TK Semen Padang Bina Karakter Anak Melalui Menanam dan Merawat Bunga
Padang - Anak-anak TK Semen Padang diajak mencintai alam. Di TK ini ada pelajaran khusus seputar itu. Melalui pelajaran bertema cinta tanaman ciptaan Allah , anak-anak diajak menanam hingga merawat tanaman di lingkungan sekolah.
"Lewat kegiatan menanam dan memelihara tanaman ini anak-anak diajak untuk peduli dengan lingkungan sejak dini," ujar Kepala TK Semen Padang, Deni Lastri, Rabu (5/2).
Diungkapkan Deni, anak-anak terlebih dulu diberikan pemahaman betapa enaknya mencicipi hasil kebun yang ditanam oleh kakak-kakaknya yang sudah melanjutkan ke SD. Setelah itu mereka mulai diajak menanami kebun yang telah dipanen tersebut.
"Alhamdulillah anak-anak dengan senang hati ikut bertanam. Mereka seolah berlomba untuk melakukannya," ujar Deni senang.
Untuk bunga, Deni dan guru-guru TK itu punya cara unik pula. Mereka mengadakan lomba melukis pot bunga. Anak-anak bekerjasama dengan orangtuanya berkreasi di pot plastik yang disediakan.
Lalu, dilain waktu mereka diminta bawa bunga dari rumah. Bunga tersebut ditanam di pot yang telah merek lukis bersama ibu atau ayahnya itu.
Nurzaki, guru yang hobi seni dan musik, punya cerita seputar kegiatan menanam. Muhammad Kemal Atur, murid klas B1, awalnya jijik berurusan dengan tanah. Namun dengan bujukan Nurzaki, dia malah yang paling gembira mengisi pot dengan tanah.
"Alhamdulillah anak-anak senang memelihara bunga yang dia tanam, menyiramnya. Mereka juga bangga dengan pot yang dia warnai," ujar perempuan yang akrab dipanggil Kiki itu. (zul)
"Lewat kegiatan menanam dan memelihara tanaman ini anak-anak diajak untuk peduli dengan lingkungan sejak dini," ujar Kepala TK Semen Padang, Deni Lastri, Rabu (5/2).
Diungkapkan Deni, anak-anak terlebih dulu diberikan pemahaman betapa enaknya mencicipi hasil kebun yang ditanam oleh kakak-kakaknya yang sudah melanjutkan ke SD. Setelah itu mereka mulai diajak menanami kebun yang telah dipanen tersebut.
"Alhamdulillah anak-anak dengan senang hati ikut bertanam. Mereka seolah berlomba untuk melakukannya," ujar Deni senang.
Untuk bunga, Deni dan guru-guru TK itu punya cara unik pula. Mereka mengadakan lomba melukis pot bunga. Anak-anak bekerjasama dengan orangtuanya berkreasi di pot plastik yang disediakan.
Lalu, dilain waktu mereka diminta bawa bunga dari rumah. Bunga tersebut ditanam di pot yang telah merek lukis bersama ibu atau ayahnya itu.
Nurzaki, guru yang hobi seni dan musik, punya cerita seputar kegiatan menanam. Muhammad Kemal Atur, murid klas B1, awalnya jijik berurusan dengan tanah. Namun dengan bujukan Nurzaki, dia malah yang paling gembira mengisi pot dengan tanah.
"Alhamdulillah anak-anak senang memelihara bunga yang dia tanam, menyiramnya. Mereka juga bangga dengan pot yang dia warnai," ujar perempuan yang akrab dipanggil Kiki itu. (zul)
