Header Ads

  • Breaking News

    Pemberdayaan UMK PNM di Jawa Tengah Mendapat Perhatian

    Padang - Lembaga Keuangan Bukan Bank milik negara yang dikhususkan bagi pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMK), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau yang lebih dikenal sebagai PNM, terus meningkatkan kinerja pemberdayaannya, meningkatkan jumlah nasabah UMK dan memperluasa aktifitas pemberdayaan.

    Pemberdayaan UMK yang merrupakan salah satu prioritas program pemerintah, dilakukan secara bersinergi dan kerja sama lintas sektoral dengan seluruh pihak terkait.  Untuk itulah, sebagai wujud pertanggungjawaban lembaga dan guna memonitor kegiatan pemberdayaan UMK PNM di provinsi Jawa Tengah, Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja, Executive Vice President PNM Arief Mulyadi, turut serta dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerja Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno di wilayah Solo, Boyolali dan Klaten.

    Kunjungan kerja itu diikuti pula Endang Srikarti Handayani, Anggota Komisi VI DPR RI. Mereka meninjau aktifitas bisnis dan pemberdayaan PNM di wilayah Solo Raya, termasuk meninjau produk dan  hasil usaha UMK binaan PNM.

    Parman Nataatmadja, mengungkapkan aktifitas pembiayaan dan pemberdayaan yang disertai dengan pelatihan bagi pelaku UMK akan tetap menjadi prioritas perusahaan. “Ini merupakan kesempatan bersejarah bagi UMK nasabah binaan ULaMM PNM dapat bertemu langsung dengan Menteri BUMN, yang tentunya juga akan memotivasi mereka untuk terus mengembangkan usahanya bersama PNM. Dan tentunya, dengan adanya pertemuan ini diharapkan perhatian langsung dari pemerintah dapat menumbuhkan dan meningkatkan semangat mereka untuk lebih giat lagi meningkatkan ekonomi lokal,” ujarnya disela-sela acara.

    Parman menjelaskan, perusahaan menilai iklim ekonomi di tahun 2015 secara optimis masih dapat dilalui bahkan bisa lebih baik ketimbang tahun lalu, khususnya peluang di sektor UMKM yang diprediksi makin menggeliat.  Hal ini akan mendorong pertumbuhan pembiayaan UMK, dan. PNM pun mematok target pertumbuhan penyaluran pembiayaan lebih dari 20%, dengan asumsi belum adanya tambahan PMN dari Pemerintah.

    Dan melalui penerimaan Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1 triliun, PNM akan tetap pada tugas utamanya dalam aktifitas pembiayaan dan pemberdayaan usaha mikro dan kecil yang diselaraskan dengan perkembangan dan pemanfaatan IT.   Tambahan modal tersebut akan digunakan dan dileverage oleh perusahaan untuk memperluas jaringan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dengan menambah jaringan menjadi  sebanyak 1200 Unit ULaMM dan melayani serta mendukung UMK di hampir 4,500 Kecamatan di seluruh Provinsi. Target peningkatan UMK yang dilayani pun akan mencapai hingga 1.005.000 nasabah penerima manfaat yang akan menyerap 1.8 juta tenaga kerja di sektor UMK.

    Hingga akhir April 2015, secara nasional, PNM telah berhasil menyalurkan dana Rp 841,9 miliar bagi pembiayaan dan pemberdayaan UMK dengan total nasabah sebanyak 13.053 pelaku UMK. “Tahun lalu PNM menyalurkan pembiayaan secara langsung kepada UMK melalui jaringan ULaMM hampir Rp 3 triliun.

    Jumlah tersebut lebih tinggi 7,14% ketimbang target PNM yakni Rp 2,8 triliun. Sepanjang tahun ini PNM menargetkan pembiayaan naik menjadi Rp 3.5 triliun.  Pembiayaan tersebut mengalir ke para pelaku UMK aktif yang berasal dari sektor perdagangan, perikanan, perkebunan, hingga jasa. Sejak layanan pembiayaan langsung melalui ULaMM digulirkan oleh PNM, telah lebih hampir 240,000 pelaku UMK mendapatkan dukungan pembiayaan dan capacity building,” jelasnya.

    Sinergi antar lembaga nasional maupun internasional telah dilaksanakan dan menjadi Small Business Corporation (SBC) sebuah Lembaga Pemerintah Korea Selatan, dan juga dengan Japan External Trade Organization (JETRO) sebuah Lembaga Pemerintah Japan yang MoU nya ditandatangani oleh PNM dan JETRO pada Desember 2013 dihadapan beberapa Kepala Daerah (Gubernur dan Walikota) Japan, serta Mantan Perdana Menteri Japan.  Bahkan sejak minggu lalu rombongan dari   JETRO – Japan telah hadir bersama PNM di wilayah Solo dan Klaten meninjau aktifitas pemberdayaan PNM dan aktifitas usaha pelaku UMK nasabah ULaMM PNM di wilayah ini.

    Menteri BUMN, Rini Soemarno, menuturkan tahun ini DPR setuju untuk mengucurkan dana penambahan PMN kepada 35 BUMN, salah satunya PT PNM (Persero). Total kucuran dana untuk PNM mencapai Rp1 triliun yang memang difokuskan untuk lebih menggeliatkan sektor usaha mikro dan kecil.

    “Pemerintah tetap menaruh perhatian terhadap pembinaan masyarakat mikro di tanah air. UMK merupakan pahlawan ekonomi bangsa yang mampu menggerakkan perekonomian daerah masing-masing. Usaha seperti ini langsung digerakkan masyarakat. Tepat jika pemerintah memberi perhatian khusus sektor ini. Kalau berhasil tentu itu membantu tugas pemerintah menciptakan kesejahteraan untuk rakyatnya. Apa yang telah dilaksanakan oleh PNM amat tepat untuk mendukung program-program bagi kesejahteraan rakyat,” jelasnya. (*)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728