Nasabah ULaMM Dapat Pencerahan dari Refrizal
Padang - Lembaga keuangan non-bank milik negara yang dikhususkan bagi pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMK), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau yang lebih dikenal sebagai PNM, terus menggenjot jumlah nasabah pelaku UMK di seluruh nusantara. Dalam pemberdayaan UMK yang dilakukan PNM, anggota parlemen juga menjadi pendukung penting.
Melalui Cabang Padang, PNM melaksanakan temu nasabah Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) PNM bersama dengan Anggota Komisi VI DPR, Refrizal yang terkenal dengan program Bedah 1000 Lapau-nya. Temu nasabah bersama Refrizal ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan di klaster Bukittinggi.
“Ini wujud besarnya perhatian legislator terhadap pelaku usaha mikro. Apa yang telah dilakukan PNM untuk mengembangkan UMK harus diapresiasi dan didukung sepenuhnya. PNM pencetus mitra UMK melalui pembiayaan dan juga pelatihan,” jelas Refrizal di Rabu (13/5).
Direktur Bisnis Mikro PT PNM (Persero), M. Lukman Rizal menjelaskan, kalangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMK) perlu didorong motivasinya untuk terus meningkatkan jaringan pemasarannya. Hal ini dimaksudkan agar pelaku UMKM menjadi wirausahawan yang unggul dan memiliki daya saing. Kegiatan temu nasabah yang kedua kalinya ini membuktikan sinergi yang dilakukan PNM bersama legislator mulai memberikan bukti yang nyata bagi semangat wirausaha masyarakat setempat.

“PNM selain berkomitmen untuk memotivasi UMK Indonesia agar selalu mengoptimalkan potensi sumber daya alam (SDA) yang menonjol di daerah masing-masing. Kami pun berupaya meningkatkan potensi penunjang bisnis seperti inovasi produk hingga pemasaran para UMK melalui metode seminar seperti ini. Kami optimis, UMK mampu menghasilkan terobosan-terobosan dalam mengembangkan serta mengkreasikan hasil usahanya. Kami optimis, masyarakat mikro dan kecil yang madani akan terwujud,” tambahnya.
Lukman juga turut menyampaikan kinerja pembiayaan Cabang Padang yang telah dilakukan sejak tahun 2009. Sejak tahun tersebut Cabang Padang telah berhasil menyalurkan pembiayaan bagi UMK sebesar Rp 1,3 triliun kepada lebih dari 10 ribu pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di Sumatera Barat.
Pemimpin Cabang Padang, Budhi Setiawan, menjelaskan, salah satu permasalahan yang sering ditemui adalah banyaknya pelaku UMK yang terbatas wawasannya sehingga relatif lamban dalam melakukan inovasi dan terobosan. Akibatnya, perkembangan usahanya tidak banyak mengalami kemajuan. Bahkan tidak sedikit yang mengalami kemerosotan. Kondisi tersebut erat kaitannya dengan pola manajemen yang tidak profesional.
“Perseroan menyadari, pelaku usaha mikro dan kecil ini merupakan salah satu penopang ekonomi nasional. Inilah yang akan kami jaga dan berdayakan terus, salah satu wujud nyata perseroan melalui pelatihan seperti ini,” jelasnya di sela-sela acara.
Menurut pria yang akrab dipanggil Wawan, ini merupakan kesempatan bagi UMK untuk menuangkan ide, permasalahan, hingga pencarian solusi sebesar-besarnya bagi kemajuan mereka sendiri. Diharapkan hambatan-hambatan yang timbul akan terkikis sedikit demi sedikit. Apalagi ikut hadir pula wakil rakyat daerah ini yang bisa menyalurkan aspirasi mereka.
Diungkapkan Wawan pula kinerja pembiayaan dari PNM Cabang Padang hingga akhir April 2015. Cabang ini dengan 3 klaster dan 16 ULaMM berhasil mencatatkan total pembiayaan sebesar Rp 410,4 miliar kepada 5.687 nasabah binaan ULaMM PNM. (404)
