Header Ads

  • Breaking News

    Pajak dan Akuntansi Jadi Ikon Kota Padang

    Padang - Bila ingin memajukan industri otak, tentu Sumatera Barat mengembangkan pendidikan keahlian
    yang spesifik. Dengan cara ini, bila orang ingin punya keahlian tersebut, maka dia segera punya referensi, Padang lah kota yang harus dia tuju.

    “Kami punya pemikiran, Padang bisa menjadikan pajak dan akuntansi sebagai ikon pendidikannya. Sebab, orang Padang identik dengan keahlian berdagang yang tentu saja harus akrab dengan urusan akuntansi dan pajak,” ujar Akuntan Publik, Gafar Salim, Senin (14/2).

    Sebab, usaha perdagangan makin baik jika pengelolaan keuangannya baik. Dan ini menjadi ranahnya akuntansi. Uang masuk harus lebih banyak dari uang keluar. Neraca rugi laba harus jelas, sehingga bisa diprediksi atau diketahui secara pasti berapa untung yang mampu diraih. Walaupun si pedagang hanya menerapkan pembukuan sederhana. Dari pem bukuan ini bank memutuskan pedagang boleh diberi kredit atau tidak.

    Pedagang yang paham prinsip akuntansi, pasti bijak dalam mengelola piutang dan hutangnya. Belum lagi dia memiliki pula kewajiban membayar pajak. Membeli ini pasti ada pajak yang harus dibayar, begitu pula kala menjual sesuatu barang. Pedagang pun dikenai pajak.

    “Pengetahuan tentang pajak inilah yang patut dicermati oleh pedagang. Sebab, berdampak pada strategi penentuan harga barang. Kita pun tengah merancang buku dan program yang mem buatnya jadi mudah,” tegasnya.

    Gafar punya impian generasi muda Padang banyak yang punya keterampilan di bidang akuntansi dan perpajakan. Dengan keterampilan ini, dipastikan dia tak kesulitan mencari pekerjaan. Terlebih jika cakap di bidang perpajakan. Saat ini, terdapat sebanyak 25 juta wajib pajak, sementara pegawai pajak cuma 32.000.
    Tak kalah hebatnya, jika Padang punya banyak orang yang cakap dalam bidang pajak dan akuntansi, tentu bisa meningkatkan PAD kota ini. Contoh sederhana, penerapan pajak rumah makan yang 10 persen, belum lagi dari retribusi. Jika Pemko punya pegawai mumpuni, pintar mengkalkulasi jumlah pajak yang harus dibayar dan berdedikasi, pasti penerimaan pajak lebih besar.

    Peluang yang sangat besar ini dimanfaatkan Gafar dengan mendirikan SMK DEK Bussiness School. SMK Akuntansi dan Perpajakan didirikannya sejak 2005 dan menggaransi lulusannya bisa langsung bekerja. Baik bekerja sambil kuliah maupun melanjutkan ke perguruan tinggi.

    Agar pendidikan keahlian ini berkesinambungan, Gafar tengah melirik perguruan tinggi yang dinilainya serius mengajarkan keterampilan akuntansi pada  mahasiswanya. Tentu saja konsepnya sejalan dengan yang telah dia kembangkan di DEK.

    Mahasiswa harus dijamin tidak ada waktu mereka yang terbuang percuma. Harus ada dosen piket yang siap menggantikan pengajar yang berhalangan hadir. Dosen diyakini lebih berkualitas lantaran terus dipantau. Soal ujian tak dibuat yang bersangkutan melainkan oleh tim dan pemeriksaan hasil ujian diperiksa yang lainnya. Sistem ini memungkinkan mahasiswa tahu hasil ujian mereka minimal dua hari setelah ujian.

    Sistem silang ini diyakini mampu menjaga mutu pendidikannya. Kualitas sang dosen diketahui dan kemampuan mahasiswa pun terpantau. Mau tak mau dosen harus meningkatkan terus kompetensinya. Lembaga siap membayar tinggi dosen berkualitas, namun dia pun harus siap tak dipakai jika tak sesuai dengan standar lembaga.

    “Ini kita lakukan demi lulusan berkualitas. Kita ubah mindset pengajar hingga mereka mendedikasikan diri dan keilmuannya buat mahasiswanya. Moga saja kami dengan cepat mencapai kesepahaman dengan sebuah lembaga pendidikan,” ujar Gafar. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728