UNES Terus Tingkatkan Fasilitas dan Kejar Kualitas
Padang - Universitas Ekasakti (Unes) terus berupaya memperbaiki kualitas lulusannya. Peningkatan kualitas itu dilakukan di segala lini, mulai dari peningkatan fasilitas belajar mengajar hingga tingkat pendidikan para pengajarnya.
“Kini di Unes tidak ada lagi dosen yang bergelar sarjana strata 1. Jumlah doktor terus bertambah. Untuk tahun ini saja, ada 11 doktor baru di universitas ini,” ungkap Rektor Universitas Ekasakti, Prof. Andi Mustari Pide usai wisuda Magister, Sarjana dan Ahli Madya di lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Padang itu, Sabtu (31/5).
Dikatakan Andi Mustari Pide, kualitas memang jadi prioritas di universitas yang dia pimpin. Komitmen itu telah dipatok sejak awal perguruan tinggi itu didirikan. Dan ini didukung penuh oleh Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Padang, Dr. Erawati Toelis.
Lulusan berkualitas bakal memudahkan mahasiswa yang telah menamatkan pendidikan mereka dalam mencari pekerjaan. Bahkan sejumlah lulusan Unes telah mendapatkan kerja selagi dia masih kuliah.
“Ini cukup membanggakan kami. Sebab hal itu membuktikan Unes telah ikut ambil bagian dalam mengemban misinya sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi di tanah air dalam mencerdaskan dan memberdayakan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Andi Mustari.
Dengan mewisuda 433 mahasiswa ini, berarti sudah ada 19.931 alumni sejak 1984 lalu. Dari jumlah itu, ada 11.754 Sarjana, Ahli Madya dari Manajemen Informatika 407 orang serta Magister Ilmu Hukum yang dibuka sejak 2000 telah mewisuda 278 orang, Sementara Ahli Madya dari Akademi Akuntansi Indonesia (AAI) sebanyak 7.492 orang.
Andi berharap, para lulusan yang diwisuda dapat menjadi masyarakat intelektual yang benar-benar bisa memberikan pencerahan dalam kehidupan masyarakat. Caranya, dengan mengamalkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Unes-AAI.
Peningkatan kualitas lulusan dengan meningkatkan kapasitas tenaga pengajarnya didukung penuh oleh Kopertis Wilayah X. Sekretaris Kopertis Wilayah X, Hanafi menyebutkan, kalau perlu tingkatkan jumlah dosen yang bergelar profesor.
Bahkan jika Unes mau, bakal banyak tenaga pengajarnya yang mendapatkan gelar profesor di usia muda. Apalagi penjenjangan hingga mendapatkan gelar itu lebih cepat. “Kita dari kopertis bakal terus mendorong Unes dan perguruan tinggi swasta lainnya untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas dosen,” ujarnya. (zul)

“Kini di Unes tidak ada lagi dosen yang bergelar sarjana strata 1. Jumlah doktor terus bertambah. Untuk tahun ini saja, ada 11 doktor baru di universitas ini,” ungkap Rektor Universitas Ekasakti, Prof. Andi Mustari Pide usai wisuda Magister, Sarjana dan Ahli Madya di lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Padang itu, Sabtu (31/5).
Dikatakan Andi Mustari Pide, kualitas memang jadi prioritas di universitas yang dia pimpin. Komitmen itu telah dipatok sejak awal perguruan tinggi itu didirikan. Dan ini didukung penuh oleh Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Padang, Dr. Erawati Toelis.
Lulusan berkualitas bakal memudahkan mahasiswa yang telah menamatkan pendidikan mereka dalam mencari pekerjaan. Bahkan sejumlah lulusan Unes telah mendapatkan kerja selagi dia masih kuliah.
“Ini cukup membanggakan kami. Sebab hal itu membuktikan Unes telah ikut ambil bagian dalam mengemban misinya sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi di tanah air dalam mencerdaskan dan memberdayakan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Andi Mustari.
Dengan mewisuda 433 mahasiswa ini, berarti sudah ada 19.931 alumni sejak 1984 lalu. Dari jumlah itu, ada 11.754 Sarjana, Ahli Madya dari Manajemen Informatika 407 orang serta Magister Ilmu Hukum yang dibuka sejak 2000 telah mewisuda 278 orang, Sementara Ahli Madya dari Akademi Akuntansi Indonesia (AAI) sebanyak 7.492 orang.
Andi berharap, para lulusan yang diwisuda dapat menjadi masyarakat intelektual yang benar-benar bisa memberikan pencerahan dalam kehidupan masyarakat. Caranya, dengan mengamalkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Unes-AAI.
Peningkatan kualitas lulusan dengan meningkatkan kapasitas tenaga pengajarnya didukung penuh oleh Kopertis Wilayah X. Sekretaris Kopertis Wilayah X, Hanafi menyebutkan, kalau perlu tingkatkan jumlah dosen yang bergelar profesor.
Bahkan jika Unes mau, bakal banyak tenaga pengajarnya yang mendapatkan gelar profesor di usia muda. Apalagi penjenjangan hingga mendapatkan gelar itu lebih cepat. “Kita dari kopertis bakal terus mendorong Unes dan perguruan tinggi swasta lainnya untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas dosen,” ujarnya. (zul)
