Alumni Ingin Jadikan Adabiah Sekolah Bebas Nyamuk
Padang - Alumni Adabiah ingin menjadikan sekolah-sekolah di lingkungan Yayasan Syarikat Oesaha (YSO) Adabiah sebagai sekolah bebas nyamuk. Mereka menyerahkan seratus jenis tanaman herbal dan seratus batang tanaman lavender.
Lavender inilah tanaman yang bakal digunakan sebagai pengusir nyamuk. “Kami ingin almamater kami bebas dari nyamuk. Ini bagian dari upaya membuat nyaman para siswa, adik-adik kami,” ujar Wakil Ketua Persatuan Alumni Adabiah, Hilda Osmiati, Senin (30/3).
Pemberian tanaman herbal aneka jenis ini dimaksudkan untuk memberi nilai tambah kepada almamater. Sebab umumnya sekolah adiwiyata hanya menanam tanaman hias. Ide ini datang dari alm Hamdanur, alumni 73 yang baru meninggal pekan lalu. Adapun jumlahnya, kata Os, berkaitan dengan satu abad Adabiah. “Ini kami lakukan karena kecintaan pada almamater. Para alumni banyak memberikan wawasan keilmuannya pada orang lain diajak mengajarkannya ke adik-adik mereka,” ujarnya sembari menyebut alumni bakal melakukan yang terbaik bagi almamater.
Tak heran jika alumni telah melakukan sosialisasi reproduksi remaja, pelatihan siaga bencana. Jika tidak ada musibah yang menimpa salah seorang alumni, pasti telah digelar lomba nyanyi. Penyerahan dan kegiatan ikutannya tertunda seminggu lantaran ada duka yang melanda.
Pembuatan kompos
Alumni juga memberikan wawasan pertanian organik dan pemanfaatan tanaman untuk obat. Siswa SMA Adabiah 2 Padang dimotivasi membuat sendiri pupuk tanaman untuk taman mereka.”Memanfatkan bahan organik yang tersedia berupa pelapukan tumbuhan dan kotoran hewan. Selain memanfaatkan medium olahan lokal sebagai dekomposer. Unsur haranya bisa lebih dari 70 jenis,” ujar Kepala Brigade Perlindungan Dinas Balai Pertanian Tanaman Hortikultura Sumbar Suardi sembari menyarankan pemakaian trichoderma agar penguraiannya lebih cepat.
Suardi dan Burhan dari Lembaga Sertifikasi Tanaman Obat Organik beserta alumni juga mengajarkan pembuatan pupuk kompos. Alumni melakukan penanaman tanaman herbal di taman sekolah. Kepala SMA Adabiah 2, Marniati Zamsya menyebutkan kepedulian alumni ini membangkitkan semangat siswa dan para guru dalam menggapai adiwiyata nasional. (zul)
(Diterbitkan di Harian Singgalang Edisi Selasa 31 Maret 2015 Halaman 2)