Diskop Sumbar Perkuat Empat Sentra UMKM
Padang - Dinas Koperasi (Diskop) dan UMKM Sumbar terus memperkuat kelembagaan UMKM. Perkuatan kelembagaan ini dilakukan di sentra-sentra. Ini bagian dari Gerakan Terpadu Pensejahteraan UMKM yang dilakukan pemerintah provinsi.
“Sebagai leading sector Gerakan Terpadu Pensejahteraan UMKM, dinas terus berupaya melakukan fasilitasi penguatan kelembagaan UMKM Sumbar,” ujar Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Zirma Yusri, Rabu (1/4).
Kebijakan pemberdayaan di sentra ini diambil untuk mempercepat pemberdayaan UMKM. Dengan sistem sentra ini pelaku usaha sejenis di berikan motivasi, disosialisasikan pentingnya penguatan kelembagaan, dilatih manajemen dan pembukuan sederhana.
Keuntungannya, selain lebih fokus dan menyebabkan UMKM tidak jauh meninggalkan dapurnya, pelaku usaha di sentra itu nantinya bisa diarahkan membentuk koperasi. Akibatnya, pembinaan dapat terus berkelanjutan.
Adapun pelaku usaha lainnya yang tidak sejenis pada suatu daerah dipakailah pendekatan kawasan. “UMKM baru bisa berkembang jika dia punya kekuatan. Kekuatan itu ada dalam usaha yang berbadan hukum, salah satunya koperasi,” tegasnya.
Ditambahkan Kabid Pemberdayaan UMKM, ada empat sentra yang dibina. Keempatnya adalah sentra olahan markisa di Kabupaten Solok, sentra tebu Pandai Sikek, sentra sulam bayangan Pessel dan sentra tebu Batu Bulek.
Tiap sentra mendapat pelatihan empat hari dan empat materi, motivasi, manajemen kelembagaan, manajemen usaha dan manajemen keuangan. Pelatihan diikuti 20 pelaku usaha dari masing-masing sentra.
Pada 30 Maret lalu telah diselesaikan pelatihan di KPRI IV Jurai Painan. Acara itu dibuka oleh Kabid Koperasi dan UKM Dinas Koperindag Pesisir Selatan.
Pada 16-19 Maret pelatihan dilaksanakan di Convention Hall Alahan Panjang dan BPTP Sukarami. Selanjutnya 23-27 Maret di Balai Nagari Pagu-pagu Pandai Sikek. Dalam pelatihan kali itu dinas meng gandeng bizzcoach. (zul)
“Sebagai leading sector Gerakan Terpadu Pensejahteraan UMKM, dinas terus berupaya melakukan fasilitasi penguatan kelembagaan UMKM Sumbar,” ujar Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Zirma Yusri, Rabu (1/4).
Kebijakan pemberdayaan di sentra ini diambil untuk mempercepat pemberdayaan UMKM. Dengan sistem sentra ini pelaku usaha sejenis di berikan motivasi, disosialisasikan pentingnya penguatan kelembagaan, dilatih manajemen dan pembukuan sederhana.
Keuntungannya, selain lebih fokus dan menyebabkan UMKM tidak jauh meninggalkan dapurnya, pelaku usaha di sentra itu nantinya bisa diarahkan membentuk koperasi. Akibatnya, pembinaan dapat terus berkelanjutan.
Adapun pelaku usaha lainnya yang tidak sejenis pada suatu daerah dipakailah pendekatan kawasan. “UMKM baru bisa berkembang jika dia punya kekuatan. Kekuatan itu ada dalam usaha yang berbadan hukum, salah satunya koperasi,” tegasnya.
Ditambahkan Kabid Pemberdayaan UMKM, ada empat sentra yang dibina. Keempatnya adalah sentra olahan markisa di Kabupaten Solok, sentra tebu Pandai Sikek, sentra sulam bayangan Pessel dan sentra tebu Batu Bulek.
Tiap sentra mendapat pelatihan empat hari dan empat materi, motivasi, manajemen kelembagaan, manajemen usaha dan manajemen keuangan. Pelatihan diikuti 20 pelaku usaha dari masing-masing sentra.
Pada 30 Maret lalu telah diselesaikan pelatihan di KPRI IV Jurai Painan. Acara itu dibuka oleh Kabid Koperasi dan UKM Dinas Koperindag Pesisir Selatan.
Pada 16-19 Maret pelatihan dilaksanakan di Convention Hall Alahan Panjang dan BPTP Sukarami. Selanjutnya 23-27 Maret di Balai Nagari Pagu-pagu Pandai Sikek. Dalam pelatihan kali itu dinas meng gandeng bizzcoach. (zul)