Mulai Hari Ini Diskop Gelar Bazar Rakyat Ramadhan
Padang - Dinas Koperasi (Diskop) dan UMKM Sumbar mengadakan Bazar Rakyat Ramadhan 1435 H. Bazar untuk promo produk koperasi dan UMKM di Sumbar dan pengadaan kebutuhan pokok bersubsidi itu di buka hari ini, Kamis (10/7).
“Kita kembali mengadakan Bazar Rakyat Ramadhan tahun ini. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Koperasi. Lewat bazar ini kita promosikan produk UMKM dan koperasi di Sumbar. Juga disediakan lima kebutuhan pokok bersubsidi,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma, Selasa (8/7).
Dikatakan Achmad, setiap jelang peringatan hari koperasi, dinas yang dia pimpin terus mengadakan serangkaian kegiatan untuk mendengungkan semangat berkoperasi, mengingatkan pentingnya koperasi. Sebagai salah satu upaya membuktikan dinas yang dia pimpin selalu berusaha memfasilitasi promosi dan pemasaran produk UMKM dan koperasi di wilayah kerjanya, diadakanlah pasar rakyat yang dinamakan bazar rakyat ramadhan 1435 H.
Lewat promosi di ajang pasar rakyat itu, kata Achmad, pelaku usaha bisa mengetahui sejauh mana produk mereka diterima pasar. Mereka juga bisa belajar tentang kelebihan UMKM lainnya yang kebetulan sama-sama ikut di bazar itu. Bahkan dinas terkait pun bisa memberi masukan seputar pengembangan yang harus dilakukan pelaku UMKM.
Berkaitan dengan pelaksanaan pasar rakyat tersebut ditegaskan Achmad harga pasti lebih murah. Karena dinas sudah mengantongi dukungan dari lima distributor dan penyedia jasa yang mau bekerjasama.
Diantaranya CV Semesta Berjaya yang memasok gula, Koperasi KP3A yang memasok ayam, serta PT Family Raya yang memasok minyak goreng. Distributor telur dan pedagang daging pun siap membantu.
Irwandi dari Semesta Berjaya menegaskan bahwa harga gula yang dia tawarkan sangat murah. Di bazar dijualnya Rp 10.500. Harga itu diberikannya karena ingin berbagi dengan sesama, terutama membantu warga kota untuk mendapatkan kebutuhan di bulan puasa dan berlebaran nantinya.
Dia mengaku sudah lima tahun ikut mendukung program pemerintah provinsi dalam mengupayakan kebutuhan hari raya dengan harga terjangkau. Dia biasa membantu di bazar kantor gubernur, Dinas perindustrian, dinas koperasi dan Baznas. Bahkan untuk kegiatan Baznas dia bisa kasih sedikit lebih murah, hanya Rp10.000. Sebab itu untuk warga kurang mampu dan mereka mendapatkannya pakai kupon.
“Saya mau ikut karena ada saatnya berbagi dengan sesama warga kota. Lagipula ini langsung kepada warga bukan untuk pengusaha dan dibatasi pembeliannya. Jadi saya lega, saya menjual bukan kepada pedagang yang akan menjualkannya lagi,” tegas Irwandi.
Pada bazar yang rencananya dibuka Ketua Dekranasda Sumbar, Ny. Nevi Irwan Prayitno dan berlangsung hingga 13 Juli itu, lima bahan pokok seperti gula, minyak goreng, telur, ayam dan daging mendapat subsidi hingga Rp 10.000.
Dijelaskan Kabid PUMKM, Desmadi Idrus yang didampingi Kasinya, Eniwarlis, untuk bazar ditetapkan harga telur Rp32.000 per lapiak. Bahan pokok ini disubsidi Rp5.000. Konsumen cukup menebusnya dengan harga Rp27.000. Sementara untuk daging ditetapkan harganya Rp100.000 per kilogram dan diberi subsidi Rp10.000.
