Prodi Teknik Sipil Pascasarjana UBH: Akreditasi B Tingkatkan Kualitas Institusi
Padang - Akreditasi B yang baru saja diterima oleh Program Studi Teknik Sipil Pascasarjana Bung Hatta menambah optimisme penyelenggara pendidikan tinggi itu untuk kian memberikan yang terbaik bagi para mahasiswanya.
Kondisi itu diyakini menambah kepercayaan masyarakat atau lembaga pemerintahan/swasta untuk memilih prodi ini.
“Waktu terakreditasi C saja, sudah banyak yang memilih Prodi Sipil Universitas Bung Hatta untuk melanjutkan pendidikannya. Ini berkat kepercayaan calon mahasiswa yang merasa kita jujur pada mereka tentang kekurangan dan kelebihan prodi kita,” ujar Ketua.Prodi Teknik Sipil, Wardi, Kamis (28/5).
Wardi mengungkapkan, untuk konsentrasi manajemen proyek dan manajemen konstruksi tidak terpengaruh oleh akreditasi. Sebab, mereka Umumnya konsultan, sehingga tak terlalu penting bagi mereka soal akreditasi, terbukti jumlah mahasiswa selalu mendekati jumlah 20 orang.
Beda halnya dengan konsentrasi manajemen resiko bencana dan manajemen fasilitas dan aset. Umumnya yang mengambil adalah para Pegawai negeri. Dibukanya konsentrasi manajen bencana tak lepas dari dukungan BNPB. Bung Hatta diminta membuka konsentrasi ini buat mendidik tenaga dengan spesialisasi keahlian menangani bencana.
Pegawai negeri butuh penyelenggara pendidikan tinggi yang berakreditasi minimal B. Mereka butuh itu untuk penyetaraan ijazah atau kenaikan pangkat. Bahkan untuk minta izin tugas belajar saja disyaratkan akreditasi ini.
Diceritakan Wardi, ada mahasiswa yang telah kuliah satu tahun dicabut izin belajarnya. Lantaran akreditasi prodi yang masih C. Bahkan banyak yang menunda tamat karena berharap akreditasi meningkat.
“Alhamdulillah kini akreditasi sudah B. Ini kerja keras dan kerja cerdas semua pihak. Moga ini makin menjadikan Prodi kami makin diminati,” ungkap Wardi. (*)
Kondisi itu diyakini menambah kepercayaan masyarakat atau lembaga pemerintahan/swasta untuk memilih prodi ini.
“Waktu terakreditasi C saja, sudah banyak yang memilih Prodi Sipil Universitas Bung Hatta untuk melanjutkan pendidikannya. Ini berkat kepercayaan calon mahasiswa yang merasa kita jujur pada mereka tentang kekurangan dan kelebihan prodi kita,” ujar Ketua.Prodi Teknik Sipil, Wardi, Kamis (28/5).
Wardi mengungkapkan, untuk konsentrasi manajemen proyek dan manajemen konstruksi tidak terpengaruh oleh akreditasi. Sebab, mereka Umumnya konsultan, sehingga tak terlalu penting bagi mereka soal akreditasi, terbukti jumlah mahasiswa selalu mendekati jumlah 20 orang.
Beda halnya dengan konsentrasi manajemen resiko bencana dan manajemen fasilitas dan aset. Umumnya yang mengambil adalah para Pegawai negeri. Dibukanya konsentrasi manajen bencana tak lepas dari dukungan BNPB. Bung Hatta diminta membuka konsentrasi ini buat mendidik tenaga dengan spesialisasi keahlian menangani bencana.
Pegawai negeri butuh penyelenggara pendidikan tinggi yang berakreditasi minimal B. Mereka butuh itu untuk penyetaraan ijazah atau kenaikan pangkat. Bahkan untuk minta izin tugas belajar saja disyaratkan akreditasi ini.
Diceritakan Wardi, ada mahasiswa yang telah kuliah satu tahun dicabut izin belajarnya. Lantaran akreditasi prodi yang masih C. Bahkan banyak yang menunda tamat karena berharap akreditasi meningkat.
“Alhamdulillah kini akreditasi sudah B. Ini kerja keras dan kerja cerdas semua pihak. Moga ini makin menjadikan Prodi kami makin diminati,” ungkap Wardi. (*)