelajar mengikuti kurikulum negara lain disamping menyusun kurikulum berdasar keperluan masyarakat lokal. (*)
