PSBN Tuah Sakato Pusat Uji Keterbacaan Peta Taktual Indonesia
Padang - Penderita netra di Panti Sosial Bina Netra Tuah Sakato pun bisa mengetahui Indonesia seperti
wilayah administrasi, pemerintahan, bentuk negara kepulauan, penyebaran gunung api dan sungai. Semua bisa mereka baca dari sebuah peta. Namanya peta taktual yang tengah dikembangkan bersama oleh Badan Informasi Geospasial, UGM dan Dria Manunggal Yogyakarta.
“Kita ingin memberi motivasi kepada para penderita netra lewat sebuah peta. Pada peta yang kita namakan peta taktual itu mereka bisa mengakses informasi-informasi seperti yang bisa didapatkan dala peta bagi orang normal. Sebab mereka pun punya hak untuk itu,” ujar Kabid Atlas dan Pemetaan Sosial Badan Informasi dan Geospasial, Sri Daryaka, Rabu (2/3).
Dijelaskan pria yang akrab dipanggil Yoko itu peta bagi orang berkebutuhan khusus jauh berbeda dengan peta untuk orang normal. Sebab bagi yang normal penglihatannya tiap infomasi bisa dibedakan dengan warna. Garis dan simbol berdempetan masih bisa dimengerti.
Namun bagi penyandang netra, informasi yang tumpang berdempet itu pasti tidak bisa mereka bedakan.
Untuk itu peta harus dibuat secara tematik. Ada tema wilayah administrasi, transportasi darat, sumber daya alam dan lingkungan, tema transportasi udara dan laut. Dan yang tengah diujicobakan di PSBN Tuah Sakato adalah peta taktual dengan tema sebaran gunung api dan sungai.
Ketua Dria Manunggal Indonesia, Setia Adi Purwanta, menegaskan kehadiran peta ini sangat membantu para penyandang netra. Bahkan bisa meningkatkan mobilitas para penyandang netra. Sebab mereka punya pengetahuan tentang kewilayahan mereka bisa tahu di kalimantan misalnya ada apa.
“Ada penelitian yang menyebutkan, orang yang punya pengetahuan spasial (peta) punya kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup,” tegas asisten apoteker yang harus mengalami kebutaan sejak umur 24 tahun akibat kecelakaan tersebut.
Menurut Setia, tim sejak 2009 telah membuat empat peta tematik. Dan peta kelima yang bertema sebaran gunung api dan sungai ini dipusatkan di PSBN Tuah Sakato. Karena tim melihat perhatian pemerintah daerah cukup besar terhadap keberadaan panti. Juga keaktifan kelayan PSBN yang tinggi dan sikap kritis mereka menjadikan tim kepincut memilihnya sebagai tempat uji coba sebelum diberikan ke Kementerian Pendidikan untuk diperbanyak dan disebarkan secara nasional.
Kepala PSBN Tuah Sakato, Heni Yunida amat gembira dengan program Badan Informasi Geospasial, UGM dan Dria Manunggal Indonesia ini. Keikutsertaan anak –anak yang dididik di panti yang dia pimpin memberi semangat kepada mereka. Kelayan jadi termotivasi bahwa keberadaan mereka pun berarti bagi yang lainnya. (zul)
