Header Ads

  • Breaking News

    Tungku Tigo Sajarangan Satukan Tekad Majukan Koperasi

    Padang - Koperasi di Sumatera Barat diyakini makin berkembang. Pemerintah provinsi, alim ulama, niniak mamak dalam pemerintahan sudah menyatakan dukungan penuh terhadap koperasi.
    Dukungan tiga unsur yang di Minangkabau dikenal dengan tali tigo sapilin ini disampaikan di hadapan pengurus, pembina, pegawai dinas koperasi masyarakat di Sumbar yang hadir dalam tabligh akbar di Masjid Raya, Jumat (29/5).

    Gubernur Irwan Prayitno menilai koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun badan usaha berperan mewujudkan masyarakat adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Koperasi sangat terkait langasung dalam upaya memenuhi kebutuhan ekonomidan kehidupan rakyat banyak.

    “Koperasi bukan hanya meraih keuntungan, tapi lebih mementingkan atau memperhatikan dan melayani anggota koperasi. Pengelola dan pengurus koperasi hendaklah memahami konsep ajaran islam yaitu saling menolong (taawwun), kongsi dagang (syirkah), amanah dan jujur. Ini harus diterapkan agar koperasi maju, mandiri dan profesional,” ujarnya.

    Semangat berkoperasi juga diapresiasi oleh Ketua MUI Sumbar, Syamsul Bahri Khatib. Koperasi dinilainya tepat untuk membangun ekonomi umat karena dijalankan oleh dan untuk anggota. Usaha bersama dengan atuan yang jelas dan disepakati bersama tentu sesuai dengan ajaran Islam.

    Syamsul Bahri juga membantah ada sistem riba di koperasi. Dia mengasosiasikan kepada orang yang bercocok tanam. Dimodali dulu lalu ada bagi hasil. Hasil itu disimpan dulu setahun lamanya dan baru dibagikan ke anggota. Jadi dinikmati bersama oleh anggota. Namun dia menyarankan agar koperasi menjalankan prinsip syariah saja agar lebih mantap. 

    Ketua LKAAM, M. Sayuti Dt. Rajo Pangulu menyebutkan,  dulunya Bung Hatta sukses membentuk koperasi di Negara Bagian Pasundan dulunya. Kesuksesan itu tak lepas dari dukungan masyarakat dan disikapi oleh pemangku adat di sana. Dibuatlah toko koperasi dan warga diharuskan belanja di sana. Ini mengalahkan kapitalis di sana.

    Namun saat mencobanya di Sumbar dengan koperasi rumah gadang, Bung Hatta keburu mengundurkan diri sebagai wakil presiden. “Kini kita coba menghidupkannya lagi. Bisa juga koperasi yang ada kini di dukung buat berkembang. Kini saatnya menumbuhkan citra bahwa koperasi yang cocok untuk menghidupkan ekonomi rakyar,” tegas Dt. Pangulu.

    Sayuti juga menghimbau Gebu Minang untuk bisa mengumpulkan dana buat perkuatan modal koperasi. Jika masih sedikit bisa dengan gerakan lima ribu minang (gelibu minang). Tata kelola secara profesional.

    Gebrakan dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Zirma Yusri ini dinilai bagus oleh pemerhati koperasi, Joni Saputra. Kegiatan ini membangun roh berkoperasi, membangun jiwa gotong royong, jiwa kebersamaan di koperasi pasti koperasinya maju.

    Koperasi bukan kumpulan orang-orang yang butuh pinjaman. Koperasi harus dipahami untuk membangun ekonomi masyarakat. “Moga ini jadi titik awal kembalinya koperasi sesuai cita-cita Bung Hatta. Banugun sistem yang mampu bekerja mengembangkan koperasi dan ditata dengan pengawasan ketat,” ujarnya. (*)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728