Anak-anak Netra Semangat Ikut Pesantren Kilat
Padang - Anak-anak penyandang cacat netra yang dididik (kelayan) di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Tuah Sakato, Sumbar pun tak ketinggalan menjalani Pesantren Ramadhan 1435 H. Mereka ingin ikut menyukseskan program Pemerintah Kota Padang. Bahkan kelayan itu menjalaninya lebih lama, 15 hari, mulai 3-24 Juli. Malah materi yang dipelajari pun lebih banyak.“Kita pun melaksanakan Pesantren Ramadhan. Momen Ramadhan selalu kita gunakan untuk memantapkan ilmu dan praktik keagamaan para kelayan,” ujar Kepala UPTD PSBN Tuah Sakato Sumbar, Heni Yunida, Kamis (3/7).
Heni yang didampingi Kasi Pelayanan, Keterampilan dan Kecakapan Refli Asnita menyebutkan, kegiatan mereka merupakan bentuk dukungan kepada program Pemko Padang yang mewajibkan kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke rumah ibadah. Yang beragama Islam diwajibkan mengikuti Pesantren Ramadhan di lingkungan tempat tinggalnya.
Dijelaskan Refli, Ketua Pelaksana Pesantren Ramadhan PSBN, rangkaian kegiatan yang harus diikuti kelayan meliputi ilmu tajwid praktis, ayat-ayat pendek, seni baca Alquran, cara berwudhuk, shalat dan praktik, teori dan praktik shalat jamak dan qashar, pendalaman asmaul husna, penyelenggaraan jenazah, akhlakul karimah, teori dan praktik pidato, zikir sesudah shalat, muhasabah.
Untuk tahun ini, kata Refli, diperkaya dengan materi penyuluhan narkoba dari Polda dan penyuluhan kesehatan diri dari BKIM Sumbar bagi 50 kelayan itu. Anak-anak pun terlihat semangat mengikuti kegiatan itu.
“Materi tentang narkoba diperlukan untuk kelayan. Ini antisipasi agar mereka tidak terjerumus atau dimanfaatkan pengedar narkoba,” ujar Refli.
Sementara untuk penyuluhan kesehatan ditujukan untuk peningkatan kesehatan pribadi kelayan, khususnya kesehatan mata. Sebab anak-anak penyandang netra cenderung mengeluhkan sakit pada matanya.
Menurut Refli, selama Ramadhan ini, sejumlah kelayan juga belajar memberikan ceramah di sejumlah masjid di Kota Padang. (zul)