Lima Siswa SMP Semen Padang Torehkan Prestasi di Awal Tahun
Senin lalu, setelah upacara bendera, lima siswa didaulat menyerahkan piala yang mereka dapat dari berbagai perlombaan ke kepala sekolahnya, Gusriadi. Sebagai balasannya pihak sekolah membuatkan replika piala dan memberikan hadiah uang kepada mereka.
Kelimanya adalah Muhammad Alif Nurza yang meraih juara umum dan juara 1 kategori ilustrasi dalam lomba lukis di SMP 21 Padang. Abieza Febrizio Andika meraih juara I ekspresi crayon di SMP 21 Padang. Sementara Teguh Komara jadi juara I Lomba Intelegensia dan Gita Pralang, Putri Febrina meraih juara Lomba Intelegensia dan Alda meraih juara 2 MSQ.
Mendapat penghargaan di depan guru dan teman-teman tentu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kelimanya. “Kami sangat gembira dengan apresiasi yang diberikan sekolah terhadap prestasi yang kami raih. Ini motivasi sekaligus tantangan bagi kami untuk lebih baik lagi di masa yang akan datang,” ujar Muhammad Alif Nurza, Senin (17/2).
Muhammad Alif Nurza yang akrab di panggil Alif ini merasa bersyukur atas besarnya perhatian sekolah dan Yayasan Igasar Semen Padang terhadap dia dan kawan-kawannya. Tak hanya setelah berprestasi, ketika latihan terutama menjelang lomba sekolah berupaya mempersiapkan kami dengan sebaik-baiknya.
Malah kata Teguh Komara, tiap Sabtu mereka diberi kesempatan untuk mengembangkan diri. Di akhir pekan itu, siswa dipersilakan menekuni minat, bakat dan hobinya. “Kami berlatih sesuai bidang yang kami pilih dan jika terlihat potensinya, kami diikutkan dalam perlombaan,” ujar Teguh.
Hal itu dibenarkan oleh Pembina Siswa, Dahliar Darwis. Disebutkannya, kelas pengembangan diri memang dimaksudkan untuk menjaring siswa yang berbakat di bidang non akademik. Mereka bebas memilih . Guru berperan menyalurkan anak sesuai hobi dan bakatnya, terlebih jika dilihat mereka menonjol dalam bidang tertentu.
Selain dukungan sekolah, orang tua mereka pun aktif memberi sokongan. Alif yang anak semata wayang itu, kerap diantar orang tuanya ke perlombaan. Spirit dari orang tua inilah yang menambah keyakinan Alif untuk mengikuti lomba sebaik-baiknya. Peralatan lukisnya pun termasuk berkaluitas bagus bagi pemula seperti dia.
Bentuk perhatian itulah yang ingin dibalas oleh Alif dengan prestasi. Bahkan dari perlombaan yang dia ikuti, biaya yang dia keluarkan dan jerih payahnya berlatih seolah terbayar.
Orang tua Abezio pun sama. Meski ayahnya berporfesi sebagai sopir, Abezio merasakan besarnya perhatian sang ayah terhadap hobi melukisnya dan keberhasilan yang bisa dia raih.
Adapun Teguh, Febi dan Alda termotivasi demi melihat prestasi yang ditorehkan kakak-kakaknya. Orang tua mendukung pula dan sekolah siap menyalurkannya. Lantaran hobi menyanyinya, Febi pun sering tampil di salah satu mata acara TVRI Sumbar.
Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah, Gusriadi menegaskan prestasi sekecil apapun pasti dihargai. Yayasan Igasar dan PT Semen Padang pun memberi perhatian lebih untuk hal ini. Prestasi akademik jelas mendapat poin tinggi di mata guru dan pimpinan sekolah, pimpinan yayasan dan direksi PT Semen Padang. Buktinya, meski hanya finalis, ada hadiah kejutan buat mereka.
Semua tak terlepas pula dari disiplin diri yang kuat yang ditanamkan di sekolah itu. Dikatakan pria yang akrab dipanggil Eri itu mulai dari masa orientasi siswa. Tiap bulan pun diupayakan pejabat penegak hukum, dinas pendidikan dan lainnya diundang untuk menjadi inspektur upacara. Inspektur upacara inilah yang menyampaikan perlunya disiplin dan taat norma.
Senin ketika sekolah mengapresiasi siswanya itu, yang menjadi inspektur upacara adalah Wakapolsek Lubuk Kilangan, Padang, AKP Iskandar. Iskandar memberikan pentingnya taat aturan lalu lintas, disiplin dan menjauhkan diri dari kenakalan remaja. (zul)