Diskop Dorong Wirausaha Pemula Bergerak di Industri Kreatif
Padang - Pelaku usaha terutama wirausaha pemula hendaknya melirik usaha yang
berbasis kreatifitas. Peluangnya sangat besar apalagi pemerintah
memberikan dorongan bagi tumbuh kembangnya industri kreatif ini.
Untuk itu Pemerintah Provinsi Sumbar lewat Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar akan menjalinkan kemitraan antara UMKM dan pelaku industri pariwisata.
"Banyak UMKM yang bisa menunjang sekaligus mendapat manfaat dari sektor pariwisata. UMKM Inilah yang kita mitrakan dengan industri pariwisata," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma, Rabu (4/5).
Dijelaskan Achmad, UMKM yang bakal mendapat manfaat dari pariwisata tentu saja yang menghasilkan produk kreatif. Ada 14 sektor yang bisa dilirik pelaku usaha pemula, diantaranya periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antik, kerajinan, desain, fashion, video/ film dan fotografi, permainan interaktif, musik seni pertunjukan, penerbitan/ percetakan, layanan komputer/ piranti lunak, serta riset dan pengembangan.
Ke-14 sektor itu hendaknya mendapat dukungan pemerintah daerah agar tumbuh dan berkembang. Misalnya memperbanyak iven dapat memberikan multiplier effect. TdS bisa memotivasi pelaku UMKM untuk mempromosikan produknya dan mendapat manfaat ekonomi dari acara itu.
Pertunjukan seni juga memberi kesempatan pada pengelola iven, desainer Sumbar, artis, rumah produksi, sanggar seni dan lainnya. Apalagi jika iven berlangsung secara berkesinambungan.
Namun Achmad mengingatkan agar pelaku usaha juga memperhatikan tentang Hak atas kekayaan intelektual (HAKI) buat produknya. HAKI ini meliputi hak cipta, merek, desain Industri, indikasi geografis, paten, rahasia dagang dan desain tata letak sirkuit terpadu.
Achmad menegaskan pentingnya memperhatikan mutu produk kreatif dan HAKI ini. Terlebih tahun depan, produk negara ASEAN bebas masuk ke negara kita.
Achmad menginformasikan, hari ini UMKM dimitrakan dengan pelaku usaha yang bernaung di bawah ASITA juga digelar rapat koordinasi program di Bukittinggi. (Zul)
Untuk itu Pemerintah Provinsi Sumbar lewat Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar akan menjalinkan kemitraan antara UMKM dan pelaku industri pariwisata.
"Banyak UMKM yang bisa menunjang sekaligus mendapat manfaat dari sektor pariwisata. UMKM Inilah yang kita mitrakan dengan industri pariwisata," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma, Rabu (4/5).
Dijelaskan Achmad, UMKM yang bakal mendapat manfaat dari pariwisata tentu saja yang menghasilkan produk kreatif. Ada 14 sektor yang bisa dilirik pelaku usaha pemula, diantaranya periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antik, kerajinan, desain, fashion, video/ film dan fotografi, permainan interaktif, musik seni pertunjukan, penerbitan/ percetakan, layanan komputer/ piranti lunak, serta riset dan pengembangan.
Ke-14 sektor itu hendaknya mendapat dukungan pemerintah daerah agar tumbuh dan berkembang. Misalnya memperbanyak iven dapat memberikan multiplier effect. TdS bisa memotivasi pelaku UMKM untuk mempromosikan produknya dan mendapat manfaat ekonomi dari acara itu.
Pertunjukan seni juga memberi kesempatan pada pengelola iven, desainer Sumbar, artis, rumah produksi, sanggar seni dan lainnya. Apalagi jika iven berlangsung secara berkesinambungan.
Namun Achmad mengingatkan agar pelaku usaha juga memperhatikan tentang Hak atas kekayaan intelektual (HAKI) buat produknya. HAKI ini meliputi hak cipta, merek, desain Industri, indikasi geografis, paten, rahasia dagang dan desain tata letak sirkuit terpadu.
Achmad menegaskan pentingnya memperhatikan mutu produk kreatif dan HAKI ini. Terlebih tahun depan, produk negara ASEAN bebas masuk ke negara kita.
Achmad menginformasikan, hari ini UMKM dimitrakan dengan pelaku usaha yang bernaung di bawah ASITA juga digelar rapat koordinasi program di Bukittinggi. (Zul)
