PDAM Padang Panjang Bakal Peroleh Rp1,8 Miliar
Padang - Belum lama menduduki jabatan sebagai Direktur PDAM Kota Padang Panjang, Herryzal mendapatkan kabar gembira dari Kepala Dinas Prasjal dan Tarkim Sumbar, Suprapto. BUMD yang dia pimpin bakal mendapatkan proyek instalasi pengolahan air (IPA) senilai Rp 1,8 miliar.
Informasi ini didapatkan saat pria yang akrab dipanggil Herry ini melakukan temu ramah dengan Suprapto, Jumat (20/3). “Alhamdulillah, kedatangan saya bersama Direktur Teknik; Rinaldi, berbuah kabar gembira. Apalagi segera memasuki proses lelang pula,” ujarnya dengan nada gembira kala bertemu Singgalang di Padang, Sabtu (21/3).
Diungkapkan Herry, silaturahim yang dia lakukan awalnya hanya memperkenalkan diri sekaligus melaporkan kesiapan PDAM Padang Panjang menyediakan lahan bagi proyek investasi di lingkungan PDAM.
Suprapto menyambut hangat kedatangan mereka dan spontan menyampaikan informasi berharga yang membahagiakan itu. Malah diinformasikan pula, ada dana USAID jika siap melayani 500 pelanggan berpenghasilan rendah.
Diungkapkannya, proyek IPA itu nantinya dilaksanakan di Sungai Andok. Disana akan dipasang dua pompa berkapasitas produksi 30 liter per detik. Dengan kapasitas sebesar itu, pasti layanan terhadap 7.707 pelanggan makin baik. Malah bisa pula menambah sekitar 3000 pelanggan lagi.
Saat ditanya aktifitas Herry dan karyawannya melakukan perbaikan dan pemeliharaan di Sungai Andok dan menukar valve di jalan M Yamin Padangpanjang bagian dari kesiapan menyambut proyek, mantan pimpinan PDAM Unit Kuranji ini tersenyum. Dijawabnya, dia hanya melakukan upaya jemput bola sebaik-baiknya.
Lagipula itu bagian dari tugas PDAM yaitu lakukan upaya peningkatan produksi termasuk meraih program pemerintah dan menggaet investor. Setelah itu distribusikan dengan baik dan jamin pasokan air. Kemudian lakukanlah penagihan sebaik-baiknya.
Soal penagihan ini, disebutkan mantan stafnya di Unit Kuranji, Herry sukses meningkatkan perolehan pendapatan PDAM Kuranji dari rekening air lewat program jemput bolanya. Tak tanggung-tanggung mampu mendongkrak pendapatan tambahan Rp 100 juta lebih. (zul)
NB : Diterbitkan di Singgalang Edisi Senin 23 Maret 2015