Header Ads

  • Breaking News

    Pascasarjana UBH Kembangkan Kurikulum Berbasis KKNI

    Padang - Kemajuan teknologi dan informasi menuntut lulusan yang mumpuni. Untuk itu lembaga pendidikan dengan mengupayakan kurikulum yang bisa mendukung kompetensi ahlim madya, sarjana, magister dan doktoral yang dihasilkannya.

    Hal inilah yang menjadi pertimbangan bagi pimpinan dan staf pengajar di Program Pascasarjana Universitas Bung Hatta untuk memperbaiki kurikulum yang dipakai selama ini. 

    "Kami sebagai penyelenggara pendidikan yang ingin menjadi perguruan tinggi unggul, bermartabat dan menuju universitas berkelas dunia tentu harus sigap menyikapi perkembangan zaman. Kami harus mempersiapkan lulusan yang siap kerja dan punya kompetensi yang menunjang karir mereka nantinya," ujar Ketua Panitia Lokakarya Penyusunan Kurikulum Program Pascasarjana Universitas Bung Hatta, Dr. Zaitul, Selasa (28/4).

    Diungkapkan Zaitul, perbaikan kurikulum ini sebenarnya telah jauh hari dilakukan. Di bawah arahan Direktur Pascasarjana Universitas Bung Hatta, Prof. Nasfryzal Carlo, pimpinan dan staf pengajar telah melakukan kajian mendalam dan telah membuat rancangan perubahannya. 

    Agar lebih terarah dan bermanfaat dalam jangka panjang, sebelum masuk ke tahap selanjutnya, pihak universitas menggandeng Tim Ahli Kurikulum Berbasis Kerangka Kompetensi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT), Dr Megawati Santoso.

    Pengajar ITB itu bersedia memberikan arahan bahkan mendampingi pimpinan dan pengajar tetap di Pascasarjana Universitas Bung Hatta untuk menyesuaikan kurikulumnya. Senin (27/4),
    diadakanlah Lokakarya Penyusunan Kurikulum Berbasis Kompetensi Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dan Standar Nasional Pendidikan TInggi. Lokakarya dihadiri oleh Ketua Program Studi (Prodi) dan dosen tetap di enam prodi yang diselenggarakan Program Pascasarjana UNiversitas BUng Hatta.
    Dijelaskan Zaitul, kurikulum yang tengah disusun itu harus memperhatikan capaian pembelajaran (CP) lulusan sesuai standar yang ada. Rancangan dengan memperhatikan outcome ini telah dipunyai. Nantinya disempurnakan dalam waktu empat bulan ke depan, sehingga diharapkan bisa dipakai pada Semester Ganjil tahun ajaran 2015/2016.

    "Kami optimis, kami bisa menyelesaikan dalam waktu yang telah ditetapkan. Apalagi setelah mendengarkan paparan dari Dr. Megawati kemaren," tegas Zaitul.

    Ditambahkannya bahwa, kurikulum untuk pascasarjana sedikit berbeda. Kurikulum harus merujuk pada pembentukan sikap, penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan umum dan keterampilan khusus yang bisa dimiliki mahasiswa.

    Tak kalah pentingnya, para calon magister nantinya bakal disetarakan beban perkuliahannya dengan universitas di luar negeri. Mereka harus menyelesaikan 72 SKS. Namun, Megawati mengingatkan para pengajar dan mahasiswa untuk tidak khawatir dengan perubahan itu. Semua untuk kompetensi lulusan dan institusi pascasarjana itu sendiri. Apalagi mereka harus berhadapan lagi dengan masyarakat ekonomi ASEAN yang berlaku akhir tahun ini. (404)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728