Lima Tahun di Shelter Serasa Merantau
Agam - Duka mendalam masih dirasakan 40 kepala keluarga (KK). Duka yang tertoreh akibat
bencana gempa 30 September 2009 seolah bertambah dengan kondisi sat ini. Mereka
kini masih menghuni shelter di Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya, Agam
dan mengharap perhatian pemerintah terhadap nasib mereka yang telah sekitar 5
tahun menghuni penampungan itu.
“Seperti ini lah kehidupan kami di sini. Untuk kelangsungan hidup, kami hanya mengharapkan belas kasihan dari dermawan yang datang. Sudah tiga teman seangkatan saya yang meninggal sejak tinggal di sini, lima tahun lalu,” cerita Rohani (81) menahan isak.
“Seperti ini lah kehidupan kami di sini. Untuk kelangsungan hidup, kami hanya mengharapkan belas kasihan dari dermawan yang datang. Sudah tiga teman seangkatan saya yang meninggal sejak tinggal di sini, lima tahun lalu,” cerita Rohani (81) menahan isak.
Tidak
terlihat kesan putus asa di wajah janda yang memiliki 6 anak itu. Dia berusaha tetap
ceria, agar tidak membuat sedih anak dan menantunya yang juga tinggal di
shelter itu.
Untuk
kehidupan sehari-hari, rata-rata penghuni shelter menjadi pekerja di keramba
milik warga setempat. Ada juga yang mencari pensi di pinggir Danau Maninjau. Sebagian
lainnya bekerja sebagai petani maupun pekerjaan lainnya. Dikatakannya kebersamaanlah
yang membuat mereka masih mampu bertahan. Tinggal di shelter sama dengan
merantau.
Keluh kesah itu
disampaikan warga penghuni Shelter ketika calon anggota DPRD Provinsi Sumatera
Barat dari Dapil Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam Muhammad Khomeiny Tara
mengunjungi lokasi tersebut akhir minggu lalu. Kepada Donny diungkapkan mereka sudah
kenyang dengan janji-janji yang disampaikan pejabat pemerintah maupun anggota
dewan yang mengunjungi mereka.
Kepada Muhammad Khomeiny Tara yang akrab disapa Donny Tara mereka menitipkan asa. Mereka girang begitu tahu Donny Tara adalah putra HM Azwir Dainy Tara. Sebab mereka kerap mendengar keluarga besar HM.Azwir Dainy Tara sangat terkenal dengan kepeduliannya dan perjuangannya terhadap masyarakat kecil di Sumatera Barat.
“Harapan
kami disini, kalau bisa keluarkan kami dari Shelter ini. Jangan biarkan kami
terlalu lama disini menunggu janji-janji yang tidak pasti, kami juga ingin
berusaha dan mensejahterakan keluarga kami,” pinta Ketua Shelter Sungai Batang,
Syafrial Sutan Basa.
Mereka berharap banyak kepada rombongan Donny Tara yang terdiri dan Caleg DPRD Kabupaten Agam dari dapil 6 nomor urut 5 Elvira, SP, Pimpinan Golkar Kecamatan Tanjung Raya A. Dt. Mangkuto Basa, H.Sutan Palembang, dan Megawati
Wali Nagari
Tanjung Sani Yefri menyebutkan, Shelter Sungai Batang yang menjadi lokasi
sementara untuk korban Gempa 30 September 2009 di Tanjung Sani awalnya
ditempati sebanyak 664 orang. Seiring dengan perjalanan waktu, sebagian ada
yang sudah kembali ke lokasi semula maupun yang pindah ikut sanak familynya,
sehingga yang tinggal sekarang 40 KK.
“Yang
tersisa ini, adalah mereka yang tidak memiliki tempat tinggal lagi maupun usaha
untuk melanjutkan kehidupan mereka. Sehingga, mereka tidak tau harus kemana
lagi dan harus minta bantuan kepada siapa,” sebut Yefri.
Sebagai
pimpinan di Nagari Tanjung Sani, dirinya telah beberapa kali melakukan
koordinasi dengan pemerintah daerah maupun pihak legislatif setempat. Tetapi,
sampai saat ini belum ada realisasi maupun program penanganan untuk penghuni
Shelter tersebut.
Pada
kesempatan itu, Donny Tara mengaku terharu melihat kondisi penghuni Shelter
tersebut. Apalagi dari informasi yang sampai kepadanya, belum ada program
relokasi untuk memindahkan 40 KK tersebut ke tempat yang lebih layak, sesuai
dengan permintaan penghuni shelter.
“Sebagai
calon anggoat DPRD Sumatera Barat, jika memang didukung oleh masyarakat, kita
akan mencoba mengurai permasalahan yang dialami oleh saudara-saudara kita
disini. Sehingga mereka bisa keluar dari Shelter ini dan hidup dengan layak,”
kata Donny