Adapun gula dijual dengan harga Rp10.500 per kilo gram. Komoditas ini disubsidi Rp3.000. Sedangkan ayam bisa didapat dengan harga Rp35.000 per ekor. Subsidi yang diberikan dinas Rp5.000. Minyak goreng Sarimurni dalam kemasan dua liter dijual Rp23.000 dan besaran subsidi yang bisa dinikmati Rp5.000. (zul)
“Kita kembali mengadakan Bazar Rakyat Ramadhan tahun ini. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Koperasi. Lewat bazar ini kita promosikan produk UMKM dan koperasi di Sumbar. Juga disediakan lima kebutuhan pokok bersubsidi,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma, Selasa (8/7).
Dikatakan Achmad, setiap jelang peringatan hari koperasi, dinas yang dia pimpin terus mengadakan serangkaian kegiatan untuk mendengungkan semangat berkoperasi, mengingatkan pentingnya koperasi. Sebagai salah satu upaya membuktikan dinas yang dia pimpin selalu berusaha memfasilitasi promosi dan pemasaran produk UMKM dan koperasi di wilayah kerjanya, diadakanlah pasar rakyat yang dinamakan bazar rakyat ramadhan 1435 H.
Lewat promosi di ajang pasar rakyat itu, kata Achmad, pelaku usaha bisa mengetahui sejauh mana produk mereka diterima pasar. Mereka juga bisa belajar tentang kelebihan UMKM lainnya yang kebetulan sama-sama ikut di bazar itu. Bahkan dinas terkait pun bisa memberi masukan seputar pengembangan yang harus dilakukan pelaku UMKM.
Berkaitan dengan pelaksanaan pasar rakyat tersebut ditegaskan Achmad harga pasti lebih murah. Karena dinas sudah mengantongi dukungan dari lima distributor dan penyedia jasa yang mau bekerjasama.
Diantaranya CV Semesta Berjaya yang memasok gula, Koperasi KP3A yang memasok ayam, serta PT Family Raya yang memasok minyak goreng. Distributor telur dan pedagang daging pun siap membantu.
Irwandi dari Semesta Berjaya menegaskan bahwa harga gula yang dia tawarkan sangat murah. Di bazar dijualnya Rp 10.500. Harga itu diberikannya karena ingin berbagi dengan sesama, terutama membantu warga kota untuk mendapatkan kebutuhan di bulan puasa dan berlebaran nantinya.
Dia mengaku sudah lima tahun ikut mendukung program pemerintah provinsi dalam mengupayakan kebutuhan hari raya dengan harga terjangkau. Dia biasa membantu di bazar kantor gubernur, Dinas perindustrian, dinas koperasi dan Baznas. Bahkan untuk kegiatan Baznas dia bisa kasih sedikit lebih murah, hanya Rp10.000. Sebab itu untuk warga kurang mampu dan mereka mendapatkannya pakai kupon.
“Saya mau ikut karena ada saatnya berbagi dengan sesama warga kota. Lagipula ini langsung kepada warga bukan untuk pengusaha dan dibatasi pembeliannya. Jadi saya lega, saya menjual bukan kepada pedagang yang akan menjualkannya lagi,” tegas Irwandi.
Pada bazar yang rencananya dibuka Ketua Dekranasda Sumbar, Ny. Nevi Irwan Prayitno dan berlangsung hingga 13 Juli itu, lima bahan pokok seperti gula, minyak goreng, telur, ayam dan daging mendapat subsidi hingga Rp 10.000.
Dijelaskan Kabid PUMKM, Desmadi Idrus yang didampingi Kasinya, Eniwarlis, untuk bazar ditetapkan harga telur Rp32.000 per lapiak. Bahan pokok ini disubsidi Rp5.000. Konsumen cukup menebusnya dengan harga Rp27.000. Sementara untuk daging ditetapkan harganya Rp100.000 per kilogram dan diberi subsidi Rp10.000.
Adapun gula dijual dengan harga Rp10.500 per kilo gram. Komoditas ini disubsidi Rp3.000. Sedangkan ayam bisa didapat dengan harga Rp35.000 per ekor. Subsidi yang diberikan dinas Rp5.000. Minyak goreng Sarimurni dalam kemasan dua liter dijual Rp23.000 dan besaran subsidi yang bisa dinikmati Rp5.000. (zul)