Diskop, PHRI dan ASITA Sumbar Sepakat Memberdayakan UMKM
Padang - Dinas Koperasi (Diskop) dan UMKM Sumbar berhasil mencapa kata sepakat dengan PHRI danASITA Sumbar. Kesepakatan dalam pemberdayaan UMKM Sumbar itu tertuang dalam MoU yang ditandatangani di Basko Premier Hotel, Kamis kemarin.
Penandatanganan MoU itu disaksikan Asisten Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Hendrianto dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, Burhasman.
“Kita gembira dengan kesepakatan bersama PHRI dan ASITA Sumbar ini. Artinya, kita dapat dukungan dari pelaku industri industri pariwisata dalam memberdayakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di daerah ini,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma didampingi Kabid PUMKM, Desmadi Idrus, Jumat (6/6).
Dikatakan Achmad, dukungan dari ASITA dan PHRI ini diharap dapat mempercepat pertumbuhan skala usaha UMKM Sumbar. Keikutsertaan dua lembaga yang menaungi pelaku industri pariwisata tentu memberikan angin segar bagi pelaku UMKM tersebut.
Saat ini saja, sebelum adanya MoU ini sudah ada sejumlah hotel, restoran dan biro perjalanan yang telah menunjukkan kepedulian mereka terhadap UMKM. “Tentu semakin besar perhatian mereka setelah adanya ikatan dalam bentuk MoU ini. Apalagi ASITA dan PHRI merasa pula bahwa UMKM dan industri pariwisata harus saling dukung,” ungkap Achmad gembira.
ASITA yang diwakili Maulana Yusran dan dari PHRI, Ian Hanafiah, memberi informasi dan masukan berharga kepada para pelaku UMKM tersebut. Tentu jika pelaku industri pariwisata yang membeberkan informasi bagaimana menjalin kerjasama dengan hotel, restoran dan biro perjalanan bakal lebih diperhatikan pengusaha kecil tersebut.
Achmad pun mengungkapkan apresiasi terhadap Kementerian Koperasi dan UKM yang telah memusatkan kegiatan kemitraan mereka di Sumbar pada tahun ini. Ada 100 UMKM dari berbagai daerah di Sumbar yang hadir dan bakal difasilitasi untuk dimitrakan dengan PHRI dan ASITA.
Yang tak kalah menggembirakan Achmad adalah ungkapan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, Burhasman kala menjadi narasumber di acara kemitraan yang diadakan kementerian dan difasilitasi dinas yang dia pimpin
Burhasman menyatakan pengembangan UMKM membutuhkan kebijakan yang lintas sektoral. Dinas yang dipimpinnya bisa ikut dari segi desain, peningkatan kreatiftas dan promosi lewat industri pariwisata atau pun iven pariwisata. (zul)
Penandatanganan MoU itu disaksikan Asisten Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Hendrianto dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, Burhasman.
“Kita gembira dengan kesepakatan bersama PHRI dan ASITA Sumbar ini. Artinya, kita dapat dukungan dari pelaku industri industri pariwisata dalam memberdayakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di daerah ini,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma didampingi Kabid PUMKM, Desmadi Idrus, Jumat (6/6).
Dikatakan Achmad, dukungan dari ASITA dan PHRI ini diharap dapat mempercepat pertumbuhan skala usaha UMKM Sumbar. Keikutsertaan dua lembaga yang menaungi pelaku industri pariwisata tentu memberikan angin segar bagi pelaku UMKM tersebut.
Saat ini saja, sebelum adanya MoU ini sudah ada sejumlah hotel, restoran dan biro perjalanan yang telah menunjukkan kepedulian mereka terhadap UMKM. “Tentu semakin besar perhatian mereka setelah adanya ikatan dalam bentuk MoU ini. Apalagi ASITA dan PHRI merasa pula bahwa UMKM dan industri pariwisata harus saling dukung,” ungkap Achmad gembira.
ASITA yang diwakili Maulana Yusran dan dari PHRI, Ian Hanafiah, memberi informasi dan masukan berharga kepada para pelaku UMKM tersebut. Tentu jika pelaku industri pariwisata yang membeberkan informasi bagaimana menjalin kerjasama dengan hotel, restoran dan biro perjalanan bakal lebih diperhatikan pengusaha kecil tersebut.
Achmad pun mengungkapkan apresiasi terhadap Kementerian Koperasi dan UKM yang telah memusatkan kegiatan kemitraan mereka di Sumbar pada tahun ini. Ada 100 UMKM dari berbagai daerah di Sumbar yang hadir dan bakal difasilitasi untuk dimitrakan dengan PHRI dan ASITA.
Yang tak kalah menggembirakan Achmad adalah ungkapan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, Burhasman kala menjadi narasumber di acara kemitraan yang diadakan kementerian dan difasilitasi dinas yang dia pimpin
Burhasman menyatakan pengembangan UMKM membutuhkan kebijakan yang lintas sektoral. Dinas yang dipimpinnya bisa ikut dari segi desain, peningkatan kreatiftas dan promosi lewat industri pariwisata atau pun iven pariwisata. (zul)