Header Ads

  • Breaking News

    Dari Seminar di Italia, Banggalah Berbahasa Indonesia

    Padang - Masyarakat Indonesia harusnya bangga dengan bahasanya, Bahasa Indonesia.  Orang-orang luar negeri saja mau mempelajarinya, bahkan mati-matian menelitinya agar bisa menuturkan Bahasa Indonesia secara baik dan benar. Mereka punya perhatian lebih pada Bahasa Indonesia.
    “Kita harusnya bangga dengan bahasa negara kita, Bahasa Indonesia. Orang dari negara lain saja mau belajar bahkan meneliti agar bisa berbahasa seperti penutur asli Indonesia,” ujar Ketua Prodi Magister Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Bung Hatta, Dr. Yusrita Yanti, Rabu (2/7).

    Dikatakan Yusrita, hasil penelitian ahli bahasa (linguist) dari berbagai negara tersebut dibahas dalam forum internasional pula. Salah satunya International Symposium on Malay/Indonesian Linguistics (ISMIL). Yusrita salah satu pembicara pada seminar yang diadakan di Italia pada 13-16 Juni lalu.

    Dalam forum itu, para linguist dari berbagai negara memaparkan penelitiannya seputar Bahasa Indonesia dan Melayu. Uniknya, mereka bersedia membahasnya secara kolaborasi, mereka pun membuka kesempatan penelitian bersama.

    Para linguist itu meneliti hingga penggunaan bahasa dalam strata sosial. Ketertarikan itu didasarkan pada banyaknya kata penghormatan yang harus ada saat orang Indonesia berpidato. Sementara mereka mengawali pidato cukup dengan mengucap ladies and gentleman.

    Menurut Yusrita, tingginya keinginan mereka untuk bisa berbahasa Indonesia dengan baik, membuktikan Bahasa Indonesia punya posisi tinggi. Bahkan tak tertutup kemungkinan jadi salah satu bahasa pergaulan internasional.

    Terhadap bahasa Minangkabau pun mereka punya perhatian tinggi. Sebagai salah satu bahasa Melayu di dunia, bahasa Minang banyak diteliti. Begitu juga bahasa melayu di Makassar, Kalimantan, Malaysia hingga Thailand.

    Yusrita waktu itu membawakan materi struktur Bahasa Minang di Tapan dan Sawahlunto dalam tutur cerita (frog story). Penelitian yang melibatkan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya dan Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia itu mendapat sambutan hangat dari peneliti yang hadir dalam ISMIL ke-19 di Universitas Degli Studi di Napoli “L’Orientale”, Italia. Seminar ISMIL ini juga pernah diselenggarakan di Universitas Bung Hatta pada tahun 2005 dan 2013.

    Diceritakan Yusrita, pada saat penelitian yang bekerjasama dengan Max Planck Jerman itu, ditemukan bagaimana pengaruh lingkungan dan bahasa ibu berpengaruh terhadap komunitas bilingual, apalagi multilingual.

    Untuk itu, dia mengharapkan para guru Bahasa Indonesia ikut menjaga keaslian bahasa kita dengan banyak meneliti. Para magister yang dididik pada Prodi yang dipimpin Yusrita,  disiapkan sebagai pengajar sekaligus peneliti bahasa. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728