Warga Bajau Dua Tahun Menunggu Perbaikan Jembatan
Padang - Warga Bajau, Sintuak, Padang Pariaman kini sedikit lega. Jembatan penghubung di nagari mereka yang sudah dua tahun ini rusak parah, mulai diperbaiki.
“Alhamdulillah jembatan di nagari kami mulai diperbaiki. Warga di sini bersemangat membangun kembali jembatan. Telah tiga minggu ini kami bergotong royong,” ujar pemuka masyarakat setempat, yang akrab dipanggil Bujang Mama.
Menurut Bujang, saking semangatnya warga, selain turun dalam gotong royong, tiap rumah menyumbang dua bungkus nasi, minuman dan makanan kecil lainnya. Masyarakat setempat sangat bersyukur dengan bantuan yang diberikan kepada mereka. Jadi mereka ingin agar dana Rp10 juta yang diberikan terpakai untuk pembuatan jembatan.
“Minimal bisa dilalui saja, kami sudah sangat bersyukur. Sebab jalan ini urat nadi perekonomian warga setempat. Kami serasa bermimpi ada yang mau peduli,” tegas Bujang.
Dikatakannya, truk mini bus membawa bahan bangunan, sembako, pasir dan lainnya lebih memilih jalan ini dari Lubuk Alung ke Palembayan, atau sebaliknya. Tiap truk atau mobil yang lewat diminta sumbangsihnya Rp2.000 sekali lewat. Ini untuk pemeliharaan jembatan tersebut.
Namun jembatan dari batang kelapa itu lapuk juga dimakan usia. Untuk rehab menyeluruh, dana tak cukup, akhirnya perbaikan sedikit-sedikit yang dilakukan tak dapat mempertahankannya lebih lama. Jembatan itu mulai patah di sana-sini.
Dan tiga bulan terakhir telah memakan korban. Sudah empat motor yang jatuh ke sungai itu. Memang tingginya cuma tiga meter, namun karena berbatu-batu di bawahnya, tak urung para korban pasti cedera. Bahkan ada satu keluarga yang patah-patah lantaran jatuh ke sungai.
Kata Bujang, telah dua tahun mereka menunggu perbaikan. Minimal butuh Rp30 juta untuk merehabnya. Hal ini telah dilaporkan ke walinagari, camat hingga bupati. Namun yang didapat hanya kata tunggu dan tunggu.
Dia berterima kasih atas kepedulian Ananda Mutiara Rezeki Tara dan HM Yamin Ferryanto Tara. Calon anggota DPR dari Partai Golkar dan Calon Anggota DPD utusan Sumbar itu mau membantu pembangunan jembatan tersebut. Keduanya menyalurkan bantuan Rp10 juta. Dan telah dihabiskan untuk beli keperluan pembangunan itu.
Dan yang membuat mereka senang adalah orangtua dari Mutia dan Yamin yakni Azwir Dainy Tara ikut bergabung dengan masyarakat Bajau awal pekan ini. Warga tambah senang ketika Azwir mau menambah Rp6 juta lagi untuk membeli balok kayu untuk bantalan jembatan tersebut. “Sekitar dua minggu lagi kami bergoro kembali. Setelah balok kayu itu datang,” ungkap Bujang.
Riza Marjohan, Ketua HIPMI Padang Pariaman, pun sangat senang bisa memfasilitasi masyarakat setempat, menyampaikan aspirasi mereka kepada wakilnya di DPR.
Riza mengaku tersentuh dengan informasi yang dia peroleh tentang aspirasi warga Bajau yang menunggu dalam ketidakpastian. Kedua anak-anak Azwir pun mengulurkan bantuannya. (zul)
“Alhamdulillah jembatan di nagari kami mulai diperbaiki. Warga di sini bersemangat membangun kembali jembatan. Telah tiga minggu ini kami bergotong royong,” ujar pemuka masyarakat setempat, yang akrab dipanggil Bujang Mama.
Menurut Bujang, saking semangatnya warga, selain turun dalam gotong royong, tiap rumah menyumbang dua bungkus nasi, minuman dan makanan kecil lainnya. Masyarakat setempat sangat bersyukur dengan bantuan yang diberikan kepada mereka. Jadi mereka ingin agar dana Rp10 juta yang diberikan terpakai untuk pembuatan jembatan.
“Minimal bisa dilalui saja, kami sudah sangat bersyukur. Sebab jalan ini urat nadi perekonomian warga setempat. Kami serasa bermimpi ada yang mau peduli,” tegas Bujang.
Dikatakannya, truk mini bus membawa bahan bangunan, sembako, pasir dan lainnya lebih memilih jalan ini dari Lubuk Alung ke Palembayan, atau sebaliknya. Tiap truk atau mobil yang lewat diminta sumbangsihnya Rp2.000 sekali lewat. Ini untuk pemeliharaan jembatan tersebut.
Namun jembatan dari batang kelapa itu lapuk juga dimakan usia. Untuk rehab menyeluruh, dana tak cukup, akhirnya perbaikan sedikit-sedikit yang dilakukan tak dapat mempertahankannya lebih lama. Jembatan itu mulai patah di sana-sini.
Dan tiga bulan terakhir telah memakan korban. Sudah empat motor yang jatuh ke sungai itu. Memang tingginya cuma tiga meter, namun karena berbatu-batu di bawahnya, tak urung para korban pasti cedera. Bahkan ada satu keluarga yang patah-patah lantaran jatuh ke sungai.
Kata Bujang, telah dua tahun mereka menunggu perbaikan. Minimal butuh Rp30 juta untuk merehabnya. Hal ini telah dilaporkan ke walinagari, camat hingga bupati. Namun yang didapat hanya kata tunggu dan tunggu.
Dia berterima kasih atas kepedulian Ananda Mutiara Rezeki Tara dan HM Yamin Ferryanto Tara. Calon anggota DPR dari Partai Golkar dan Calon Anggota DPD utusan Sumbar itu mau membantu pembangunan jembatan tersebut. Keduanya menyalurkan bantuan Rp10 juta. Dan telah dihabiskan untuk beli keperluan pembangunan itu.
Dan yang membuat mereka senang adalah orangtua dari Mutia dan Yamin yakni Azwir Dainy Tara ikut bergabung dengan masyarakat Bajau awal pekan ini. Warga tambah senang ketika Azwir mau menambah Rp6 juta lagi untuk membeli balok kayu untuk bantalan jembatan tersebut. “Sekitar dua minggu lagi kami bergoro kembali. Setelah balok kayu itu datang,” ungkap Bujang.
Riza Marjohan, Ketua HIPMI Padang Pariaman, pun sangat senang bisa memfasilitasi masyarakat setempat, menyampaikan aspirasi mereka kepada wakilnya di DPR.
Riza mengaku tersentuh dengan informasi yang dia peroleh tentang aspirasi warga Bajau yang menunggu dalam ketidakpastian. Kedua anak-anak Azwir pun mengulurkan bantuannya. (zul)